Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Berapa Lama Pendakian Gunung Binaiya di Maluku? Ini Estimasi Waktunya

Berapa Lama Pendakian Gunung Binaiya di Maluku? Ini Estimasi Waktunya
ilustrasi jalur pendakian gunung (unsplash.com/Joel Cross)

Gunung Binaiya mungkin bukan nama pertama yang muncul di kepala pendaki pemula, tapi buat para pemburu Seven Summits Indonesia, gunung ini adalah tantangan yang wajib ditaklukkan. Menjadi titik tertinggi di Kepulauan Maluku dengan ketinggian 3.027 mdpl, Gunung Binaiya menawarkan sensasi pendakian yang berbeda banget dibandingkan gunung-gunung di Pulau Jawa.

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul sebelum menyusun itinerary ke Pulau Seram tempat gunung ini berada adalah berapa lama pendakian Gunung Binaiya? Jawabannya sangat bergantung pada fisik kamu dan jalur mana yang kamu pilih. Mengingat medan di sini sangat ikonik dengan julukan "mental dibina, fisik dianiaya", kamu gak boleh sembarangan menentukan durasi perjalanan.

Yuk, simak penjelasan lengkap mengenai estimasi waktu dan tantangan mendaki atap Maluku ini!

1. Estimasi waktu berdasarkan jalur pendakian

ilustrasi jalur pendakian
ilustrasi jalur pendakian (pexels.com/Alex Moliski)

Durasi pendakian Binaiya sangat variatif. Kamu bisa menghabiskan waktu mulai dari 5 hari, 6 hari, bahkan sampai 11 hari untuk perjalanan naik dan turun. Perbedaan durasi ini ditentukan oleh pintu rimba mana yang kamu masuki.

  • Jalur Selatan (Desa Piliana): Ini adalah jalur yang paling populer dan sering dipilih pendaki. Estimasi waktu pendakian fisik biasanya memakan waktu 4-5 hari. Secara umum, pada hari ke-4 kamu sudah mencapai puncak (Top Binaiya) dan mulai turun untuk bermalam di Camp Isilali. Jalur ini lebih efisien secara waktu, tapi tetap menuntut ketahanan fisik yang prima.
  • Jalur Utara (Desa Kanikeh): Kalau kamu punya waktu luang lebih banyak dan ingin eksplorasi lebih dalam, jalur ini pilihannya. Perjalanannya jauh lebih panjang dengan estimasi mencapai 11 hari. Jalur ini biasanya dipilih oleh mereka yang ingin merasakan sensasi lintas jalur (masuk selatan keluar utara atau sebaliknya).

2. Tantangan 22 punggungan yang menguras tenaga

ilustrasi mendaki gunung curam
ilustrasi mendaki gunung curam (unsplash.com/Pablo Guerrero)

Kenapa pendakian ini memakan waktu berhari-hari? Alasannya bukan cuma soal jarak, tapi soal medan. Gunung Binaiya terkenal dengan treknya yang berbukit-bukit. Kamu tidak akan langsung menanjak terus-menerus, melainkan harus melewati sekitar 22 punggungan.

Artinya, kamu akan sering menemui kondisi "bonus" yang menipu; setelah capek-capek naik, kamu harus turun lembah lagi, lalu naik lagi ke punggungan berikutnya. Pola ini berulang berkali-kali sampai fisik dan mental kamu benar-benar diuji. Gak heran kalau slogan "fisik dianiaya" sangat melekat pada gunung ini. Tanpa manajemen waktu dan tenaga yang baik, kamu bisa kelelahan sebelum sampai ke puncak.

3. Pendakian dari titik 0 meter (sea to summit)

ilustrasi mendaki gunung curam
ilustrasi mendaki gunung curam (unsplash.com/Mathias Jensen)

Satu hal unik yang bikin durasi pendakian Binaiya terasa lama adalah karena kamu memulai perjalanan dari ketinggian 0 meter di atas permukaan laut (mdpl) atau dari pesisir pantai. Bayangkan, kamu harus menempuh vertikal sejauh 3.027 meter secara total.

Kondisi ini tidak boleh kamu remehkan. Perubahan suhu dan tekanan udara dari pesisir yang panas ke puncak yang dingin memerlukan proses aklimatisasi yang baik. Kamu tidak disarankan untuk terburu-buru mengejar waktu. Tubuh kamu butuh waktu untuk beradaptasi dengan kadar oksigen yang menipis supaya tidak terkena Acute Mountain Sickness (AMS). Jadi, durasi 5-6 hari itu sebenarnya adalah waktu ideal agar tubuh kamu tetap aman selama di perjalanan.

4. Kewajiban menggunakan guide dan porter lokal

ilustrasi porter gunung
ilustrasi porter gunung (unsplash.com/Fahrul Razi)

Mengingat Binaiya berada di kawasan Taman Nasional Manusela yang hutannya masih sangat lebat dan jalurnya menantang, kamu wajib menggunakan jasa guide dan porter lokal. Ini bukan cuma soal aturan, tapi soal keselamatan kamu.

Guide lokal sangat paham seluk-beluk hutan dan titik sumber air yang cukup langka di beberapa area. Selain itu, menggunakan jasa mereka juga membantu perekonomian masyarakat di Desa Piliana atau Kanikeh. Dengan adanya bantuan porter untuk membawa logistik, kamu bisa lebih fokus menjaga ritme napas dan kaki saat melewati jalur bebatuan karst yang tajam. Pastikan kamu sudah menyiapkan budget lebih untuk poin ini ya!

Gunung Binaiya memang tidak mudah, tapi keindahan sabana dan pemandangan laut dari puncaknya akan membayar lunas semua peluh kamu. Jadi, kapan kamu siap berangkat ke Pulau Seram? Tetap persiapkan fisik dan jangan lupa bawa sampahmu turun kembali!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

6 Fakta Unik Gunung Dukono, Pendakiannya Ditutup Selamanya

11 Mei 2026, 14:57 WIBTravel