Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Shoulder Season? Ini Pengertian dan Keuntungannya untuk Traveler

3 min read
Apa Itu Shoulder Season? Ini Pengertian dan Keuntungannya untuk Traveler
ilustrasi liburan keluarga (unsplash.com/Hoi An and Da Nang Photographer)
  • Shoulder season adalah periode transisi antara peak season dan low season, dengan waktu berbeda di tiap destinasi karena dipengaruhi cuaca, libur sekolah, hari raya, serta karakter wisata.
  • Periode ini umumnya terjadi sebelum atau sesudah musim ramai; di wilayah empat musim sering pada semi atau gugur, sedangkan destinasi tropis dipengaruhi hujan, kemarau, dan liburan panjang.
  • Liburan saat shoulder season berpotensi lebih tenang dan terjangkau, tetapi traveler perlu mengecek cuaca, operasional fasilitas, transportasi, kalender lokal, acara besar, serta kebijakan destinasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau kamu sedang mencari waktu yang pas untuk liburan, istilah shoulder season mungkin pernah muncul di berbagai rekomendasi perjalanan. Apa itu shoulder season? Sederhananya, shoulder season adalah periode transisi di antara musim ramai atau peak season dan musim sepi atau low season.

Periode ini sering dianggap menarik karena suasana destinasi biasanya tidak seramai musim liburan, tetapi kondisi perjalanan masih cukup nyaman. Selain itu, harga akomodasi dan sejumlah kebutuhan wisata pada periode ini bisa lebih terjangkau dibandingkan saat peak season, meski besarannya tetap bergantung pada destinasi dan waktu perjalanan.

  1. 1. Apa itu shoulder season?

    ilustrasi traveler
    ilustrasi traveler (pexels.com/Shvets Anna)

    Shoulder season adalah periode waktu transisi yang berada di antara musim ramai (peak season atau high season) dan musim sepi (off season atau low season). Jadi, periode ini bukan termasuk waktu ketika destinasi sedang dipadati wisatawan, tetapi juga belum masuk fase paling sepi.

    Waktu terjadinya shoulder season bisa berbeda-beda di setiap destinasi. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh cuaca, musim liburan sekolah, hari raya, acara besar, hingga karakter wisata di daerah tersebut.

    Misalnya, sebuah destinasi pantai bisa memiliki peak season ketika cuaca sedang cerah dan banyak wisatawan datang untuk berlibur. Setelah periode tersebut berakhir, tetapi sebelum masuk musim sepi dan cuaca kurang mendukung, bisa terdapat periode shoulder season.

  2. 2. Kapan shoulder season biasanya terjadi?

    ilustrasi traveler
    ilustrasi traveler (pexels.com/Porapak Apichodilok)

    Tidak ada tanggal pasti yang berlaku untuk semua destinasi karena shoulder season sangat bergantung pada kondisi masing-masing wilayah. Umumnya, periode ini muncul sebelum atau sesudah peak season.

    Untuk destinasi yang memiliki empat musim, shoulder season sering berada pada masa peralihan seperti musim semi atau musim gugur. Sementara itu, destinasi tropis seperti di Indonesia biasanya lebih dipengaruhi oleh musim hujan, musim kemarau, libur sekolah, serta periode liburan panjang.

    Karena itu, kamu perlu melihat kalender wisata destinasi yang ingin dikunjungi. Waktu yang dianggap shoulder season di satu kota belum tentu sama dengan kota atau negara lainnya.

  3. 3. Apa keuntungan liburan saat shoulder season?

    ilustrasi liburan
    ilustrasi liburan (pexels.com/Te lensFix)

    Salah satu alasan banyak wisatawan memilih shoulder season adalah suasana yang cenderung lebih santai. Jumlah wisatawan biasanya tidak sebanyak ketika peak season, sehingga beberapa tempat wisata bisa terasa lebih nyaman untuk dijelajahi.

    Harga juga bisa menjadi pertimbangan. Ketika permintaan wisata mulai turun dari puncaknya, harga hotel, tiket penerbangan, atau paket wisata tertentu dapat lebih rendah dibandingkan periode paling ramai.

    Selain itu, kamu biasanya punya peluang lebih besar untuk menikmati destinasi tanpa antrean yang terlalu panjang. Meski begitu, harga tidak selalu otomatis murah karena tarif tetap dipengaruhi permintaan, promosi, jadwal penerbangan, dan kebijakan penyedia layanan.

  4. 4. Apa yang perlu diperhatikan saat memilih shoulder season?

    ilustrasi traveler
    ilustrasi traveler (unsplash.com/iam_os)

    Meski punya sejumlah keuntungan, memilih shoulder season tetap membutuhkan perencanaan. Salah satu hal yang perlu kamu cek adalah kondisi cuaca karena periode transisi bisa memiliki cuaca yang lebih sulit diprediksi.

    Kamu juga perlu melihat apakah tempat wisata, transportasi, atau fasilitas tertentu tetap beroperasi secara normal. Beberapa destinasi bisa mengurangi jadwal operasional atau layanan ketika jumlah wisatawan mulai menurun.

    Selain itu, jangan hanya berpatokan pada harga. Cek juga perkiraan cuaca, kalender liburan lokal, acara besar, kondisi transportasi, serta kebijakan tempat wisata sebelum menentukan tanggal keberangkatan.

    Jadi, apa itu shoulder season? Shoulder season adalah periode transisi antara musim ramai dan musim sepi yang bisa menjadi alternatif waktu untuk berlibur dengan suasana yang relatif lebih tenang.

    Waktu ini bisa memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan berpotensi menawarkan harga yang lebih bersahabat. Namun, kamu tetap perlu mengecek kondisi destinasi karena waktu dan karakter shoulder season berbeda-beda di setiap tempat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More