Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Harga Hotel Naik Turun? Ternyata Ada Strateginya

Kenapa Harga Hotel Naik Turun? Ternyata Ada Strateginya
ilustrasi hotel (unsplash.com/Vojtech Bruzek)
Intinya Sih
  • Harga hotel berubah mengikuti sistem harga dinamis dan tingkat permintaan.

  • Okupansi, hari menginap, dan acara besar dapat memengaruhi tarif kamar.

  • Platform dan waktu pemesanan juga menentukan harga yang didapat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pernahkah kamu membuka aplikasi pemesanan hotel dan menemukan harga kamar yang sama berubah hanya dalam hitungan jam? Hari ini Rp500 ribu, besok bisa naik menjadi Rp700 ribu. Bahkan, kadang setelah beberapa hari dicek lagi, harganya malah turun.

Banyak orang mengira harga hotel hanya dipengaruhi oleh musim liburan atau akhir pekan. Padahal, sistem penentuan harga hotel jauh lebih kompleks dari itu. Hotel modern menggunakan berbagai data untuk menentukan tarif kamar setiap hari, bahkan setiap saat. Inilah alasan kenapa harga hotel bisa berbeda-beda meski kamarnya sama.

1. Hotel menggunakan sistem harga dinamis

ilustrasi hotel
ilustrasi hotel (unsplash.com/visualsofdana)

Saat ini, sebagian besar hotel menerapkan sistem harga dinamis (dynamic pricing). Artinya, harga kamar tidak ditetapkan secara permanen, tetapi terus disesuaikan berdasarkan kondisi pasar. Ketika permintaan meningkat, harga ikut naik. Sebaliknya, saat permintaan rendah, hotel akan menurunkan tarif agar kamar tetap terisi. Karena itulah, harga yang kamu lihat hari ini belum tentu sama dengan harga yang muncul besok.

2. Tingkat okupansi sangat berpengaruh

ilustrasi menginap di hotel
ilustrasi menginap di hotel (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Salah satu faktor terbesar yang menentukan harga hotel ialah tingkat okupansi atau jumlah kamar yang sudah terjual. Jika sebuah hotel memiliki 100 kamar dan 80 di antaranya sudah terisi, manajemen biasanya akan menaikkan harga untuk sisa kamar yang tersedia. Tujuannya tentu untuk memaksimalkan pendapatan.

Sebaliknya, jika masih banyak kamar yang kosong menjelang tanggal menginap, hotel biasanya menawarkan diskon untuk menarik lebih banyak tamu. Langkah ini dilakukan agar tingkat hunian tetap tinggi. Pasalnya, kamar yang tidak terjual pada malam itu akan menjadi peluang pendapatan yang hilang dan tidak bisa dijual kembali keesokan harinya.

3. Hari kerja dan akhir pekan punya pola berbeda

ilustrasi resepsionis hotel
ilustrasi resepsionis hotel (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Harga hotel juga sering berubah berdasarkan hari dalam seminggu. Di kawasan wisata, akhir pekan biasanya lebih mahal karena banyak orang bepergian untuk liburan singkat. Namun, di kota-kota bisnis, kondisi bisa berbeda. Justru hari kerja sering kali lebih mahal karena banyak tamu datang untuk urusan pekerjaan. Itu sebabnya, hotel yang sama bisa memasang tarif berbeda antara Senin dan Sabtu meski jarak tersebut hanya beberapa hari.

4. Ada acara besar di sekitar lokasi hotel

ilustrasi konser musik
ilustrasi konser musik (pexels.com/Wendy Wei)

Konser, festival, pameran, wisuda kampus, hingga pertandingan olahraga dapat membuat harga hotel melonjak drastis. Saat ada acara besar, jumlah pengunjung yang membutuhkan penginapan meningkat dalam waktu singkat. Hotel mengetahui adanya lonjakan permintaan tersebut dan biasanya akan menyesuaikan harga. Fenomena ini sering terlihat di kota-kota tujuan wisata atau pusat penyelenggaraan acara nasional. Bahkan, kamar hotel yang biasanya terjangkau bisa naik 2 hingga 3 kali lipat ketika ada acara besar.

5. Cara pemesanan juga bisa memengaruhi harga

ilustrasi hotel
ilustrasi hotel (unsplash.com/@phife)

Banyak orang tidak menyadari bahwa harga hotel bisa berbeda tergantung dari tempat mereka memesan. Sebuah hotel mungkin menawarkan tarif tertentu di web resminya, sementara aplikasi pemesanan daring menampilkan harga yang sedikit berbeda karena adanya promo, cashback, atau kerja sama khusus. Selain itu, beberapa platform menggunakan algoritma yang memberikan penawaran berbeda berdasarkan lokasi pengguna, status keanggotaan, atau program loyalitas tertentu. Karena itu, membandingkan harga di beberapa platform sebelum memesan sering kali bisa menghemat cukup banyak biaya.

6. Waktu pemesanan turut menentukan tarif

ilustrasi hotel
ilustrasi hotel (unsplash.com/Vojtech Bruzek)

Kapan kamu memesan hotel juga berpengaruh terhadap harga yang didapat. Untuk beberapa destinasi populer, memesan jauh-jauh hari sering memberikan harga yang lebih murah. Namun, pada kondisi tertentu, hotel justru menawarkan diskon mendadak menjelang tanggal menginap untuk mengisi kamar yang masih kosong. Tidak ada aturan yang selalu berlaku untuk semua hotel. Namun, secara umum, pemesanan terlalu mepet saat permintaan sedang tinggi biasanya membuat harga menjadi lebih mahal.

Pada dasarnya, hotel berusaha menyeimbangkan antara jumlah kamar yang tersedia dan jumlah tamu yang ingin menginap. Untuk mencapai tujuan tersebut, mereka menggunakan sistem harga yang fleksibel dan terus diperbarui sesuai kondisi pasar. Jadi, jika suatu hari kamu menemukan harga hotel berubah drastis, itu bukan karena kesalahan sistem. Kemungkinan besar hotel sedang menyesuaikan harga berdasarkan permintaan yang terjadi saat itu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More