Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Banyak Wisatawan Terkena Scam Taksi di Luar Negeri?
ilustrasi taksi luar negeri (pexels.com/Tim Samuel)
  • Wisatawan kerap jadi sasaran karena belum memahami rute lokal, sehingga oknum sopir dapat memutar jalan dan menaikkan tarif argo secara drastis.
  • Kendala bahasa membuka peluang tarif tembak, sementara tawaran calo di bandara memanfaatkan penumpang lelah dengan harga taksi jauh di atas normal.
  • Kurangnya riset tentang taksi resmi membuat wisatawan berisiko menaiki taksi palsu yang menyerupai kendaraan legal, hingga menghadapi pemerasan dan gangguan keamanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saking senangnya saat liburan ke luar negeri, seseorang terkadang melupakan hal-hal kecil yang justru berdampak besar. Salah satunya adalah tata cara menggunakan layanan jasa transportasi. Taksi adalah jenis transportasi sewa yang banyak jumlahnya di luar negeri, mulai dari sekitar area bandara hingga pinggir jalan.

Namun, banyak wisatawan mengeluh atau marah karena sering tertipu oleh oknum sopir taksi ketika mereka berlibur ke luar negeri. Kenapa banyak sekali wisatawan yang terkena scam taksi di luar negeri? Untuk menjawab rasa penasaran kamu, ada beberapa alasan banyak traveler terkena penipuan oleh oknum taksi luar negeri.

1. Tidak paham rute lokal yang masih asing

ilustrasi seseorang sedang melihat sebuah rute pada peta digital (pexels.com/Theo Decker)

Untuk kamu yang baru pertama kali berlibur ke luar negeri, pasti ada ketidaktahuan soal rute jalan di sekitar meskipun ada petunjuk jalan dan peta digital seperti Google Maps. Jangankan di luar negeri, kita saja masih kebingungan jika berkunjung ke daerah-daerah di dalam negeri. Melihat kebingungan kamu sebagai penumpang, itulah yang akan menjadi sasaran empuk bagi oknum sopir nakal.

Karena tidak tahu rute yang akan dilalui, kamu jelas akan pasrah dan mempercayai oknum sopir tersebut. Di saat bersamaan, sopir tersebut akan membawa kamu berputar-putar terlebih dahulu. Alhasil, tarif argo akan melonjak drastis, yang membuat kamu harus mengeluarkan sejumlah uang yang jauh lebih besar nominalnya.

2. Kendala bahasa yang sering kali membuat komunikasi tidak satu frekuensi

ilustrasi dua orang sedang mengobrol (pexels.com/William Fortunato)

Bermodalkan bahasa Inggris saja ternyata tidak cukup untuk menjadi bahasa pengantar jika berkunjung ke suatu negara. Nyatanya, masih banyak warga lokal di sebuah negara yang hanya bisa berbahasa setempat, termasuk sopir taksi di luar negeri. Kondisi kesulitan berkomunikasi karena terkendala bahasa bisa menjadi celah bagi sopir taksi nakal untuk memanfaatkan momen tersebut.

Alih-alih menggunakan tarif argo, mereka lebih sering menembak harga karena mengobrol pun takkan bisa nyambung. Meskipun banyak sopir taksi di luar negeri yang jujur, tetap saja ada oknum sopir yang justru berpura-pura tidak bisa berbahasa Inggris demi memanfaatkan keuntungan yang berlipat ganda tersebut.

3. Tergiur oleh tawaran manis calo

ilustrasi seseorang memasuki taksi di luar negeri (pexels.com/Ono Kosuki)

Perjalanan panjang di udara sering kali membuat kamu kelelahan dan ingin cepat-cepat tiba di tempat penginapan. Jangan salah, gerbang terminal kedatangan di bandara adalah sarang utama para calo yang akan menawarkanmu untuk menaiki taksi dengan cepat. Dari sinilah banyak orang menyetujui dan akhirnya terjebak oleh tarif yang begitu mahal.

Kamu biasanya akan disambut dengan ramah oleh para calo itu dan diberikan tawaran taksi di luar negeri dengan embel-embel tanpa antre dan proses cepat. Kebanyakan taksi luar negeri yang melalui perantara calo jelas tidak akan menggunakan tarif argo, melainkan harga tembak. Itulah kenapa taksi luar negeri yang ditawarkan oleh calo akan memiliki tarif berkali-kali lipat dari harga normalnya.

4. Kurangnya riset soal jenis taksi resmi setempat

ilustrasi taksi luar negeri (pexels.com/Rodolfo Clix)

Hal-hal kecil seperti inilah yang sering terlewati oleh para traveler yang ingin berlibur ke luar negeri. Mencari tahu jenis taksi resmi setempat dan cara membedakannya dengan taksi palsu adalah hal mendasar yang justru penting ketika kamu ingin berpindah dari satu destinasi ke destinasi lain atau ingin mengunjungi kota lain di satu negara. Situs resmi negara juga tentu memiliki pedoman soal taksi luar negeri yang bisa kamu cari tahu dengan mudah dari internet.

Yang harus kamu tahu, taksi palsu di luar negeri ini sangat terorganisir. Mereka bisa menyerupai taksi resmi, mulai dari tulisan "Taxi" di atas kepala mobil, kode unik di beberapa sisi mobil, hingga pelat nomor. Jika kamu salah sedikit saja, kamu bisa terjebak di taksi luar negeri palsu ini dan kejahatan bisa menimpa kamu, termasuk pemerasan.

Kasus taksi di luar negeri yang banyak menipu wisatawan membuktikan bahwa kita sebagai traveler harus lebih hati-hati dan teliti saat ingin menaiki kendaraan di luar negeri. Bukan hanya soal dana liburan yang terkuras, keamanan dan kenyamanan liburan di luar negeri bisa terganggu hanya karena oknum sopir taksi tersebut.

Dari keempat poin yang telah dibahas sebelumnya, kamu jadi sudah tahu kenapa banyak wisatawan yang terkena scam taksi di luar negeri, kan? Jangan sampai jadi korban, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article