Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Harga Tiket Pesawat ke Jepang saat Musim Semi Mahal?
ilustrasi pesawat Japan Airlines (unsplash.com/David Syphers)
  • Musim semi di Jepang jadi puncak wisata karena mekarnya bunga sakura dan libur Golden Week, membuat permintaan tiket pesawat melonjak tajam.
  • Maskapai menerapkan sistem dynamic pricing yang menyesuaikan harga tiket secara real-time berdasarkan permintaan dan ketersediaan kursi.
  • Fenomena overtourism serta kenaikan biaya operasional penerbangan turut mendorong harga tiket ke Jepang semakin mahal saat musim semi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Musim semi merupakan waktu terbaik untuk pelesir ke Jepang. Dilansir Japan Tours, angka tertinggi sepanjang masa yang tercatat pada periode tersebut adalah April 2025 sebanyak 3,9 juta orang. Karena itu, musim semi tahun ini, Jepang diprediksi akan kembali mengalami lonjakan wisatawan asing yang melampaui rekor tersebut pada 2026, lho.

Dengan tingginya volume wisatawan asing tersebut, siap-siap merogoh kocek yang lebih dalam untuk menikmati keindahan Jepang yang magis bak di negeri dongeng. Terutama dari segi transportasi dan akomodasi, nih. Selain peak season, kira-kira kenapa tiket pesawat ke Jepang saat musim semi mahal, ya? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

1. Puncak musim mekarnya bunga sakura

ilustrasi musim semi di Jepang (unsplash.com/Yu Kato)

Musim semi merupakan puncak musim bunga sakura di Jepang ataupun yang disebut hanami. Banyak wisatawan asing dari seluruh dunia yang ingin melihat langsung keindahan bunga sakura saat mekar, nih. Karena itu, momentum ini merupakan salah satu penyebab harga tiket pesawat menuju Jepang melonjak tajam.

Dilansir Japan National Tourism Organization, hanami di Jepang tahun ini diperkirakan akan terjadi lebih awal, yakni pada akhir Maret hingga awal April 2026 di kota-kota utama, seperti Tokyo, Kyoto, hingga Osaka. Tokyo diprediksi akan mencapai puncak mekar (full bloom) pada 26—29 Maret 2026, sedangkan Kyoto dan Osaka sekitar 1—2 April 2026.

2. Libur nasional Golden Week

ilustrasi musim semi di Jepang (unsplash.com/HANVIN CHEONG)

Musim semi juga bertepatan dengan libur nasional Golden Week di Jepang. Pastinya, tiket pesawat juga akan naik drastis karena tingginya permintaan (high season) akibat libur panjang dan warga Jepang biasanya akan melakukan perjalanan domestik maupun internasional secara bersamaan.

Wisatawan Indonesia yang akan pelesir ke Jepang pun bakal terkena imbasnya. Harga pesawat dari Jakarta menuju Jepang akan menjadi begitu mahal. Selain itu, harga sewa hotel dan tiket transportasi domestik seperti Shinkansen juga melonjak, serta tempat wisata sangat ramai oleh warga lokal.

3. Sistem dynamic pricing

ilustrasi pesawat Japan Airlines (unsplash.com/Ryuno)

Sebagian besar maskapai yang melayani penerbangan ke Jepang juga akan menerapkan sistem dynamic pricing saat musim semi. Langkah ini diambil sebagai strategi penetapan harga fleksibel, di mana harga tiket pesawat berubah secara real-time berdasarkan permintaan, ketersediaan stok, hingga faktor waktu.

Jika memiliki rencana ke Jepang saat musim semi, sebaiknya pesan tiket pesawat jauh-jauh hari atau maksimal 45 hari sebelum keberangkatan. Selain itu, gunakan berbagai platform untuk membandingkan harganya dan mendapatkan penawaran terbaik dari maskapai.

4. Overtourism

Gunung Fuji di Jepang saat musim semi (unsplash.com/JJ Ying)

Jepang terus mengalami overtourism pasca masa pandemik. Hampir sepanjang tahun, Jepang selalu dipadati oleh wisatawan asing dari seluruh dunia. Nah, bisa dibayangkan seberapa banyak orang yang ingin berkunjung ke Jepang untuk melihat mekarnya bunga sakura saat musim semi 'kan?

Fenomena overtourism yang semakin parah saat musim semi ini juga membuat tiket pesawat ke Jepang naik berkali-kali lipat, nih. Untuk membatasi akses ke area populer, seperti Kyoto dan Gunung Fuji di periode ini, pemerintah setempat merespons dengan menetapkan harga ganda bagi wisatawan asing hingga menaikkan pajak penginapan.

5. Kenaikan biaya operasional pesawat

ilustrasi pramugari membantu penumpang (pixabay.com/StockSnap)

Lonjakan permintaan penumpang saat musim semi di Jepang juga membuat biaya operasional pesawat ikut naik, lho. Keterbatasan armada memaksa sebagian besar maskapai akhirnya menambah extra flight dan staf ground handling.

Selain itu, adanya peningkatan volume bagasi saat peak season juga memerlukan penanganan lebih dan potensi biaya tambahan. Maka dari itu, siapkan bujet lebih jika berencana untuk liburan ke Jepang saat musim semi, ya. Namun, pengeluaran yang sedikit gendut ini akan terbayar dengan keindahan bunga sakura yang bermekaran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team