Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah Barang Tax Free Boleh Langsung Dipakai saat Traveling?
ilustrasi barang tax free (unsplash.com/Paul Volkmer)
  • Aturan penggunaan barang tax-free berbeda tiap negara; wisatawan perlu memahami apakah fasilitasnya berupa potongan pajak langsung atau refund yang diproses saat keberangkatan.
  • Jepang hingga 31 Oktober 2026 mengizinkan general goods dipakai, tetapi consumables harus tersegel; mulai 1 November 2026, refund bergantung pada konfirmasi barang saat keluar Jepang.
  • Korea Selatan, Singapura, Thailand, dan Uni Eropa umumnya mensyaratkan barang tersedia untuk pemeriksaan, dibawa keluar negara, serta didukung struk dan dokumen refund.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Belanja pakaian, sepatu, skincare, sampai barang elektronik sering menjadi bagian dari agenda traveling ke luar negeri. Apalagi, sejumlah negara menawarkan fasilitas tax-free atau pengembalian pajak bagi wisatawan asing yang memenuhi persyaratan tertentu.

Namun, setelah mendapatkan potongan pajak di kasir atau menerima dokumen untuk klaim pengembalian pajak, muncul kebimbangan mengenai apakah barang tersebut boleh langsung dipakai selama masih berada di negara tujuan? Yuk, simak aturan di beberapa negara sebelum membuka kemasan belanjaanmu!

1. Jepang memiliki aturan baru tentang tax free mulai November 2026

ilustrasi snack (unsplash.com/Zero Vo)

Jepang menjadi salah satu negara yang sering dikunjungi wisatawan untuk berbelanja pakaian, kosmetik, camilan, dan barang elektronik. Dalam sistem tax-free yang berlaku hingga 31 Oktober 2026, barang dibedakan menjadi general goods, seperti pakaian, sepatu, tas, dan jam tangan, serta consumables seperti skincare, kosmetik, makanan, dan minuman. Barang kategori umum pada dasarnya dapat digunakan selama berada di Jepang, sedangkan barang habis pakai yang dibeli menggunakan fasilitas tax-free harus tetap tersegel dan gak boleh dikonsumsi di Jepang. Barang yang dibeli dengan fasilitas tersebut juga wajib dibawa keluar dari Jepang sesuai ketentuan yang berlaku.

Perubahan penting akan berlaku mulai 1 November 2026. Jepang akan beralih ke sistem refund, yaitu wisatawan membayar harga termasuk pajak saat berbelanja, kemudian mengajukan pengembalian pajak setelah barang dikonfirmasi oleh petugas bea cukai ketika meninggalkan negara tersebut. Dalam sistem baru ini, perbedaan kategori general goods dan consumables dihapus. Karena pengembalian pajak bergantung pada konfirmasi barang yang dibawa keluar Jepang, sebaiknya jangan menggunakan atau menghabiskan barang sebelum proses tersebut selesai.

2. Barang harus dalam kondisi baru dan belum digunakan di Korea Selatan

ilustrasi skincare (unsplash.com/Maria Lupan)

Korea Selatan juga memiliki fasilitas pengembalian pajak bagi wisatawan asing yang memenuhi persyaratan. Barang yang dibeli di toko yang masuk program tax refund umumnya harus dalam kondisi baru, belum dibuka, dan belum digunakan ketika dibawa keluar dari Korea Selatan. Ketentuan ini penting diperhatikan saat kamu ingin membeli kosmetik, produk perawatan kulit, pakaian, atau aksesori yang mungkin ingin langsung dipakai selama liburan. Jika barang sudah dibuka atau digunakan sebelum dibawa ke luar negeri, pengembalian pajaknya bisa ditolak.

Karena itu, jangan langsung membuka kemasan produk hanya karena transaksi sudah selesai atau pengembalian pajak sudah diajukan di toko. Simpan barang beserta struk dan dokumen tax refund sampai proses keberangkatan selesai. Perlu diingat bahwa berbelanja di toko berlabel tax-free gak otomatis membuat semua barang memenuhi syarat pengembalian pajak. Wisatawan tetap perlu memastikan toko tersebut berpartisipasi dalam program resmi dan mengikuti ketentuan pemeriksaan yang berlaku.

3. Kalau di Singapura barang yang sudah dikonsumsi tidak bisa mendapatkan refund

ilustrasi luxury bag (unsplash.com/Laura Chouette)

Di Singapura, wisatawan yang memenuhi persyaratan dapat mengajukan pengembalian Goods and Services Tax (GST) melalui Tourist Refund Scheme. Fasilitas ini berlaku untuk pembelian barang di toko peserta program, dengan ketentuan tertentu, termasuk nilai pembelian minimum 100 dolar Singapura dan keberangkatan melalui Bandara Changi atau Terminal Penumpang Bandara Seletar. Namun, barang yang seluruhnya atau sebagian sudah dikonsumsi di Singapura tidak memenuhi syarat pengembalian GST. Artinya, jika kamu membeli makanan, minuman, atau produk lain yang langsung dihabiskan selama liburan, jangan menganggap pajaknya tetap bisa dikembalikan.

