5 Aturan Pesawat yang Wajib Diketahui biar Gak Kena Denda

- Dilarang bercanda soal bom dan keamanan
- Barang bawaan kabin dan bagasi wajib dipatuhi
- Dilarang merokok dan nge-vape di pesawat
Pesawat jadi moda transportasi pilihan untuk kamu yang sedang ingin bepergian jarak jauh. Namun, naik pesawat bukan cuma soal duduk manis, pakai seatbelt, lalu sampai ke tempat tujuan. Ada banyak aturan di pesawat yang wajib kamu pahami sebelum terbang, apalagi kalau kamu baru pertama kali naik pesawat.
Masalahnya, masih banyak penumpang yang cuek atau gak sadar kalau tindakan sepele bisa berujung teguran, denda, bahkan diturunkan dari pesawat. Biar perjalanan kamu aman, nyaman, dan bebas drama, ketahui lima aturan pesawat yang wajib diketahui biar gak kena denda berikut ini, ya!
1. Dilarang bercanda soal bom dan keamanan

Aturan ini kelihatannya sepele, tapi masih sering dilanggar. Bercanda soal bom, teroris, atau ancaman keamanan di bandara dan pesawat itu sangat dilarang. Meskipun niat kamu cuma bercanda ke teman atau iseng ke penumpang lain, petugas keamanan gak akan menganggap itu lucu.
Di dunia penerbangan, semua ancaman harus ditanggapi serius. Akibatnya, kamu bisa diperiksa intensif, ditahan, bahkan dikenai denda atau hukuman pidana sesuai hukum yang berlaku. Penerbangan juga bisa tertunda gara-gara satu candaan ini. Jadi, simpan candaan kamu, jangan main-main, ya!
2. Barang bawaan kabin dan bagasi wajib dipatuhi

Masih banyak penumpang yang malas baca aturan barang bawaan pesawat. Padahal, ini salah satu penyebab paling sering bikin ribet di bandara. Cairan di kabin dibatasi maksimal 100 ml per kemasan, dilarang membawa benda tajam, dan kamu boleh bawa power bank maksimal hanya 10.000 mAh.
Kalau nekat bawa barang terlarang, petugas berhak menyita atau memintamu membuang barang tersebut. Dalam kasus tertentu, kamu bisa kena denda atau ketinggalan pesawat karena pemeriksaan tambahan. Biar aman, cek ulang aturan barang bawaan di maskapai yang akan kamu gunakan sebelum packing, ya!
3. Dilarang merokok dan nge-vape di pesawat

Ini aturan klasik, tapi masih ada juga yang melanggar, terutama oleh penumpang yang gak bisa jauh dari rokok atau vape. Merokok di pesawat, termasuk di toilet, itu pelanggaran serius, lho! Alarm asap di toilet pesawat sensitif banget dan langsung terhubung ke sistem keamanan.
Kalau kamu ketahuan merokok atau nge-vape, siap-siap saja kena sanksi berat. Mulai dari denda jutaan rupiah, dilaporkan ke otoritas penerbangan, sampai masuk daftar hitam maskapai. Lebih parah lagi, pesawat bisa melakukan pendaratan darurat. Jadi, jangan merokok demi keselamatan semua orang di dalam pesawat.
4. Selalu ikuti instruksi awak kabin, jangan sok tahu!

Awak kabin bukan hanya bertugas melayani penumpang di dalam pesawat. Mereka dilatih khusus untuk menangani situasi darurat di udara. Setiap instruksi yang mereka berikan, mulai dari posisi duduk, penggunaan seatbelt, sampai larangan berdiri saat lampu tanda sabuk menyala, itu bukan formalitas saja.
Kalau kamu bandel, menolak instruksi, atau bersikap kasar ke awak kabin, kamu bisa dikategorikan sebagai penumpang tidak tertib. Konsekuensinya gak main-main, kamu bisa diturunkan dari pesawat, dilaporkan ke pihak berwajib, atau dikenai denda. Di udara, keputusan awak kabin itu mutlak demi keselamatan bersama.
5. Gunakan mode pesawat dan perangkat elektronik dengan bijak

Walaupun teknologi makin canggih, aturan soal penggunaan perangkat elektronik di pesawat tetap berlaku. Saat lepas landas dan mendarat, kamu wajib mengaktifkan mode pesawat di ponselmu. Ini penting untuk meminimalkan gangguan sinyal terhadap sistem navigasi.
Selain itu, ukuran ponsel juga harus diperhatikan. Laptop besar biasanya harus disimpan saat take off dan landing. Kalau kamu ngeyel dan tetap menggunakan perangkat elektronik saat dilarang, awak kabin berhak menegur. Kalau kamu tetap bandel, itu bisa berujung laporan pelanggaran.
Ada banyak aturan yang wajib dipatuhi sebagai penumpang saat naik pesawat. Sekali kamu melanggar, risikonya bisa panjang, mulai dari denda, proses hukum, sampai blacklist maskapai. Jadi, jangan diabaikan, ya!



















