Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengenal Visa Run Lengkap dengan Cara Kerja dan Risikonya

Mengenal Visa Run Lengkap dengan Cara Kerja dan Risikonya
ilustrasi visa (unsplash.com/Agus Dietrich)
Intinya Sih
  • Visa run adalah praktik keluar-masuk negara dalam waktu singkat untuk memperpanjang izin tinggal turis tanpa mengurus visa baru, umum di Asia Tenggara.
  • Praktik ini populer di kalangan digital nomad dan traveler jangka panjang karena prosesnya mudah, biayanya murah, serta memberi fleksibilitas tinggal lebih lama.
  • Meskipun tidak ilegal, visa run berisiko ditolak imigrasi atau dibatasi masuk jika dilakukan terlalu sering karena dianggap menyiasati aturan visa turis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Visa run adalah praktik keluar dari suatu negara, lalu kembali masuk dalam waktu singkat untuk mendapatkan izin tinggal baru dari visa turis. Cara ini biasanya dilakukan dengan mengunjungi negara tetangga sebelum masa visa habis, lalu kembali lagi setelah melewati proses imigrasi. Praktik ini cukup umum di kawasan Asia Tenggara, seperti Thailand, Malaysia, hingga Indonesia.

Visa run sering dimanfaatkan oleh traveler jangka panjang, ekspatriat, dan digital nomad yang ingin tinggal lebih lama tanpa mengurus visa baru yang prosesnya lebih rumit. Meski terlihat sederhana, praktik ini tetap memiliki aturan dan risiko karena beberapa negara mulai memperketat pengawasan terhadap orang yang terlalu sering melakukan visa run.

1. Pengertian visa run

ilustrasi visa
ilustrasi visa (unsplash.com/Global Residence Index)

Visa run adalah strategi yang dilakukan seseorang dengan meninggalkan negara tempat ia tinggal sementara, lalu kembali masuk lagi dalam waktu singkat untuk mendapatkan masa tinggal baru dari visa turis.

Contohnya seperti ini:

Seorang turis memiliki visa yang berlaku selama 30 hari di Thailand. Sebelum masa tinggalnya habis, ia pergi ke Malaysia selama 1 atau 2 hari. Setelah itu, ia kembali masuk ke Thailand dan mendapatkan izin tinggal baru selama 30 hari lagi.

Cara ini sering digunakan oleh digital nomad, backpacker jangka panjang, ekspatriat sementara, dan traveler yang ingin tinggal lebih lama. Tujuannya jelas, yaitu memperpanjang masa tinggal tanpa harus mengurus visa baru yang lebih kompleks.

2. Cara kerja visa run

ilustrasi visa
ilustrasi visa (unsplash.com/Kit)

Secara praktik, visa run sebenarnya cukup sederhana. Orang hanya perlu keluar dari negara tempat tinggalnya dan masuk kembali setelah melewati proses imigrasi. Berikut langkah umum yang biasanya dilakukan:

  1. Keluar dari negara tujuan sebelum masa visa habis.
  2. Pergi ke negara tetangga, biasanya dengan penerbangan murah atau perjalanan darat.
  3. Menginap sebentar, kadang hanya satu malam saja.
  4. Masuk kembali ke negara sebelumnya dan mendapatkan cap masuk baru.

Di Asia Tenggara, beberapa rute visa run yang populer adalah Thailand ke Malaysia, Thailand ke Laos, Indonesia ke Singapura, dan Indonesia ke Malaysia. Banyak agen perjalanan bahkan menawarkan paket visa run karena praktik ini cukup umum dilakukan oleh ekspatriat dan digital nomad.

3. Alasan banyak orang melakukan visa run

ilustrasi visa
ilustrasi visa (unsplash.com/Global Residence Index)

Ada beberapa alasan kenapa visa run menjadi strategi populer di kalangan traveler jangka panjang. Pertama, prosesnya lebih mudah dibandingkan dengan mengurus visa baru. Mengajukan visa jenis lain biasanya membutuhkan dokumen tambahan seperti bukti keuangan, sponsor, atau proses administrasi yang lebih panjang.

Kedua, biayanya sering kali lebih murah. Terkadang harga tiket penerbangan ke negara tetangga justru lebih murah dibandingkan dengan biaya pengurusan visa tertentu.

Kemudian, visa run memberikan fleksibilitas bagi digital nomad. Banyak pekerja remote yang ingin tinggal di suatu negara tanpa harus mengurus visa kerja yang rumit. Terakhir, menjadi solusi cepat bagi traveler yang ingin memperpanjang liburan mereka.

4. Risiko dan hal yang perlu diperhatikan

ilustrasi visa
ilustrasi visa (pexels.com/Ekaterina Belinskaya)

Walaupun visa run tidak sepenuhnya ilegal, praktik ini sering berada di area abu-abu dalam aturan imigrasi. Beberapa negara mulai memperketat aturan karena visa run dianggap sebagai cara untuk menyiasati sistem visa turis. Berikut beberapa risiko yang mungkin terjadi:

  1. Penolakan masuk oleh petugas imigrasi
    Jika seseorang terlalu sering melakukan visa run, petugas imigrasi bisa saja menolak masuk karena dianggap tinggal terlalu lama dengan visa turis.
  2. Pembatasan jumlah masuk
    Beberapa negara mulai membatasi jumlah masuk menggunakan visa turis dalam periode tertentu.
  3. Pemeriksaan lebih ketat di bandara
    Traveler yang sering melakukan visa run biasanya akan mendapatkan pertanyaan tambahan dari petugas imigrasi.

Oleh karena itu, sebelum melakukan visa run, penting untuk memahami aturan imigrasi negara tujuan agar tidak mengalami masalah saat kembali.

Jadi, visa run adalah praktik keluar dari suatu negara lalu masuk kembali dalam waktu singkat untuk mendapatkan izin tinggal baru dari visa turis. Strategi ini cukup populer di kalangan digital nomad, ekspatriat, dan traveler jangka panjang.

Meskipun terlihat praktis dan murah, kamu tetap perlu berhati-hati karena beberapa negara mulai memperketat aturan terkait praktik visa run. Jika dilakukan terlalu sering, kamu bahkan bisa saja ditolak masuk oleh imigrasi. Sebelum mencoba visa run, pastikan kamu memahami regulasi visa di negara tujuan agar perjalanan tetap aman dan lancar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Travel

See More