Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Pendaki Tetap Wajib Membawa Uang Cash saat Mendaki?
ilustrasi sekelompok pendaki (pexels.com/Álvaro Arcelus)
  • Uang tunai diperlukan untuk membayar registrasi atau SIMAKSI serta kebutuhan di basecamp, termasuk makan di warung yang mungkin belum menerima pembayaran digital karena kendala sinyal.

  • Pendaki perlu menyiapkan cash untuk jasa ojek gunung, yang dapat menjadi pilihan atau keharusan di jalur tertentu dan umumnya dibayar langsung kepada pengemudi.

  • Cash berfungsi sebagai dana darurat untuk membeli logistik di tengah jalur atau menyewa porter dadakan ketika pendaki kehabisan bekal maupun mengalami cedera.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Selain kesiapan fisik, mental, dan semua peralatan pendakian, ada satu hal yang sering kali pendaki lupakan. Membawa uang cash adalah satu hal penting saat mendaki gunung. Meskipun terdengar sepele, bagi orang yang sudah sering mendaki gunung pasti sudah tahu alasannya.

Selalu sedia uang yang cukup adalah cara pendaki untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa menjadi darurat. Kali ini, akan dibahas alasan kenapa pendaki tetap diwajibkan membawa uang cash saat mendaki gunung. Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

1. Untuk membayar biaya registrasi pendakian dan antisipasi jika ingin membeli makan di area basecamp

ilustrasi mengisi data diri (pexels.com/RDNE Stock project)

Saat kamu ingin mendaki gunung, tentu saja ada biaya registrasi atau SIMAKSI yang harus kita bayar. Meskipun sebagian gunung sudah memiliki sistem pembayaran online, masih ada banyak orang yang lebih memilih untuk membayar di tempat. Setiap gunung dengan jalur legal atau resmi pasti memiliki pos registrasi atau pos SIMAKSI yang mengharuskan kamu untuk membayar tiket masuk dan mengisi data demi keamanan, berbeda dengan jalur ilegal yang tidak memiliki itu.

Selain itu, area basecamp yang pasti kamu lalui sebelum melalukan perjalanan panjang memiliki cukup banyak warung makan. Biasanya, pendaki sering kali mampir terlebih dahulu ke warung tersebut untuk sarapan sebelum pendakian panjang dimulai. Membawa uang cash adalah langkah antisipasi kamu jika memang ternyata warung-warung tersebut belum memiliki sistem pembayaran digital seperti QRIS karena susah sinyal.

2. Biaya layanan jasa ojek gunung yang masih memiliki metode bayar tunai

ilustrasi ojek gunung (pexels.com/Yoan Siswaya)

Menggunakan ojek gunung merupakan opsi yang sering dipilih oleh sebagian pendaki. Meskipun begitu, ada gunung yang mengharuskan kamu menggunakan jasa ojek gunung demi mempersingkat waktu yang sangat lama jika ditempuh dengan jalan kaki. Keadaan seperti itu jelas membuat kamu harus selalu sedia uang tunai.

Sebelum menaiki ojek gunung, biasanya kamu sebagai pendaki dan pengemudi ojek gunung akan berdiskusi soal harga sampai kedua pihak setuju. Setelah menempuh perjalanan terjal yang jauh menggunakan motor, kamu akan diturunkan di Pos 1 pendakian. Setelah diturunkan, barulah kamu membayarnya langsung kepada pengemudi ojek gunung atau bisa juga kamu membayarnya lebih dulu sebelum menaiki ojek gunung jika tidak ingin repot.

3. Antisipasi untuk logistik jika ada hal darurat yang terjadi di tengah jalur pendakian

ilustrasi dua botol air mineral (pexels.com/nerea arance)

Meskipun sudah mempersiapkan logistik dengan sangat matang, kenyataan di lapangan sering kali tidak sesuai dengan rencana. Banyak pendaki bahkan sudah kehabisan pasokan air minum mereka sebelum mencapai puncak. Kondisi ini jelas akan membuat kamu bisa terkena kelelahan ekstrem akibat dehidrasi.

Tapi tenang saja, di sebagian gunung telah ada warga lokal yang berjualan di pos pertengahan gunung. Mereka sering menjual kebutuhan logistik seperti camilan hingga air mineral. Meskipun tidak bisa dimungkiri bahwa harga-harganya jauh lebih mahal, membayar sedikit lebih banyak menggunakan uang cash yang kamu bawa tidak akan membuat perjalanan mendaki kamu menjadi rugi.

4. Dana darurat untuk menyewa porter

ilustrasi porter gunung (pexels.com/Fitria Nunik)

Sama seperti ojek gunung, menyewa porter bukanlah keharusan yang dilakukan oleh pendaki. Namun, hal itu menjadi beda ketika kamu mengalami kejadian fatal yang tidak diinginkan di gunung. Saat kamu mengalami cedera serius sampai tidak kuat lagi mengangkat beban tas carrier, menyewa porter gunung secara dadakan bukanlah pilihan yang salah.

Di gunung populer yang ramai pengunjung, kamu pasti akan menemukan porter gunung yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya dan kebetulan berpapasan. Momen inilah yang harus kamu lakukan untuk menyewa porter gunung tersebut dan biasanya mereka juga dengan senang hati membantunya. Begitu semua barang dibawa turun oleh porter dadakan, kamu bisa langsung membayarnya menggunakan uang cash setibanya di basecamp.

Membawa uang cash nyatanya menjadi sebuah kewajiban yang tidak boleh terlewatkan oleh setiap pendaki. Tak bisa dimungkiri bahwa ternyata sedia uang selalu bisa membawa kamu selamat dari risiko berbahaya di gunung. Dari keempat poin yang telah dibahas sebelumnya, kamu jadi sudah tahu kenapa pendaki diwajibkan membawa uang cash saat melakukan pendakian, kan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article