Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bule Ini Heran Kenapa Turis Suka ke Canggu Bali, padahal...
Tangkapan layar video bule di Canggu (tiktok.com/@sami_travels)

Seorang turis asing membagikan pandangannya tentang salah satu kawasan wisata populer di Bali melalui unggahan di TikTok. Melalui akun @sami_travels, ia menyatakan kebingungannya dan heran mengapa banyak wisatawan yang berlibur ke Bali selalu memilih datang ke kawasan Canggu.

Video yang diunggah pada 13 Januari 2026 itu kemudian menarik perhatian warganet. Dalam caption videonya, turis tersebut mempertanyakan popularitas Canggu yang menurut dia sangat tinggi di kalangan wisatawan internasional, padahal Pulau Dewata memiliki banyak destinasi lain yang tidak kalah menarik.

1. Mempertanyakan alasan turis selalu datang ke Canggu

Dalam caption unggahannya, pemilik akun @sami_travels ini mengaku telah berkeliling dunia selama beberapa tahun terakhir. Namun, ia menyebut Canggu sebagai salah satu tempat yang membuatnya penasaran, karena begitu sering disebut para wisatawan.

Indonesia is incredible but what’s all the fuss about for Canggu??? In 4 years of travel this is one of the very few places I will never visit again (Indonesia itu luar biasa, tetapi sebenarnya apa, sih, yang begitu diributkan tentang Canggu??? Dalam empat tahun perjalanan saya, ini adalah salah satu dari sedikit tempat yang tidak akan pernah saya kunjungi lagi),” tulisnya.

Dia berpendapat Bali memiliki banyak destinasi luar biasa dengan pemandangan alam yang indah. Namun, ia merasa Canggu tidak sepenuhnya menggambarkan keindahan tersebut. Ia pun menuliskan beberapa hal yang membuatnya tidak betah di Canggu dalam Bahasa Inggris yang artinya sebagai berikut.

"1. Pantainya bahkan tidak terlalu bagus. Indonesia adalah rumah bagi beberapa pantai terbaik di seluruh dunia. Tapi, bukan Canggu! Orang-orang asing meninggalkan kotoran anjing di mana-mana!

2. Kamu tidak bisa pergi ke mana pun tanpa terjebak macet dan berada dalam situasi yang hampir membahayakan nyawa! Tolong pakai helm!

3. Mahal!!!! Memang tergantung kamu datang dari mana, tapi dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia, Canggu itu mahal! Kalau kamu mengira nasi goreng seharga 8 Poundsterling (atau sekitar Rp180 ribu) itu murah, kamu sebenarnya sedang ditipu. Seharusnya harganya sekitar 0,80 Poundsterling (atau sekitar Rp18 ribu)! Bahkan untuk gym yang cukup bagus kamu bisa membayar sampai 200 Poundsterling (atau sekitar Rp4,5 juta).

4. Tempat ini kurang budaya dan keaslian! Sepertinya sebagian besar penduduk lokal perlahan-lahan sudah tersingkir. Bahkan “warung lokal” pun tidak dikunjungi orang lokal.

5. Tempat ini menarik tipe turis atau ekspatriat tertentu dan secara pribadi itu bukan gaya saya. Kalau ingin berteman, kamu harus termasuk dalam tipe orang tersebut.

6. Tidak ada banyak hal yang bisa dilakukan di Canggu selain pergi ke gym mahal dan makan avocado toast. Saya suka dua hal itu, tapi kalau kamu bukan orang yang suka ke gym, tidak ada yang bisa dilakukan.

7. Tidak ada yang benar-benar melakukan bagian mereka untuk menjaga lingkungan. Turis merusak negara yang indah ini! Bawa pulang sampahmu dan berikan contoh yang baik!

8. Karena pembangunan yang terlalu berlebihan, hampir tidak ada keindahan alam yang tersisa. Tidak ada sawah. Tidak ada alam.

