Kapan Waktu Terbaik ke Kazakhstan? Ini Penjelasannya!

- Kazakhstan populer bagi traveler Indonesia karena lebih ramah bujet dan pemegang paspor Indonesia dapat tinggal hingga 30 hari tanpa visa.
- Cuaca berubah ekstrem sepanjang musim: semi 2–20°C, panas 27–30°C, gugur 2–22°C, sementara musim dingin dapat mencapai minus 45°C di beberapa wilayah.
- Musim semi dan gugur dinilai paling nyaman untuk liburan; gugur lebih tenang dan murah, sedangkan panas cocok mendaki, sementara dingin kurang direkomendasikan karena suhu ekstrem serta penutupan wisata.
Baru-baru ini, negara-negara Asia Timur, seperti Kazakhstan, sedang naik daun di kalangan traveler asal Indonesia. Dibandingkan dengan Eropa, Kazakhstan juga jelas lebih ramah terhadap bujet. Terpenting, pemegang paspor Indonesia juga bisa tinggal selama 30 hari tanpa perlu ribet mengurus visa.
Namun, meski secara dokumen lebih ringan, bukan berarti kita bisa asal-asalan dalam merencanakan liburan ke Kazakhstan. Selain dokumen, pemilihan waktu juga jadi hal yang harus dipikirkan. Lantas, kapan waktu terbaik untuk berkunjung ke Kazakhstan?
1. Cuaca Kazakhstan berbeda di setiap musim

Almaty, Kazakhstan (unsplash.com/Ilyas Dautov) Sama seperti di Indonesia, cuaca di Kazakhstan juga berubah-ubah tergantung pada musim yang berlangsung. Saat musim semi tiba pada bulan Maret sampai Mei, suhu di negara tersebut cenderung sejuk, berkisar antara 2–20 derajat Celsius.
Di Almaty, rata-rata suhunya sedikit lebih hangat, yakni 8-26 derajat Celsius. Suhu ini akan semakin meningkat setelah memasuki musim panas yang berlangsung dari bulan Juni hingga Agustus. Kazakhstan sendiri memiliki iklim khas Asia, yang berarti musim panas di negara ini cukup hangat dengan suhu rata-rata 27-30 derajat Celsius.
Jika kamu tipe orang yang gak tahan suhu panas, musim gugur yang berlangsung dari September hingga November memiliki suhu yang lebih bersahabat. Memasuki musim gugur, cuaca panas berangsur-angsur menurun dengan suhu rata-rata 2–22 derajat Celsius.
Di ibu kota Almaty, suhunya berkisar antara 8-22 derajat Celsius. Terakhir, cuaca yang paling ekstrem terjadi selama musim dingin yang berlangsung dari Desember hingga Februari. Di bulan-bulan ini, suhunya bisa turun drastis hingga -45 derajat Celsius di beberapa tempat.
2. Setiap musim menawarkan pengalaman berbeda

ilustrasi pemandangan sebuah danau di Kazakhstan (unsplash.com/Polina Skaia) Bukan hanya cuaca yang berbeda, setiap musim di Kazakhstan juga menawarkan pengalaman yang berbeda. Di musim semi, tulip di ladang mulai bermekaran. Pepohonan dan perbukitan yang selama berbulan-bulan tertutup salju mulai menghijau kembali. Musim semi juga bertepatan dengan Nauryz, festival musim semi Kazakhstan yang melibatkan permainan tradisional, tarian, nyanyian, hingga atraksi di atas kuda.
Di musim panas, salju di jalur pegunungan sudah mencair. Membuat musim ini ideal untuk melakukan pendakian. Di Kazakhstan, Pegunungan Tian Shan dan Altai jadi dua destinasi yang wajib kamu taklukkan. Kamu juga bisa melihat gletser yang mencair, mengunjungi Ngarai Almaty, hingga berjemur di Pantai Laut Kaspia.
Musim gugur di Kazakhstan merupakan surganya para penggemar fotografi. Danau-danau dikelilingi oleh pepohonan berwarna merah dan kuning keemasan, dengan pegunungan tinggi menjulang sebagai latar, membuat pemandangan yang tersaji terlihat begitu apik.
Buat kamu yang punya rencana berkunjung saat musim gugur, destinasi seperti Almaty, Danau Kolsai, Ngarai Charyn, dan Taman Nasional Burabay harus masuk dalam list kamu. Beralih ke musim dingin, resor-resor di Shymbulak jadi incaran para penggemar olahraga ski atau mereka yang ingin bermain seluncur salju. Dengan kedalaman salju hingga 120 cm, area ini sangat ideal untuk olahraga tersebut.
3. Jadi ,kapan waktu terbaik ke Kazakhstan?

ilustrasi seorang turis yang berkunjung ke Kazakhstan (unsplash.com/forzaalisherka) Kazakhstan memang terbuka sepanjang tahun dan setiap musimnya memberikan pengalaman yang menarik. Namun, jika ingin memaksimalkan waktumu di sana, kamu tetap harus mencari waktu terbaik untuk berkunjung. Di Kazakhstan sendiri, musim semi dan gugur menjadi dua waktu terbaik untuk liburan. Suhunya yang gak terlalu panas atau dingin membuat perjalanan terasa nyaman.
Jika kamu mau liburan yang lebih murah dengan suasana yang tenang, musim gugur bisa jadi pilihan. Sebenarnya, musim panas juga cocok untuk wisata, malah termasuk musim ramai. Namun, suhunya yang terlalu panas membuat kita mudah merasa lelah.
Sebaliknya, musim dingin bukanlah waktu yang direkomendasikan untuk berkunjung ke Kazakhstan. Suhunya terlalu dingin dan banyak tempat wisata juga ditutup. Terutama buat orang Indonesia yang terbiasa dengan cuaca tropis, musim dingin di Kazakhstan akan terasa cukup menyiksa.
Buat kamu yang mau merasakan suasana musim gugur dengan budget lebih minimalis, Kazakhstan jelas harus masuk dalam list negara yang harus kamu kunjungi. Gak kalah dengan negara-negara Eropa, Kazakhstan juga memiliki pegunungan tinggi dengan salju di puncaknya. Danau-danau yang tenang, suasana alam yang masih terjaga, hingga kota yang tertata rapi.























