Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Penyebab Solo Traveler Sering Kena Scam di Negara Orang

5 Penyebab Solo Traveler Sering Kena Scam di Negara Orang
Ilustrasi wanita di bandara (pexels.com/Gustavo Fring)
Intinya Sih
  • Solo traveler sering jadi target scam karena terlihat bingung, kurang rencana, dan mudah dimanipulasi oleh orang asing yang menawarkan bantuan palsu.

  • Terlalu percaya pada orang baru serta minim riset tentang modus penipuan di negara tujuan membuat traveler lebih rentan tertipu.

  • Mengaku bepergian sendiri atau tergiur tawaran harga murah tanpa verifikasi sering dimanfaatkan scammer untuk menipu wisatawan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Traveling sendirian ke luar negeri memang seru dan penuh pengalaman baru. Namun di balik kebebasan itu, ada juga risiko yang sering mengintai para solo traveler, salah satunya adalah scam atau penipuan. Banyak pelaku scam memang sengaja mengincar wisatawan yang terlihat sendirian karena dianggap lebih mudah dimanipulasi.

Fenomena ini bukan hal baru, apalagi di kota wisata yang ramai turis. Mulai dari modus harga palsu, taksi ilegal, sampai ajakan tur dadakan sering bikin traveler kehilangan uang tanpa sadar. Supaya perjalanan kamu tetap aman dan nyaman, penting banget memahami penyebab solo traveler sering kena scam di negara orang.

1. Terlihat bingung dan tidak memiliki rencana matang

Potret solo traveler
Potret solo traveler (pexels.com/Abhi Manue)

Salah satu alasan utama solo traveler gampang jadi target scam adalah karena terlihat bingung saat berada di tempat baru. Misalnya terlalu sering melihat peta di pinggir jalan, bolak-balik mengecek arah, atau terlihat panik ketika mencari transportasi umum. Pelaku scam biasanya jeli melihat bahasa tubuh seperti ini.

Ketika kamu tampak tidak tahu tujuan atau tidak punya rencana jelas, orang asing bisa dengan mudah mendekat dan menawarkan bantuan palsu. Awalnya memang terlihat ramah, tetapi ujung-ujungnya bisa meminta bayaran mahal atau membawa kamu ke tempat tertentu yang merugikan.

Makanya sebelum bepergian, usahakan sudah punya gambaran itinerary sederhana. Kamu gak harus membuat jadwal super detail, tetapi minimal tahu lokasi hotel, transportasi, dan tempat wisata yang ingin dikunjungi.

2. Terlalu mudah percaya pada orang asing

Ilustrasi traveler kuliner
Ilustrasi traveler kuliner (unsplash.com/Angelyn Sanjorjo)

Bersikap ramah saat traveling memang bagus, tetapi terlalu percaya pada orang asing juga bisa berbahaya. Banyak scam terjadi karena traveler langsung percaya pada orang yang baru dikenal, apalagi kalau orang tersebut terlihat sopan dan membantu.

Contohnya seperti diajak ke toko tertentu, ditawari tur murah, atau dibantu membeli tiket. Beberapa scammer bahkan punya cara bicara yang meyakinkan sehingga korban merasa aman. Padahal setelah mengikuti ajakan tersebut, traveler malah diminta membayar mahal atau mengalami penipuan lain.

Kamu tetap boleh berteman dengan orang baru selama traveling. Namun jangan langsung percaya begitu saja, terutama jika sudah menyangkut uang, dokumen pribadi, atau informasi penting lainnya.

3. Kurangnya riset dan persiapan

Traveler perempuan
Traveler perempuan (unsplash.com/iam_os)

Kurang riset sebelum berangkat juga menjadi penyebab solo traveler sering kena scam di luar negeri. Banyak traveler terlalu fokus mencari tempat wisata keren, tetapi lupa mempelajari modus penipuan yang sering terjadi di negara tujuan.

Padahal setiap negara biasanya punya scam khas yang sering menargetkan turis. Ada yang terkenal dengan taksi tanpa argo, penukaran uang palsu, sampai modus gelang gratis yang ternyata harus dibayar mahal. Kalau kamu tidak tahu informasi ini sejak awal, kemungkinan tertipu jadi lebih besar.

Sebelum berangkat, coba luangkan waktu membaca forum traveling atau pengalaman traveler lain. Informasi sederhana seperti harga transportasi normal atau area yang rawan scam bisa sangat membantu menjaga keamanan selama perjalanan.

4. Mengaku atau terlihat jelas sebagai "solo traveler"

Ilustrasi traveler
Ilustrasi traveler (pexels.com/Porapak Apichodilok)

Terkadang tanpa sadar, traveler sendiri yang memberi tahu bahwa dirinya sedang bepergian sendirian. Misalnya terlalu sering mengatakan “saya traveling sendiri” kepada orang yang baru dikenal atau mengunggah lokasi secara real-time di media sosial.

Bagi scammer, solo traveler dianggap target empuk karena tidak punya teman untuk berdiskusi atau membantu mengambil keputusan. Mereka berpikir korban akan lebih mudah ditekan, dibingungkan, atau dipengaruhi.

Selain itu, traveler yang sendirian biasanya terlihat lebih fokus menjaga barang sendiri sehingga mudah terdistraksi. Karena itu, ada baiknya kamu tetap terlihat percaya diri dan tidak terlalu banyak membagikan informasi pribadi kepada orang asing.

5. Tergiur tawaran harga murah dan "too good to be true"

Ilustrasi seorang traveler
Ilustrasi seorang traveler (pexels.com/Shvets Anna)

Siapa sih yang tidak suka harga murah saat traveling? Namun justru rasa ingin hemat sering dimanfaatkan scammer untuk menjebak wisatawan. Tawaran hotel super murah, tiket wisata dadakan, atau transportasi dengan harga jauh di bawah normal sering kali berujung penipuan.

Istilah too good to be true memang sangat relevan dalam dunia traveling. Kalau sebuah tawaran terdengar terlalu sempurna, kamu wajib lebih waspada. Banyak traveler kehilangan uang karena langsung tergiur tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu.

Sebelum menerima penawaran apa pun, coba bandingkan harga dengan informasi resmi atau aplikasi terpercaya. Sedikit lebih mahal biasanya jauh lebih aman dibanding harus kehilangan uang karena scam.

Menjadi solo traveler memang memberikan pengalaman yang menyenangkan dan penuh kebebasan. Namun kamu juga perlu lebih waspada karena scam terhadap wisatawan masih sering terjadi di berbagai negara. Dengan persiapan matang, riset yang cukup, dan sikap hati-hati, risiko terkena penipuan bisa diminimalkan.

Traveling aman bukan berarti harus curiga kepada semua orang, tetapi lebih kepada memahami situasi dan mengambil keputusan dengan bijak. Jadi sebelum berangkat liburan berikutnya, pastikan kamu sudah membekali diri dengan informasi yang cukup agar perjalanan tetap nyaman dan bebas drama scam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More