ilustrasi mendaki gunung (unsplash.com/Jesse Desjardins)
Meski kamu sudah hitung kebutuhan air dengan cermat, selalu siapkan cadangan air sekitar 500 ml–1 liter untuk keadaan tak terduga. Air cadangan ini bisa jadi penyelamat kalau kamu tersesat, cuaca berubah ekstrem, atau sumber air di jalur ternyata kering.
Simpan air cadangan di botol terpisah dan jangan diminum kecuali benar-benar darurat. Beberapa pendaki juga membawa alat penjernih air portabel seperti filter straw, tablet klorin, atau botol dengan filter bawaan. Dengan alat itu, kamu bisa memanfaatkan air dari sungai atau mata air alami tanpa takut terkontaminasi bakteri.
Selain itu, ada baiknya kamu tahu cara membuat air layak minum darurat, misalnya dengan merebus air selama 10 menit di ketinggian. Pengetahuan kecil seperti ini bisa jadi penyelamat di kondisi ekstrem di gunung.
Jadi, berapa banyak air yang harus dibawa saat mendaki? Jawabannya gak bisa satu angka pasti karena tergantung dari durasi, medan, cuaca, dan kondisi tubuh. Tapi secara umum, membawa 3–6 liter air sudah cukup untuk pendakian sehari penuh dengan intensitas sedang.
Dengan strategi yang tepat, kamu gak cuma bisa sampai puncak dengan aman, tapi juga menikmati perjalanan tanpa kehausan berlebihan. Karena di gunung, air adalah sumber tenaga sekaligus penyelamat nyawa.