Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Berapa Denda Makan di MRT Singapura?

ilustrasi makan minum di dalam MRT Singapura
ilustrasi makan dan minum di dalam MRT (pexels.com/George Frewat)

Singapura dikenal dengan sistem transportasi publiknya yang efisien, tertib, dan bersih, terutama Mass Rapid Transit (MRT) yang menjadi andalan mobilitas warga maupun wisatawan untuk menjelajah hampir seluruh sudut kota. Namun, di balik kenyamanan tersebut, terdapat sejumlah aturan MRT Singapura yang diterapkan dengan sangat ketat, termasuk larangan makan dan minum di dalam kereta serta area stasiun.

Aturan ini bukan sekadar imbauan etika, melainkan ketentuan resmi dengan sanksi denda yang nilainya tidak sedikit. Sehingga, memahami aturan makan dan minum di MRT Singapura akan membantu perjalananmu terasa lebih aman serta nyaman, baik saat liburan maupun transit.

Sebagai bekal sebelum menggunakan MRT dan menghindari denda akibat pelanggaran kecil yang kerap tidak disadari, penting untuk memahami aturan makan dan minum yang berlaku di MRT Singapura secara menyeluruh. Oleh sebab itu, simak pembahasan lengkap berikut mengenai besaran denda, area yang termasuk larangan, serta tips penting agar perjalananmu tetap lancar, aman, dan bebas kendala.

1. Besaran denda makan dan minum di MRT Singapura

ilustrasi seseorang sedang makan minum di MRT Singapura
ilustrasi seseorang makan minum di MRT Singapura (pexels.com/Darya Grey_Owl)

Mengacu pada hukum resmi pemerintah Singapura yang diatur secara khusus dalam Rapid Transit Systems Regulations dan dipublikasikan melalui Singapore Statutes Online (sso.agc.gov.sg), konsumsi makanan serta minuman dilarang di seluruh area railway premises termasuk stasiun dan kereta MRT.

Ketentuan tersebut berlaku untuk semua bentuk konsumsi, mulai dari makanan berat, camilan, permen, hingga minuman dalam botol atau gelas. Bahkan tindakan yang kerap dianggap sepele seperti mengunyah permen karet, juga termasuk pelanggaran karena regulasi permen karet di Singapura memang diterapkan secara ketat.

Dalam regulasi yang sama, tercantum daftar offences and penalties yang menyebutkan bahwa pelanggaran terhadap aturan di area MRT dapat dikenai denda hingga 500 Dolar Singapura (SGD) atau setara dengan Rp6,5 juta. Besarnya nominal denda ini menegaskan bahwa pemerintah Singapura memandang pelanggaran makan dan minum di MRT sebagai hal serius, bukan kesalahan kecil yang bisa diabaikan.

2. Area MRT yang termasuk zona larangan

ilustrasi area stasiun MRT di Singapura
ilustrasi area stasiun MRT di Singapura (pexels.com/Calvin Seng)

Larangan makan dan minum di MRT Singapura tidak hanya berlaku saat berada di dalam kereta, tetapi juga mencakup seluruh area stasiun MRT. Area seperti peron, lorong penghubung, tangga, eskalator, hingga area bawah tanah termasuk dalam zona bebas makan dan minum yang wajib dipatuhi oleh seluruh penumpang, baik warga lokal maupun wisatawan.

Kesalahpahaman sering terjadi karena sebagian wisatawan mengira aturan makan serta minum di MRT Singapura hanya berlaku ketika kereta sudah berjalan. Padahal, sejak kamu melewati gerbang tiket dan memasuki area MRT, ketentuan tersebut sudah resmi berlaku tanpa melihat apakah kereta sudah datang atau kondisi stasiun sedang ramai maupun sepi.

Sebagai contoh, membuka botol minum di peron atau mengonsumsi camilan sambil menunggu kereta tetap dikategorikan sebagai pelanggaran. Aturan ini diterapkan secara konsisten di seluruh area MRT dan diawasi ketat melalui petugas serta kamera CCTV di berbagai titik.

3. Alasan larangan diberlakukan dan tips aman naik MRT Singapura

ilustrasi penumpang hendak naik MRT di Singapura
ilustrasi penumpang hendak naik MRT di Singapura (pexels.com/Pew Nguyen)

Alasan di balik larangan makan dan minum di MRT Singapura berkaitan erat dengan upaya menjaga kebersihan fasilitas publik. MRT digunakan oleh jutaan orang setiap hari yang menyebabkan sisa makanan, tumpahan minuman, atau bau tidak sedap berpotensi cepat mengganggu kenyamanan bersama jika tidak dikendalikan dengan baik.

Selain itu, aturan ini juga berhubungan dengan kelancaran operasional MRT. Sebab, cairan dari makanan atau minuman yang tumpah bisa merusak lantai, eskalator, hingga sistem pintu kereta, yang pada akhirnya memicu gangguan layanan dan merugikan banyak penumpang.

Berangkat dari alasan tersebut, penumpang disarankan makan dan minum sebelum memasuki area MRT serta menyimpan botol atau makanan di dalam tas selama perjalanan agar terhindar dari denda.

Jika lapar di tengah perjalanan, kamu bisa keluar melalui gerbang tiket dan memanfaatkan area komersial di sekitar stasiun, mengingat banyak stasiun MRT Singapura terhubung langsung dengan mal atau food court. Sementara itu, untuk kebutuhan medis seperti minum obat, sebaiknya lakukan dengan izin atau penjelasan sopan kepada petugas, atau menunggu hingga berada di luar area MRT agar tetap sesuai aturan.

Mengetahui besaran denda makan di MRT Singapura bisa membantumu lebih waspada saat menggunakan transportasi publik di sana. Jadi, pastikan selalu mematuhi aturan sejak memasuki area MRT agar perjalanan tetap nyaman, aman, dan bebas dari denda yang tak perlu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

5 Spot Tersembunyi di Hakuba yang Tetap Tenang saat Peak Season

05 Jan 2026, 15:45 WIBTravel