Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sebut Bali sebagai Neraka di Bumi, Bule Ini Tuai Kecaman Warganet

Sebut Bali sebagai Neraka di Bumi, Bule Ini Tuai Kecaman Warganet
Potret Adine, bule asal Prancis yang bilang Bali seperti neraka di bumi (tiktok.com/adine_cass)
Intinya Sih
  • Seorang turis asal Prancis bernama Adine viral setelah menyebut Bali sebagai “neraka di bumi” dan mengimbau wisatawan asing agar tidak datang, memicu kecaman luas dari warganet.
  • Aktivis Ni Luh Djelantik menanggapi keras pernyataan Adine, menilai komentarnya menghina masyarakat dan budaya Bali serta menegaskan bahwa kualitas pengalaman wisata bergantung pada riset dan anggaran pengunjung.
  • Warganet ramai mengecam Adine, menilai keluhannya muncul karena bujet perjalanan rendah dan ekspektasi berlebihan; akibat hujatan tersebut, ia akhirnya menonaktifkan kolom komentar TikTok-nya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sebuah video yang diunggah seorang turis asal Prancis bernama Adine di TikTok memicu perdebatan di media sosial. Dalam video tersebut, ia menyebut Bali sebagai “neraka di bumi” dan bahkan mengimbau wisatawan asing untuk tidak datang ke Pulau Dewata.

Video yang diunggah pada 23 Februari 2026 itu dengan cepat viral dan menuai banyak kecaman. Warganet menilai pernyataan Adine tidak pantas, karena dianggap merendahkan masyarakat, budaya, hingga pariwisata Bali.

Table of Content

1. Sebut Bali sebagai destinasi terburuk di hidupnya

1. Sebut Bali sebagai destinasi terburuk di hidupnya

Dalam videonya, Adine menceritakan berbagai pengalaman yang menurutnya tidak menyenangkan selama berada di Bali. Ia mengaku sempat menyewa kamar di sebuah co-living di kawasan Jatiluwih. Namun, saat tiba di lokasi, ia mengatakan bahwa nama tempat tersebut berbeda dengan yang ia pesan.

Ia juga mengeluhkan pelayanan di tempat itu. Menurutnya, fasilitas yang tersedia sangat minim. Meski kamarnya bagus, ia menyebut tidak ada WiFi, lokasinya terpencil, dan bahkan tidak tersedia tisu toilet. Adine juga menyoroti kondisi jalanan di Bali yang menurutnya buruk dan berantakan. Ia mengaku sempat melihat pohon tumbang di jalan hingga menimpa seseorang.

Tak hanya soal akomodasi dan infrastruktur, Adine juga menyinggung pengalaman buruk saat menukar uang. Ia mengklaim pernah tiga kali hampir tertipu saat menukar uang di money changer di Bali. Dalam videonya, ia bahkan menyindir kepercayaan masyarakat Bali terkait karma.

Ia juga melontarkan kritik keras terhadap makanan lokal. Kata dia, makanan di Bali tidak enak dan hanya berisi nasi, serta ayam yang menurutnya tidak matang.

Di bagian akhir video, Adine semakin mempertegas pandangannya tentang Bali. Ia menyebut pulau tersebut sebagai destinasi paling buruk yang pernah ia kunjungi.

“Bali adalah destinasi terburuk di hidupku. Jangan habiskan uangmu ke sini. Pantainya sangat jelek. Cuma sawah dan air terjunnya saja yang bagus, itu pun hanya bertahan dua hari,” ucapnya dalam video.

Ia juga menyarankan wisatawan untuk berlibur ke Thailand yang menurutnya jauh lebih baik. “Mending liburan ke Thailand. Itu 100 kali lebih bagus daripada tempat ini,” katanya.

Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari warganet yang menilai komentarnya menyinggung warga Bali.

2. Ditanggapi oleh aktivis Ni Luh Djelantik

Kontroversi ini juga mendapat perhatian dari aktivis Bali, Ni Luh Djelantik. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu (8/3/2026), ia memberikan tanggapan panjang terhadap pernyataan Adine. Dalam unggahannya, Ni Luh menulis caption dalam Bahasa Inggris yang artinya sebagai berikut.