9. Tempat ini sepertinya hanya ditujukan untuk influencer Instagram dan orang-orang kaya saja.

10. Pembangunan di mana-mana! Kalau kamu suka suara gergaji mesin saat konstruksi, maka ini tempat yang cocok untukmu."

2. Sarankan wisatawan untuk menginap di kawasan lain

Di akhir caption, pemilik akun @sami_travels juga memberikan saran bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke kawasan sekitar Canggu. Ia menyarankan agar wisatawan mempertimbangkan menginap di daerah lain yang lokasinya tidak terlalu ramai.

Salah satu kawasan yang ia rekomendasikan adalah Seseh yang menurutnya lebih tenang dibandingkan Canggu.

"TOP TIP: if you are wanting to visit Canggu.. DO NOT stay there! Book accommodation in Seseh! (Tips penting: jika kamu ingin mengunjungi Canggu, jangan menginap di sana! Pesan akomodasi di Seseh saja!)."

3. Komentar warganet

Potret beach club Canggu (unsplash.com/Cassie Gallegos)

Unggahan tersebut kemudian memicu beragam tanggapan dari warganet. Sebagian setuju bahwa Canggu memang tidak selalu cocok untuk semua wisatawan, terutama bagi mereka yang mencari suasana Bali yang lebih tenang dan alami.

Akun TikTok @thewittywearer menuliskan, "11 years ago it was empty. The Lawn was literally just the lawn selling coconut and b33rs from a van. Finn’s Beach Club was still in Uluwatu, now Sundays Beach Club. Lots of cheap guesthouses. I'm Indo and i miss the time in Canggu when the foreign tourists only knew Seminyak and Kuta (11 tahun yang lalu tempat ini masih sepi. The Lawn benar-benar hanya berupa lapangan rumput yang menjual kelapa dan bir dari sebuah van. Finn’s Beach Club masih berada di Uluwatu, yang sekarang menjadi Sundays Beach Club. Dulu juga ada banyak guesthouse murah. Saya orang Indonesia dan saya rindu masa-masa di Canggu ketika turis asing hanya mengenal Seminyak dan Kuta)."

Sementara itu, ada juga yang menilai kawasan tersebut tetap memiliki daya tarik tersendiri, khususnya bagi pekerja jarak jauh atau digital nomad yang membutuhkan lingkungan kerja yang dinamis. Akun @@aylinkko__ ikut berkomentar, "I live in Canggu and love it for a living! For tourists I don't really recommend it, there are better places to visit in Bali (Saya tinggal di Canggu dan menyukainya untuk tempat hidup! Tapi, untuk turis, saya tidak terlalu merekomendasikannya, karena ada tempat-tempat yang lebih baik untuk dikunjungi di Bali)."

Hal yang sama juga dituliskan akun @yoninutritionist, "Canggu is a good place to stay for a longer period of time, especially if you work online and want to get a lot of work done in a place that’s centrally located in Bali. It’s a great place to network with other digital nomads and be productive/creative. Then get the hell out on weekends and go explore the beautiful parts of Bali! That’s been my experience coming back every 3 years and staying for 6mos (Canggu adalah tempat yang bagus untuk tinggal dalam jangka waktu lebih lama, terutama jika kamu bekerja secara online dan ingin menyelesaikan banyak pekerjaan di tempat yang lokasinya cukup strategis di Bali. Tempat ini juga cocok untuk berjejaring dengan digital nomad lain, serta tetap produktif dan kreatif. Lalu, saat akhir pekan, pergilah keluar dan jelajahi bagian-bagian Bali yang indah! Itulah pengalaman saya yang selalu kembali setiap tiga tahun dan tinggal selama enam bulan).”

Pada akhirnya, pilihan destinasi saat berlibur di Bali memang kembali pada preferensi dan tujuan masing-masing wisatawan. Kalau sedang berkunjung ke Pulau Dewata, kawasan mana yang wajib masuk list-mu?Bagikan pendapatmu di kolom komentar, ya!

Editorial Team