ilustrasi taksi (unsplash.com/The Transport Enthusiast DC)
Setelah sampai, jangan langsung menyerahkan uang tanpa memeriksa ongkosnya. Kalau menggunakan taksi berargo, lihat jumlah yang tertera pada alat tersebut. Jika pengemudi meminta biaya tambahan, tanyakan untuk apa biaya itu dikenakan. Biaya tol atau pungutan tertentu mungkin memang dibayar terpisah, tetapi pengemudi seharusnya bisa menjelaskan biaya yang diminta.
Kalau sejak awal sudah menyepakati harga tetap, pastikan jumlah yang ditagihkan sesuai dengan kesepakatan. Misalnya, pengemudi sebelumnya menyebut harga 400, tetapi tiba-tiba meminta 700 dengan alasan yang gak jelas. Kamu bisa menunjukkan kembali pesan atau catatan harga yang sudah disetujui. Karena itu, menyimpan percakapan atau tangkapan layar penawaran bisa membantu jika terjadi perselisihan.
Simpan juga bukti pemesanan, nomor kendaraan, dan struk pembayaran jika tersedia. Kalau merasa dirugikan, informasi tersebut bisa digunakan untuk menyampaikan keluhan kepada perusahaan taksi atau layanan aplikasi. Namun, jika pengemudi mulai mengancam atau situasinya terasa gak aman, jangan memaksakan perdebatan hanya demi menghemat ongkos. Utamakan keselamatan, cari bantuan petugas atau pihak hotel, lalu laporkan kejadian setelah berada di tempat aman.
Argo tembak bisa membuat perjalanan saat liburan terasa menyebalkan, apalagi jika uang yang seharusnya dipakai untuk menikmati destinasi justru habis untuk ongkos taksi. Karena itu sebelum berangkat, cari tahu pilihan transportasi dari bandara ke penginapan dan perkiraan biayanya. Kamu juga bisa menyimpan alamat hotel dalam bahasa setempat atau menunjukkan alamatnya langsung dari ponsel agar gak terjadi salah paham selama perjalanan. Kalau kamu pernah mengalami kejadian mencurigakan saat naik taksi di luar negeri, apa yang terjadi waktu itu?