“Dear Adine, seorang influencer lain yang ingin terkenal dengan memanfaatkan Bali.

Pertama-tama:

  1. Kami meminta maaf atas jalan yang rusak, terima kasih atas pengingatnya. Kami sedang bekerja tanpa lelah untuk memperbaikinya bersama pihak berwenang setempat.
  2. Kami juga meminta maaf atas pengalaman yang kamu alami dengan money changer. Ya, memang ada banyak yang kemungkinan merupakan penipuan, itulah mengapa kamu perlu pergi ke money changer resmi, bukan memilih hanya berdasarkan nilai tukar yang tinggi.

Kamu telah menghina masyarakat kami, makanan kami, budaya kami, dan kepercayaan kami. Dengarkan, kamu mendapatkan apa yang kamu bayar. Tolong gunakan sedikit pengetahuanmu, mungkin lakukan sedikit riset tentang tempat yang akan kamu kunjungi dan anggaran yang bersedia kamu keluarkan. Bisa?

Jika kamu ingin makan seperti yang biasa kamu makan di negaramu, bersiaplah untuk mengeluarkan setidaknya 15 Euro untuk satu kali makan. Berapa banyak uang yang kamu keluarkan untuk nasi dan ayam di Bali?

Kami melakukan yang terbaik untuk melayani jutaan wisatawan yang datang ke pulau kami. Ya, kami tidak sempurna dan kami terus belajar setiap hari.

Bali tidak untuk semua orang, terutama bagi seseorang yang manja dan bertingkah seperti anak kecil, yang menghina pulau yang tidak melakukan apa pun yang buruk kepadamu.

Sebesar apa pun kamu membenci Bali, ada 6,5 juta wisatawan domestik dan 6 juta wisatawan internasional yang datang ke Bali setiap tahun.

Jadi jika berkurang satu wisatawan seperti kamu bisa membawa kedamaian bagi semua orang, maka saya sarankan kamu pergi dan membawa energi negatifmu ke tempat lain.”

3. Warganet ramai memberikan komentar

Selain tanggapan dari Ni Luh Djelantik, warganet pun ikut menanggapi video tersebut. Sebagian besar menilai pengalaman yang diceritakan Adine tidak lepas dari anggaran perjalanan yang ia keluarkan.

Akun Instagram @wandaponika menuliskan, "Ke mana pun kita berlibur, apa yg kita dapat (hotel, makanan, servis, dll) pasti sesuai budget kita. Keliatan banget kalau si caper ini jalan-jalannya paket hemat. Kalau dia ada budget, sampai hotel ada yg kakinya dibasuh & pijit ringan. Disambut penari. Best view spa with best body care. Mau fine dining, cocktail enak di Bali banyaaak! Tapi, mesti bawa duit yg banyak.”

Sementara itu, akun @darrenbasy juga menyindir pengalaman Adine yang dinilai seperti backpacker dengan ekspektasi mewah. “Backpacker budget expecting luxury experience? Hooowwwww. From the moment she said the accommodation doesn’t have reception, that’s it! Now I question how much you paid for that, and also for the chicken (Backpacker dengan bujet hemat, tapi berharap pengalaman mewah? Bagaimana bisa. Dari saat dia bilang penginapannya tidak punya resepsionis, di situ sudah jelas! Sekarang saya jadi bertanya-tanya berapa yang kamu bayar untuk tempat itu, dan juga untuk ayamnya)."

Perdebatan mengenai video ini masih terus berlangsung di media sosial. Warganet mengingatkan bahwa setiap destinasi wisata memiliki kelebihan dan kekurangan. Tak hanya itu, pengalaman wisata juga sangat dipengaruhi pilihan akomodasi, anggaran, dan riset sebelum bepergian.

Akibat ucapannya yang sembrono tersebut, akun Adelin pun dipenuhi hujatan hingga ia menonaktifkan kolom komentarnya. Hingga artikel ini ditulis, bule asal Prancis ini masih menonaktifkan kolom komentarnya di TikTok.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
Eddy Rusmanto
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu
Follow Us

Latest in Travel

See More