Untuk barang seperti pakaian, tas, sepatu, atau barang elektronik, periksa ketentuan program dan pastikan barang masih tersedia saat diperlukan untuk pemeriksaan. Simpan struk asli serta bukti transaksi eTRS yang diberikan toko. Jika membeli barang berukuran besar atau barang yang akan dimasukkan ke bagasi tercatat, proses pengajuan pengembalian pajak mungkin perlu dilakukan di area keberangkatan sebelum bagasi diserahkan kepada maskapai. Dengan memeriksa prosedur sejak awal, kamu bisa menghindari situasi ketika barang sudah masuk bagasi, tetapi masih dibutuhkan untuk pemeriksaan.

4. Thailand menerapkan barang harus dibawa keluar dan dapat diperiksa

ilustrasi oleh-oleh Thailand (unsplash.com/maxine guo)

Thailand menawarkan fasilitas VAT Refund for Tourists bagi wisatawan asing yang berbelanja di toko tertentu. Barang yang memenuhi persyaratan harus dibawa keluar dari Thailand bersama wisatawan dalam jangka waktu yang ditentukan, yaitu paling lambat 60 hari sejak tanggal pembelian. Wisatawan juga perlu menyiapkan formulir pengajuan pengembalian pajak dan faktur pajak asli. Untuk pembelian yang memenuhi ambang pemeriksaan, barang harus ditunjukkan kepada petugas bea cukai sebelum melakukan check-in bagasi.

Jadi, jangan langsung menganggap barang yang sudah dibeli dan memiliki formulir pengembalian pajak bebas digunakan selama perjalanan. Walaupun ketentuan Thailand menekankan barang harus dibawa keluar dan tersedia untuk pemeriksaan, prosedur yang berlaku dapat berbeda menurut nilai serta jenis barang. Untuk barang bernilai tinggi, seperti jam tangan, perhiasan, ponsel, laptop, atau tas tertentu, pemeriksaan tambahan mungkin diperlukan setelah melewati imigrasi. Cara paling aman adalah menjaga barang tetap dalam kondisi baik, menyimpan kemasan dan dokumennya, serta memastikan barang bisa ditunjukkan ketika diminta petugas.

5. Negara-negara Uni Eropa menerapkan aturan barang perlu ditunjukkan saat keluar dari wilayah EU

ilustrasi oleh-oleh Belanda (unsplash.com/mana5280)

Wisatawan yang tinggal di luar Uni Eropa bisa mengajukan pengembalian VAT (Value Added Tax) untuk barang yang dibeli selama kunjungan, selama memenuhi persyaratan yang berlaku. Barang tersebut mesti dibawa keluar dari wilayah Uni Eropa dalam jangka waktu yang ditentukan, umumnya paling lambat tiga bulan sejak pembelian, lalu dokumen pengembalian pajaknya perlu divalidasi oleh petugas bea cukai sebelum keberangkatan. Prosedur rinci, termasuk batas minimum belanja dan cara validasi, dapat berbeda antara satu negara anggota dan negara lainnya. Karena itu, aturan di Prancis belum tentu sama persis dengan aturan di Italia, Spanyol, atau Jerman.

Dalam praktiknya, barang yang ingin diklaim pengembalian pajaknya sebaiknya tetap disimpan dan gak digunakan terlebih dahulu sampai proses pemeriksaan selesai. Jika barang sudah dipakai, kemasannya dibuang, atau barang dimasukkan ke bagasi yang sudah diserahkan kepada maskapai, kamu mungkin kesulitan menunjukkan barang tersebut saat diminta petugas. Namun, perlu dipahami bahwa aturan Uni Eropa gak bisa disamaratakan dengan ketentuan tax free di Jepang atau Korea Selatan yang secara eksplisit mensyaratkan barang belum digunakan. Sebelum berbelanja, periksa prosedur di negara tempat pembelian dan lokasi keberangkatan terakhir dari Uni Eropa.

Sebelum meninggalkan toko, tanyakan kepada kasir apakah barang yang dibeli bisa langsung digunakan atau harus tetap tersegel. Periksa juga apakah fasilitas yang diberikan merupakan pembebasan pajak saat pembayaran atau pengembalian pajak yang baru diproses menjelang keberangkatan. Simpan struk asli, formulir atau bukti transaksi pengembalian pajak, paspor, dan kemasan barang sampai proses klaim selesai. Jika barang perlu diperiksa di bandara, pastikan barang tersebut mudah dijangkau dan jangan langsung memasukkannya ke bagasi tercatat sebelum mengetahui prosedurnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article