Muster station merupakan titik berkumpul yang telah ditentukan di kapal untuk digunakan dalam keadaan darurat. Lokasinya sebaiknya sudah diketahui penumpang sejak awal perjalanan.
8 Langkah Keselamatan saat Kondisi Darurat di Kapal Laut

Penumpang perlu mengenali alarm darurat tujuh bunyi pendek diikuti satu bunyi panjang, tetap tenang, lalu menunggu pengumuman serta arahan awak kapal.
Sebelum berlayar, penumpang sebaiknya mengetahui lokasi muster station dan perlengkapan keselamatan, termasuk jaket pelampung, serta menggunakannya hanya sesuai petunjuk.
Saat darurat, jangan bertindak sendiri atau meninggalkan kapal tanpa perintah; bantu penumpang rentan sesuai kemampuan dan tetap di titik berkumpul hingga ada instruksi lanjutan.
Naik kapal laut menjadi salah satu pilihan transportasi bagi masyarakat yang ingin bepergian antarpulau. Selama perjalanan, penumpang tentu berharap perjalanan berlangsung nyaman dan lancar hingga tiba di tujuan. Namun, seperti halnya perjalanan dengan moda transportasi lain, kondisi tertentu yang tidak terduga tetap bisa terjadi selama berada di atas kapal.
Meski tidak diharapkan, keadaan darurat dapat terjadi kapan saja selama perjalanan. Dalam kondisi seperti ini, penumpang perlu mengetahui langkah yang tepat, supaya tidak panik dan tetap dapat mengikuti prosedur keselamatan yang berlaku. Pengetahuan tersebut juga penting, agar setiap penumpang dapat memahami apa yang harus dilakukan ketika situasi di atas kapal tidak berjalan seperti biasanya.
Lantas, apa saja yang perlu dilakukan penumpang ketika menghadapi kondisi darurat di kapal? Simak penjelasannya di bawah ini, ya!
Table of Content
1. Kenali bunyi alarm keadaan darurat
Salah satu alarm yang perlu dikenali penumpang saat berada di kapal adalah bunyi tujuh kali atau lebih secara pendek, kemudian diikuti satu bunyi panjang. Jika dituliskan dalam bentuk suara, bunyinya kurang lebih seperti “tet, tet, tet, tet, tet, tet, tet, teeeeeet.”
Bunyi tersebut menandakan adanya keadaan darurat, sehingga penumpang perlu memperhatikan pengumuman dan mengikuti arahan dari awak kapal. Setelah alarm terdengar, tetap tenang dan tunggu informasi mengenai langkah yang harus dilakukan. Jika evakuasi diperlukan, penumpang akan diarahkan untuk mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.
2. Tetap tenang dan jangan panik

Potret penumpang kapal laut (pexels.com/Leyla M) Bunyi klakson yang terdengar tiba-tiba memang dapat membuat penumpang khawatir. Namun, tidak semua bunyi klakson kapal menunjukkan keadaan darurat. Arti bunyi perlu dilihat berdasarkan pola dan situasinya, karena masing-masing memiliki berbagai fungsi.
Jika mendengar bunyi yang tidak biasa, tetap tenang dan tunggu informasi dari awak kapal. Hindari berlari, berdesak-desakan, atau mengambil tindakan sendiri sebelum mengetahui instruksi yang diberikan. Sikap tenang akan membantu penumpang memahami informasi dengan lebih baik dan mengikuti prosedur keselamatan secara tertib.
3. Dengarkan pengumuman dari awak kapal
Setelah alarm berbunyi, perhatikan sistem pengumuman di kapal. Awak kapal akan memberikan informasi mengenai kondisi yang sedang terjadi, serta langkah yang perlu dilakukan penumpang.
Jangan mengabaikan pengumuman atau langsung mengikuti informasi dari penumpang lain. Dalam keadaan darurat, arahan awak kapal menjadi acuan utama, karena prosedur akan disesuaikan dengan kondisi yang sedang dihadapi. Prinsip sederhananya adalah dengar alarm, dengarkan pengumuman, lalu ikuti arahan awak kapal.
4. Ketahui lokasi muster station

Potret kapal laut (unsplash.com/ZHANG FENGSHENG) Biasanya, informasi mengenai lokasi muster station diberikan dalam pengarahan keselamatan atau tersedia di area penumpang. Luangkan waktu untuk memperhatikannya sebelum kapal berangkat. Dengan memahami lokasinya terlebih dahulu, penumpang akan lebih mudah bergerak menuju ke titik berkumpul jika sewaktu-waktu mendapatkan instruksi berkumpul.
5. Gunakan alat keselamatan sesuai petunjuk
Kapal dilengkapi berbagai peralatan keselamatan yang dapat digunakan dalam kondisi darurat, termasuk jaket pelampung dan perlengkapan lainnya. Penumpang sebaiknya mengetahui lokasi perlengkapan tersebut sejak awal perjalanan.
Jika diminta mengenakan jaket pelampung, gunakan sesuai petunjuk yang diberikan. Jangan menggunakan atau mengambil peralatan keselamatan tanpa arahan apabila belum diperlukan. Memahami cara menggunakan perlengkapan keselamatan juga penting, agar tidak kebingungan saat harus menggunakannya dalam situasi darurat.
6. Jangan langsung meninggalkan kapal

Potret naik kapal laut (pexels.com/Faruk Tokluoğlu) Mendengar alarm darurat bukan berarti penumpang harus langsung mencari cara untuk keluar dari kapal. Jangan mencoba melompat ke laut, menuju ke sekoci, atau meninggalkan area penumpang tanpa instruksi.
Jika situasi memang mengharuskan kapal ditinggalkan, awak kapal akan memberikan perintah dan mengarahkan penumpang menuju ke lokasi evakuasi. Proses tersebut dilakukan berdasarkan keputusan nakhoda dan prosedur keselamatan kapal. Oleh karena itu, tetap berada di lokasi yang diarahkan sambil menunggu instruksi merupakan langkah yang lebih tepat daripada bertindak sendiri.
7. Bantu penumpang yang membutuhkan
Jika bepergian bersama keluarga, pastikan tetap mengetahui keberadaan anggota rombongan. Namun, jangan sampai mencari anggota keluarga membuat kamu mengabaikan instruksi keselamatan atau menghambat pergerakan penumpang lain.
Penumpang juga dapat membantu orang di sekitar yang membutuhkan bantuan, seperti anak-anak, lansia, atau penumpang dengan keterbatasan mobilitas. Lakukan bantuan sesuai kemampuan dan tetap ikuti arahan awak kapal. Tetap utamakan keselamatan diri sendiri dulu, baru membantu orang lain, ya!
8. Tetap di titik berkumpul sampai ada instruksi berikutnya

Potret penumpang naik kapal (unsplash.com/Tubagus Andri Maulana) Setelah tiba di muster station, jangan langsung meninggalkan lokasi meskipun kondisi terlihat sudah tenang. Tetap dengarkan pengumuman dan tunggu arahan selanjutnya.
Awak kapal akan memberikan informasi apakah penumpang perlu tetap berada di titik tersebut, berpindah ke lokasi lain, atau mengikuti prosedur keselamatan berikutnya. Jangan mengambil keputusan sendiri sebelum situasi dinyatakan aman.
Itulah beberapa cara menghadapi kondisi darurat di kapal yang perlu diketahui sebelum bepergian. Jadi, sebelum kapal berangkat, sempatkan untuk memperhatikan pengarahan keselamatan, mengetahui lokasi muster station, dan selalu mengikuti instruksi awak kapal. Bon voyage!
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)























