Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Terhindar dari Scam saat Traveling ke Jepang

5 min read
5 Cara Terhindar dari Scam saat Traveling ke Jepang
ilustrasi liburan di Jepang (unsplash.com/PJH)
  • Wisatawan perlu membeli JR Pass hanya melalui situs resmi atau agen yang ditunjuk, bukan tergiur harga murah dari situs yang tidak jelas.
  • Pesan hotel mendadak dan situs atau aplikasi Visit Japan Web palsu dapat mencuri data kartu; cek status melalui platform resmi dan jangan klik tautan mencurigakan.
  • Saat belanja tax-free serta makan atau hiburan malam, pahami prosedur dan rincian biaya, pilih tempat sendiri, simpan bukti transaksi, serta jangan menyerahkan data kepada pihak tak dikenal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jepang dikenal sebagai salah satu tujuan liburan favorit wisatawan Indonesia. Namun, ada beberapa modus penipuan atau scam yang memang menyasar wisatawan di Jepang, lho. Modusnya pun gak selalu berupa orang yang menghampiri di jalan lalu meminta uang.

Supaya gak salah langkah, kamu wajib mengetahui beberapa cara untuk terhindar dari scam saat traveling ke Jepang berikut ini. Dengan begitu, liburanmu bakal aman dan menyenangkan, deh!

  1. 1. Hati-hati saat beli JR Pass dari situs yang gak jelas

    ilustrasi JR Pass
    ilustrasi JR Pass (commons.wikimedia.org/Emile Donzel)

    Kalau itinerary mencakup Tokyo, Kyoto, Osaka, Hiroshima, atau kota lain dalam satu perjalanan, kamu mungkin akan mencari Japan Rail Pass (JR Pass) sebelum berangkat. Karena harganya cukup mahal, wisatawan biasanya membandingkan harga lewat Google atau media sosial dan bisa saja menemukan situs yang menawarkan tiket dengan harga berbeda dari situs resmi. Masalahnya, tidak semua situs yang memakai nama Japan Rail Pass otomatis merupakan tempat penjualan resmi.

    JR Pass resmi hanya bisa digunakan oleh wisatawan yang memenuhi syarat, dan pembelian melalui situs resminya dilakukan dengan memasukkan nama, email, serta nomor paspor. Kalau membeli lewat agen di luar Jepang, JR Group juga mencantumkan agen yang memang ditunjuk, termasuk beberapa agen yang beroperasi di Indonesia.

    Sebelum membayar, cek dulu siapa penjualnya dan apakah memang agen resmi. Jangan hanya melihat harga yang lebih murah atau tampilan situs yang terlihat profesional. Kalau membeli langsung, gunakan situs resmi Japan Rail Pass; kalau melalui agen Indonesia, pastikan nama agen tersebut memang tercantum sebagai agen penjualan yang ditunjuk.

  2. 2. Jangan percaya pesan hotel yang tiba-tiba minta pembayaran ulang

    ilustrasi booking hotel
    ilustrasi booking hotel (vecteezy.com/Sitthiphong Thadakun)

    Modus ini bisa terjadi setelah kamu merasa urusan hotel sudah selesai. Misalnya, kamu sudah memesan hotel di Tokyo melalui platform reservasi, lalu beberapa hari kemudian menerima pesan yang mengatakan pembayaran gagal, kartu kredit bermasalah, atau reservasi akan dibatalkan jika kamu gak segera melakukan pembayaran lewat tautan tertentu. Pesannya bisa terlihat meyakinkan karena mencantumkan nama hotel, tanggal menginap, bahkan informasi reservasi yang memang kamu punya.

    Ingat, jangan klik tautannya. Buka aplikasi atau situs tempat kamu melakukan reservasi secara langsung, lalu periksa status pembayaran dan kamar dari sana. Otoritas pariwisata Jepang pada Juni 2026 juga memperingatkan adanya pesan yang mengatasnamakan hotel atau situs reservasi dan mengarahkan wisatawan ke halaman palsu untuk memasukkan informasi kartu kredit.

    Kalau masih ragu, cari nomor hotel dari situs resminya dan hubungi langsung. Jangan menggunakan nomor telepon atau tautan yang tercantum pada pesan mencurigakan tersebut karena informasi tersebut bisa saja sudah dibuat oleh penipu.

