Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Fakta Unik Gunung Dukono, Pendakiannya Ditutup Selamanya
Potret gunung berapi (pexels.com/Jeffry Surianto)

Indonesia memiliki banyak gunung berapi aktif yang tersebar di berbagai wilayah. Salah satunya Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara. Gunung ini terkenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, karena hampir terus-menerus mengeluarkan asap dan abu vulkanik.

Baru-baru ini, Gunung Dukono tercatat meletus dua kali pada Senin (11/5/2026) pagi dengan tinggi kolom abu mencapai 2.700 meter. Sebelumnya, erupsi terjadi pada Jumat (8/5/2026) yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Bahkan, gunung ini sudah meletus lebih dari 200 kali sejak Maret 2025.

Karena aktivitas vulkaniknya yang tinggi, pihak berwenang telah mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendaki gunung tersebut. Meski demikian, Gunung Dukono tetap menarik perhatian, karena memiliki berbagai fakta unik berikut ini. Simak sampai habis, ya!

1. Sejarah dan cerita rakyat yang unik

Gunung Dukono memiliki ketinggian sekitar 1.087 meter di atas permukaan laut dan dikenal sebagai salah satu gunung api tertua di Maluku Utara. Dalam bahasa lokal, nama Dukono merujuk pada gunung yang terus mengeluarkan asap dari kawahnya. Masyarakat setempat juga punya cerita rakyat tentang asal-usul gunung ini.

Dahulu, Gunung Tarakani disebut sebagai gunung yang sangat tinggi hingga akhirnya patah menjadi dua bagian, yakni Tarakani Besar dan Tarakani Kecil. Letusan besar tersebut membuat banyak warga meninggalkan kawasan sekitar, kecuali seorang nenek bernama Tolori.

Nenek Tolori dikisahkan tetap bertahan sambil mengumpulkan abu vulkanik ke dalam keranjang untuk dipindahkan ke tempat lain. Namun, tali keranjang tersebut putus dan menimpa dirinya. Tumpukan abu itulah yang kemudian dipercaya menjadi asal mula terbentuknya gunung ini.

Karena cerita tersebut, gunung ini awalnya dikenal sebagai Gunung Tolori. Namun, masyarakat kini lebih mengenalnya dengan nama Gunung Dukono yang berarti gunung berapi.

2. Aktivitas vulkaniknya sangat tinggi

Potret aktivitas vulkanik gunung berapi (pexels.com/Andrew Schwark)

Gunung Dukono tercatat aktif sejak ratusan tahun lalu. Letusan besar pernah terjadi pada 1550 dan mengubah bentang alam di sekitar Halmahera. Setelah itu, letusan kecil terus terjadi pada 1719, 1868, dan 1901. Sejak 1933 hingga sekarang, aktivitas vulkaniknya hampir tidak pernah benar-benar berhenti. Alhasil, Gunung Dukono masuk dalam daftar gunung api paling aktif di Indonesia.

3. Memiliki dua kawah aktif

Gunung Dukono memiliki dua kawah aktif, yakni Kawah Malupang dan Kawah Warirang. Kedua kawah ini terbentuk akibat letusan besar pada 1550.

Pendaki biasanya bisa melihat kepulan abu tebal dan mendengar suara gemuruh dari area kawah. Aktivitas vulkanik tersebut menjadi daya tarik tersendiri, meski tetap harus disaksikan dengan hati-hati dan didampingi pemandu.

4. Termasuk tipe gunung stromboli-volkano

Erupsi Gunung Dukono (vsi.esdm.go.id)

Gunung Dukono termasuk tipe gunung api stromboli-volkano. Artinya, gunung ini memiliki pola letusan kecil hingga sedang secara berulang dalam interval tertentu. Karakter gunung ini dipenuhi lapisan abu vulkanik, batuan lava, dan material letusan lainnya. Saat erupsi terjadi, semburan apinya sering terlihat seperti air mancur lava yang menyala.

5. Dikelilingi alam yang masih asri

Selain terkenal karena aktivitas vulkaniknya, kawasan Gunung Dukono juga punya pemandangan alam yang indah. Hutan tropis di sekitarnya menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna endemik Maluku Utara.

Kawasan ini juga sering menjadi lokasi pengamatan burung, karena memiliki banyak spesies unik. Dari puncaknya, pendaki bisa melihat hamparan laut luas yang menambah keindahan panorama sekitar gunung.

6. Jalur pendakiannya ekstrem

Potret mendaki gunung (pexels.com/pavel)

Pendakian Gunung Dukono dikenal cukup menantang. Jalurnya curam dengan medan berbatu dan tertutup abu vulkanik. Pendaki disarankan ditemani pemandu lokal, agar lebih aman saat menuju ke area kawah aktif. Kamu bisa mendapatkan panduan melalui Pos Vulkanologi atau kantor Kepala Desa di Mamuya sebelum melakukan pendakian.

Demikian beberapa fakta Gunung Dukono yang perlu kamu tahu. Meski terkenal indah dan unik, Gunung Dukono tetap menjadi gunung api aktif yang berbahaya. Pemerintah pun akhirnya memutuskan untuk menutup pendakian di Gunung Dukono selamanya demi keselamatan bersama.

Editorial Team