Potret pendaki (pexels.com/Katya Wolf)
Gunung Kawi memiliki beberapa jalur pendakian yang bisa dipilih sesuai pengalaman dan preferensi para pendaki. Tiga jalur yang paling sering digunakan adalah via Precet, via Keraton, dan via Kucur dengan karakter medan yang berbeda-beda.
Jalur Precet menjadi salah satu rute yang cukup banyak dipilih pendaki. Pendaki dapat memulai perjalanan dari kawasan Precet, kemudian mengikuti Jalan Raya Wagir–Dampit hingga menuju ke Desa Tumpakkepuh. Dari desa tersebut, tersedia sejumlah petunjuk arah menuju kawasan Gunung Kawi, sehingga pendaki relatif lebih mudah menemukan titik awal pendakian.
Sementara itu, jalur Keraton juga cukup mudah diakses, karena kondisi jalannya sudah memadai untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Dari arah Malang, pendaki dapat melintasi Jalur Lingkar Barat (Jalibar) Kepanjen, lalu mengikuti penunjuk arah menuju ke Gunung Kawi.
Sebelum memasuki jalur pendakian, pendaki akan melewati kawasan Pesarean Eyang Djoego dan Keraton Gunung Kawi yang hanya berjarak sekitar tiga kilometer. Meski tidak memiliki basecamp resmi, tersedia beberapa warung, pos, hingga area istirahat yang kerap dimanfaatkan sebagai titik persiapan sebelum mendaki.
Pilihan lainnya adalah Jalur Kucur yang berangkat dari kawasan Kucur, Kecamatan Dau, Malang. Jalur ini juga tergolong mudah dijangkau, tetapi pendaki perlu lebih teliti mengikuti petunjuk arah menuju Desa Tumpang dan kawasan Gunung Kawi, karena beberapa penandanya tidak terlalu mencolok.
Selain ketiga jalur tersebut, masih terdapat beberapa akses lain yang digunakan penduduk setempat maupun komunitas pendaki. Setiap jalurnya memiliki tingkat kesulitan dan karakter medan yang berbeda-beda. Jadi, pastikan memilih rute yang sesuai dengan kemampuan fisik dan pengalaman, agar pendakian berlangsung lebih aman dan nyaman, ya!