Aktivitas mendaki gunung kembali menjadi sorotan setelah erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat (8/11/2026), memakan korban jiwa. Tiga pendaki dilaporkan meninggal dunia setelah ditemukan dalam kondisi tertimbun material vulkanik tebal akibat aktivitas erupsi gunung tersebut.
Tim SAR gabungan pun resmi menutup operasi pencarian setelah seluruh korban yang sempat dinyatakan hilang berhasil ditemukan. Ketiga pendaki tersebut terdiri dari satu warga negara Indonesia dan dua warga negara Singapura.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa mendaki gunung berapi aktif bukan sekadar soal mengejar pemandangan indah atau pengalaman menantang. Gunung api aktif memiliki karakter yang jauh lebih dinamis dan sulit diprediksi dibanding gunung biasa. Aktivitas vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu, mulai dari hujan abu, lontaran material pijar, hingga peningkatan gas beracun yang berbahaya bagi pendaki.
Demi meminimalisir risiko yang terjadi, calon pendaki wajib memahami do’s and don’ts sebelum memutuskan pendakian ke kawasan gunung berapi aktif. Berikut beberapa hal di antaranya yang wajib kamu tahu, agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