  3. 3. Jangan sampai mengisi kartu kredit di Visit Japan Web palsu

    ilustrasi kartu kredit
    ilustrasi kartu kredit (pexels.com/www.kaboompics.com)

    Sebelum berangkat ke Jepang, wisatawan Indonesia mungkin sudah mengenal Visit Japan Web untuk menyiapkan prosedur kedatangan. Karena layanan ini berkaitan dengan imigrasi dan bea cukai, nama serta tampilannya cukup mudah dimanfaatkan untuk membuat situs atau aplikasi tiruan yang terlihat resmi. Jepang terkecoh oleh adanya aplikasi yang mengatasnamakan Visit Japan Web dan meminta pengguna memasukkan informasi kartu kredit.

    Padahal, Visit Japan Web tidak meminta informasi kartu kredit untuk layanan tersebut. Kalau kamu menemukan aplikasi atau halaman yang meminta nomor kartu dengan alasan pembayaran proses kedatangan, jangan diteruskan dan jangan mengunduh aplikasinya.

    Sebelum mengisi data paspor dan perjalanan, pastikan kamu masuk ke layanan Visit Japan Web melalui sumber resmi. Jangan asal mengeklik iklan atau hasil pencarian yang menggunakan nama “Visit Japan Web” karena nama layanan tersebut bisa saja dipakai oleh situs tiruan.

  4. 4. Perhatikan transaksi tax-free saat belanja oleh-oleh

    ilustrasi oleh-oleh
    ilustrasi oleh-oleh (unsplash.com/François Brémont)

    Belanja tax-free sering menjadi salah satu hal yang dicari wisatawan Indonesia untuk berburu kosmetik, pakaian, elektronik, atau oleh-oleh di Jepang. Karena sistemnya punya syarat tertentu, kamu perlu tahu apa yang sebenarnya kamu dapatkan dan bagaimana prosesnya dilakukan.

    Jangan mudah percaya kalau ada toko atau pihak tertentu yang menjanjikan pengembalian pajak dengan cara yang tidak sesuai prosedur. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah barang yang dibeli dengan fasilitas tax-free memang harus dibawa keluar dari Jepang.

    Aturan tax-free Jepang juga berubah mulai 1 November 2026, ketika sistemnya akan menggunakan metode pengembalian pajak setelah Bea Cukai mengonfirmasi bahwa barang tersebut dibawa keluar dari Jepang. Karena itu, jangan menyerahkan paspor atau data pembayaran kepada pihak yang menawarkan untuk mengurus tax-free di luar toko tanpa mengetahui siapa mereka. Kalau belanja di toko yang menyediakan fasilitas tax-free, tanyakan langsung prosedurnya kepada kasir dan simpan struk pembelian sampai kamu meninggalkan Jepang.

  5. 5. Waspadai tagihan restoran atau bar yang tiba-tiba membengkak

    ilustrasi izakaya
    ilustrasi izakaya (unsplash.com/Perry Merrity II)

    Scam lain bisa muncul ketika kamu makan atau menikmati hiburan malam. Waspada jika harga yang dibayangkan di awal ternyata berbeda jauh dengan tagihan akhir, termasuk adanya biaya tambahan yang sebelumnya gak dipahami. Di izakaya, misalnya, ada biaya otōshi berupa hidangan pembuka yang dikenakan sebagai bagian dari biaya meja; biaya ini bukan penipuan otomatis, tetapi wisatawan sebaiknya tahu terlebih dahulu apa yang akan ditagihkan.

    Kasus yang lebih serius terjadi ketika wisatawan mengikuti orang yang menawarkan bar atau tempat hiburan di jalan. Wisatawan bisa terkena scam dengan dikenai tagihan sangat tinggi, bahkan kartu kreditnya dibebankan berkali-kali dengan alasan transaksi sebelumnya gagal.

    Kalau ingin makan atau minum, pilih tempatnya sendiri dan cek harga sebelum masuk. Saat menerima tagihan, periksa satu per satu makanan, minuman, biaya meja, dan biaya layanan yang tercantum. Kalau jumlahnya gak sesuai dengan yang kamu pesan, minta penjelasan sebelum membayar dan simpan foto tagihan serta bukti transaksi.

    Scam saat traveling ke Jepang sebenarnya bisa dihindari kalau kamu gak terburu-buru mengambil keputusan saat ada tawaran, pesan, atau pembayaran yang terasa janggal. Biasakan mengecek harga, alamat, nama layanan, dan informasi pembayaran dari sumber yang kamu akses sendiri sebelum memberikan uang atau data pribadi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More