4 Kereta Wisata di Wilayah Kanto Jepang, Pemandangannya Epik!

Wilayah Kanto meliputi sejumlah kota besar di Jepang. Selain Tokyo, masih ada Yokohama, Saitama, Kawasaki, dan Chiba. Meski didominasi daerah pusat ekonomi dan kota metropolitan, tetapi kamu masih dapat menjumpai kekayaan budaya serta alamnya. Gak harus mengunjungi satu per satu tempat, cukup dengan naik kereta wisata, kamu bisa menyaksikan banyak sisi kotanya.
Tersedia beberapa kereta wisata yang akan melalui rute dengan lanskap menarik. Kereta wisata ini biasanya dilengkapi interior bernuansa tradisional Jepang. Tertarik untuk menjajalnya? Berikut beberapa kereta wisata di Wilayah Kanto yang bisa kamu pilih sesuai rutenya.
Table of Content
1. Kereta 52 Seats of Happiness
Kamu suka kulineran sekaligus jalan-jalan? Cobalah untuk naik Kereta 52 Seats of Happiness yang beroperasi sejak 2016 di Jalur Seibu. Kereta tersebut menawarkan pengalaman bersantap yang setara dengan restoran mewah.
Kereta 52 Seats of Happiness terdiri dari empat gerbong yang mewakili empat musim di Chichibu. Daerah pedesaan dengan bunga sakura, Sungai Arakawa yang mengalir dari pegunungan ke Tokyo, dan pegunungan yang sama dalam warna musim gugur. Nuansa lainnya juga menunjukkan salju yang menutupi puncak gunung dan air terjun membeku.
Dua gerbong telah sepenuhnya diubah menjadi ruang makan dengan dapur terbuka yang memisahkannya. Sedangkan, gerbong keempat menjadi free space untuk berbagai keperluan, seperti rapat, menari, atau penggunaan khusus lainnya saat kereta disewa. Seperti namanya, kereta ini hanya berkapasitas tempat duduk untuk 52 penumpang.
Kereta tersebut melayani rute Stasiun Ikebukuro ke Stasiun Seibu-Chichibu, Stasiun Seibu-Shinjuku ke Stasiun Seibu-Chichibu, dan Stasiun Seibu-Shinjuku ke Stasiun Hon-Kawagoe. Keberangkatannya dua kali sehari dengan menawarkan menu brunch serta dinner. Harga tiketnya mulai 15.000 Yen (Rp1,6 juta), dapat dipesan 100 hari sebelum keberangkatan.
2. Steam Locomotive (SL) Gunma

Kereta wisata SL Gunma yang dioperasikan JR East akan membuat para penumpang bernostalgia. Sebuah lokomotif uap dengan rangkaian gerbong bergaya zaman dulu melintasi rel berjarak sekitar 59 kilometer. Durasi perjalanannya antara 1–2 jam, tergantung rute yang dipilih.
Tersedia SL Gunma Yokokawa yang melayani rute antara Stasiun JR Takasaki–Stasiun JR Yokokawa di Jalu Utama Shin-etsu. Perjalanannya membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Rute ini direkomendasikan bagi penumpang yang menyukai sejarah kereta api dan hiking, karena Stasiun JR Yokokawa dekat dengan Usuitouge Railway Heritage Park, Jembatan Usui ke-3, dan jalan setapak di bekas jalur kereta api.
Pilihan lain, SL Gunma Minakami yang menghubungkan Stasiun JR Takasaki dan Stasiun JR Minakami di Jalur JR Joetsu. Perjalanannya lebih lama, yakni sekitar dua jam. Namun, sesuai untuk penumpang yang ingin menikmati keindahan alam lebih lama dan dalam cara yang berbeda.
Saat ini juga tersedia SL Gunma Kiryu yang berada di Jalur Ryomo. Kereta ini melayani rute Stasiun JR Takasaki–Stasiun JR Kiryu. Untuk dapat menikmati perjalanan menggunakan SL Gunma, kamu perlu JR Pass atau membeli tiket tempat duduk secara terpisah dengan JR Pass dengan harga mulai 1.040 Yen (Rp110 ribu).
3. Kereta Watarase Keikoku
Berbeda dari dua jenis kereta wisata sebelumnya, Watarase Keikoku atau Watetsu sebenarnya termasuk kereta lokal. Namun, sangat populer dan disukai penduduk maupun wisatawan, karena keindahan lanskap menawan pada jalur yang dilaluinya. Kereta tersebut menghubungkan Stasiun Kiryu, Prefektur Gunma dan Stasiun Mato, Prefektur Tochigi sepanjang 44,1 kilometer.
Kamu dapat menikmati pemandangan yang berbeda setiap musimnya dari jendela selama 1,5 jam. Harga tiketnya mulai dari 520 Yen (Rp55 ribu). Saat musim semi, pemandangan hijau akan berpadu dengan bunga yang mekar. Lembah yang indah dan dedaunan musim gugur menjadi salah satu favorit para penumpang.
4. Kereta Saphir Odoriko

Saphir Odoriko adalah kereta wisata mewah yang melewati Semananjung Izu. Warnanya biru seperti permata, senada dengan panorama Samudra Pasifik yang menjadi bagian dari rutenya. Kereta ini beroperasi setiap hari dari Stasiun Tokyo ke Stasiun Izukyu-Shimoda.
Terdapat delapan gerbong dengan interior modern dan mewah yang dirancang Ken Kiyoyuki Okuyama. Saphir Odoriko dibagi menjadi tiga kelas, yakni Green Car, Premium Green Car, dan Green Car Private Compartment. Harga tiket untuk rute Tokyo–Ito mulai 6.970 Yen (RP743 ribu), Tokyo–Izukyu–Shimoda mulai 10.260 Yen (Rp1,1 juta), dan paling mahal dapat mencapai 23.710 Yen (Rp2,5 juta).
Sesuai dengan harga dan kemewahannya, penumpang tidak hanya diajak menyaksikan pemandangan yang memukau, tetapi juga wisata kuliner. Mereka menawarkan gerbong kafetaria yang dilengkapi aneka jenis minuman dan kuliner lezat khas Negeri Sakura.
Keempat kereta wisata tersebut dapat menjadi alternatif untuk menyaksikan sisi lain wilayah Kanto di Jepang. Utamanya bagi kamu yang mau menepi sejenak dari keramaian Tokyo. Selamat menjelajah!


















