Bagi banyak pendaki, api unggun sering dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman camping di alam terbuka. Duduk melingkar bersama teman sambil menghangatkan tubuh di tengah udara pegunungan yang dingin memang mampu menciptakan suasana yang hangat dan menyenangkan.
Namun, pengalaman tersebut tidak selalu bisa dilakukan di setiap lokasi pendakian. Jika kamu berencana bermalam di Ranu Kumbolo, ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum memutuskan untuk menyalakan api unggun. Pasalnya, setiap kawasan pendakian memiliki karakteristik lingkungan dan aturan yang berbeda, terutama jika berada di area konservasi yang memerlukan perlindungan khusus.
Oleh karena itu, sebelum kamu membawa kayu bakar atau berencana membuat api unggun saat berkemah atau camping, penting untuk mengetahui terlebih dahulu ketentuan yang berlaku di kawasan Ranu Kumbolo. Memahami aturan tersebut tidak hanya membantumu menjaga keselamatan selama pendakian, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam di sekitarmu.
Lantas, sebenarnya bolehkah menyalakan api unggun di Ranu Kumbolo? Simak penjelasannya berikut ini.
