Aturan Penggunaan Selimut dan Bantal Pesawat yang Harus Kamu Tahu

- Selimut dan bantal pesawat bukan barang gratis, harus dikembalikan setelah penerbangan.
- Aturan berbeda tiap maskapai penerbangan, penting untuk selalu memperhatikan penjelasan kru sebelum mengambil keputusan.
- Selimut sekali pakai bisa jadi pengecualian, tanyakan langsung pada awak kabin sebelum membawa pulang.
Pernah merasa selimut pesawat begitu nyaman sampai ingin membawanya pulang? Atau bantal kecil di kabin terasa pas banget untuk leher saat tidur di rumah? Tenang, kamu tidak sendirian, karena banyak penumpang punya rasa penasaran yang sama.
Namun, sebelum nekat memasukkan selimut atau bantal pesawat ke tas dan dibawa pulang, ada baiknya kamu tahu aturan resminya. Setiap maskapai punya kebijakan berbeda yang sering kali tidak disadari penumpang. Yuk, bahas satu per satu supaya perjalananmu tetap nyaman tanpa bikin cemas.
1. Selimut dan bantal pesawat bukan barang gratis

Selimut dan bantal pesawat disediakan khusus untuk digunakan selama penerbangan. Maskapai meminjamkannya agar penumpang merasa nyaman, terutama pada penerbangan jarak jauh. Artinya, barang ini bukan fasilitas yang otomatis boleh dibawa pulang.
Sebagian penumpang mengira selimut pesawat termasuk fasilitas gratis, seperti earphone. Padahal, selimut dan bantal termasuk inventaris maskapai yang harus dikembalikan. Jika dibawa tanpa izin, penumpang bisa dianggap melanggar aturan penerbangan.
2. Aturan berbeda tiap maskapai penerbangan

Tidak semua maskapai memiliki kebijakan yang sama tentang selimut dan bantal pesawat. Maskapai full service biasanya menyediakan selimut yang harus dikumpulkan kembali setelah mendarat. Sementara itu, maskapai low cost sering kali menjual selimut sebagai produk tambahan.
Jika selimut dibeli secara resmi, tentu penumpang boleh membawanya pulang. Biasanya, hal ini akan diinformasikan oleh awak kabin saat pembelian. Jadi, penting untuk selalu memperhatikan penjelasan kru sebelum mengambil keputusan.
3. Selimut sekali pakai bisa jadi pengecualian

Beberapa maskapai menyediakan selimut sekali pakai atau travel blanket. Jenis selimut ini umumnya dibungkus plastik dan dijual sebagai merchandise penerbangan. Dalam kasus ini, selimut memang dirancang untuk dimiliki penumpang.
Namun, jangan sampai tertukar dengan selimut kain standar kabin. Selimut inventaris biasanya tidak dibungkus rapi dan langsung dibagikan oleh pramugari. Perbedaan kecil ini sering terlewat, padahal dampaknya cukup besar jika salah memahami aturannya.
4. Bantal pesawat termasuk inventaris kabin

Bantal kecil yang ada di kursi pesawat juga termasuk inventaris maskapai. Bantal ini digunakan ulang setelah melalui proses pencucian dan sterilisasi. Oleh karena itu, bantal pesawat tidak boleh dibawa pulang tanpa izin.
Meski terlihat sederhana, membawa bantal pesawat bisa membuatmu ditegur awak kabin. Bahkan, pada penerbangan tertentu, barang yang hilang bisa dicatat dalam laporan kru. Risiko ini tentu tidak sebanding dengan kenyamanan sesaat yang kamu dapatkan.
5. Tanyakan langsung pada awak kabin

Jika kamu benar-benar ingin membawa selimut atau bantal pesawat, cara paling aman adalah bertanya langsung. Awak kabin akan menjelaskan apakah barang tersebut boleh dibawa atau harus ditinggalkan. Langkah ini jauh lebih bijak daripada berasumsi sendiri.
Selain menghindari masalah, bertanya juga menunjukkan sikap penumpang yang menghargai aturan. Tak jarang, kru justru menawarkan alternatif seperti membeli travel kit resmi. Jadi, kenyamanan tetap didapat tanpa rasa waswas.
Lain kali, saat menikmati hangatnya selimut pesawat, kamu sudah tahu batasannya. Perjalanan pun terasa lebih tenang karena kamu paham mana fasilitas yang boleh dinikmati dan mana yang harus ditinggalkan. Siap terbang dengan lebih cerdas dan santai?


















