Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Pendaki Dilarang Memberi Makan Hewan Liar di Gunung?
ilustrasi monyet liar (pexels.com/Fahad Puthawala)
  • Memberi makan satwa liar di gunung dilarang karena camilan pendaki yang tinggi gula dan garam bukan makanan alami, sehingga dapat mengganggu pencernaan hingga berakibat fatal.
  • Kebiasaan menerima makanan dari manusia dapat menghilangkan naluri berburu satwa, membuatnya bergantung pada pendaki, serta memicu pencurian logistik dan kerusakan tenda.
  • Pemberian makanan mengganggu keseimbangan ekosistem, termasuk peran satwa sebagai penyebar biji, serta berisiko memicu persaingan makanan dan penyebaran penyakit antarspesies.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memberi makan hewan di gunung adalah hal yang dilarang keras dan tertulis jelas bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari pelanggaran hukum. Alasan utamanya jelas karena memberi makan hewan liar di gunung akan berdampak besar bagi satwa-satwa tersebut, bahkan di sekitarnya. Sayangnya, masih ada pendaki nakal yang menyepelekan aturan resmi yang berlaku di gunung tersebut.

Akan tetapi, sebenarnya kenapa memberi makan hewan liar di gunung sangat dilarang? Untuk menjawab rasa penasaranmu, kali ini akan dibahas beberapa alasan utama yang membuat semua gunung menerapkan aturan resmi, baik tertulis maupun lisan, mengenai pemberian makan kepada hewan liar.

1. Makanan yang diberikan bukanlah makanan alami mereka

ilustrasi biskuit (pexels.com/Marcos Sánchez )

Setiap pendaki pasti akan membawa barang-barang mendaki seperlunya saja untuk meringankan beban bawaan, termasuk logistik makanan. Para pendaki tentu saja membawa bahan makanan dan beberapa makanan yang mereka butuhkan untuk dimakan selama pendakian. Nah, makanan seperti biskuit atau camilan gurih itulah yang biasanya diberikan oleh oknum pendaki kepada satwa liar di gunung.

Kadar gula dan garam yang tinggi jelas-jelas bukanlah bagian dari makanan alami yang biasa mereka makan sehari-hari. Dampaknya jelas akan mengenai sistem pencernaan hewan liar tersebut, tak jarang juga bisa berujung fatal.

2. Hilangnya naluri dan insting berburu alami

ilustrasi monyet liar (pexels.com/Fahad Puthawala)

Sejak kecil, setiap hewan liar dilatih untuk memiliki naluri dan insting berburu agar bisa bertahan hidup berdampingan dengan banyak satwa lainnya yang bisa menjadi ancaman alami. Kebiasaan berburu secara mandiri atau berkelompok akan melatih mereka untuk memudahkan mendapatkan makanan karena sudah menjadi kebiasaan harian. Hal itu bisa saja hilang sekejap karena ulah pendaki yang tidak memiliki rasa tanggung jawab.

Ketika seseorang memberi makan kepada hewan liar di gunung, ia akan berpikir bahwa mendapat makanan akan jauh lebih mudah dibandingkan dengan berburu secara alami yang membutuhkan waktu berjam-jam. Apa dampaknya? Satwa tersebut akan mengalami perubahan perilaku yang menjadikan mereka malas berburu dan selalu bergantung pada makanan yang diberikan oleh pendaki setiap harinya.

3. Pemicu utama pencurian logistik makanan pendaki saat malam hari

ilustrasi beberapa tenda di area camp saat malam hari (pexels.com/Renzo Tirado)

Seperti yang dikatakan sebelumnya, hewan liar di gunung akan sangat bergantung pada pendaki karena kebiasaan buruk memberi makan sembarangan. Yang harus kamu ketahui adalah bahwa hewan-hewan liar tersebut sangat cerdas dan mudah beradaptasi dengan perilaku baru mereka, lho. Kehadiran manusia bisa mereka gunakan sebagai sumber makanan karena hampir setiap hari selalu ada pendaki yang menaiki gunung.

Jika kamu pernah mendengar atau bahkan mengalami logistik makanan yang dicuri oleh hewan liar di gunung, penyebab utamanya sudah bisa dipastikan dari kebiasaan buruk ini. Mereka sangat pintar untuk mencuri makanan yang lupa ditutup rapat oleh pendaki hingga tak jarang juga mereka merusak kain tenda hingga robek.

4. Mengganggu keseimbangan ekosistem alam di gunung

ilustrasi pohon-pohon di gunung (pexels.com/Heber Vazquez)

Setiap hewan di gunung pasti memiliki hubungan yang erat satu sama lain dalam satu lingkup ekosistem alam di gunung. Hewan seperti monyet liar sering memakan biji-bijian dan buah. Mereka memiliki peran penting sebagai penyebar biji buah alami agar pohon-pohon dan tumbuhan di gunung bisa terus tumbuh dan berganti. Jika tidak ada peran itu, tak menutup kemungkinan bahwa vegetasi hutan di gunung akan terbuka lebar karena pertumbuhan pohon-pohon yang sangat lambat.

Selain itu, memberi makan hewan-hewan liar di gunung akan memicu berkumpulnya banyak spesies hewan atau koloni yang berbeda. Apa dampaknya? Mereka bisa saja saling bertarung satu sama lain karena tidak mendapat bagian makanan atau bahkan saling menyebarkan penyakit antarspesies.

Tak ada alasan untuk seseorang memberi makan hewan liar di mana pun. Salah satunya adalah di gunung. Semakin banyak perilaku buruk yang dianggap remeh tersebut secara tidak langsung akan membunuh keragaman hayati yang ada di alam liar secara perlahan-lahan. Dari keempat poin yang telah dibahas sebelumnya, kamu jadi sudah tahu kenapa pendaki dilarang memberi makan hewan-hewan liar di gunung, kan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article