- Jeju (CJU) ke Seoul Gimpo (GMP) dengan 14,4 juta kursi,
- Sapporo New Chitose (CTS) ke Tokyo Haneda (HND) dengan dengan 12,1 juta kursi,
- Fukuoka (FUK) ke Tokyo Haneda (HND) dengan 11,5 juta kursi,
- Hanoi (HAN)-Ho Chi Minh City (SGN) dengan 11,1 juta kursi,
- Jeddah (JED) ke Riyadh (RUH) dengan 9,8 juta kursi,
- Melbourne (MEL) ke Sydney (SYD) dengan 8,9 juta kursi,
- Tokyo Haneda (HND) ke Okinawa Naha (OKA) dengan 8,1 juta kursi,
- Mumbai (BOM) ke Delhi (DEL) dengan 7,7 kursi,
- Beijing (PEK) ke Shanghai Hongqiao (SHA) dengan 7,5 kursi, serta
- Shanghai Hongqiao (SHA) ke Shenzen (SZX) dengan 7,2 juta kursi.
Rute Penerbangan Tersibuk di Dunia Sepanjang 2025

Lalu lintas penerbangan dunia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal ini didukung dengan tingginya minat bepergian lintas wilayah atau negara, harga tiket yang terjangkau, fasilitas di bandara atau maskapai yang memadai, serta kemudahan dalam konektivitas.
Sepanjang 2025, jutaan penumpang memenuhi bandara setiap harinya, terutama bandara dengan status internasional. Dari perjalanan jarak pendek hingga rute internasional yang panjang, aktivitas bandara tak pernah berhenti selama 24 jam dan menjadikan bandara selalu terlihat "hidup."
Menariknya, rute tersibuk tidak selalu dipegang oleh penerbangan jarak jauh. Banyak di antaranya justru merupakan rute regional dengan frekuensi tinggi dan jumlah permintaan yang cukup stabil sepanjang tahun.
Official Airline Guide (OAG) menyusun laporan dan ranking bertajuk OAG: Busiest Flight Routes in the World 2025 alias rute penerbangan tersibuk di dunia sepanjang 2025. Penasaran rute mana saja yang paling sibuk? Simak informasi lengkapnya di bawah ini!
Jeju (CJU) ke Seoul Gimpo (GMP) menjadi rute tersibuk di dunia

Rute penerbangan tersibuk didefinisikan sebagai rute dengan volume kursi penerbangan terjadwal terbesar pada 2025. Data mencakup penerbangan dua arah pada setiap rute. Laporan tahunan ini dikumpulkan dari laporan bulanan yang bersumber dari OAG Schedules Analyser pada pekan pertama setiap bulan.
Hasilnya, rute penerbangan tersibuk 2025 jatuh pada Jeju (CJU) ke Seoul Gimpo (GMP). Rute sepanjang 243 mil laut atau sekitar 450 kilometer ini memiliki 14,4 juta kursi terjadwal pada 2025, setara dengan hampir 39 ribu kursi harian yang beroperasi. Kapasitas pada rute ini satu persen di atas level tahun 2024, tetapi masih 17 persen di bawah level tahun 2019.
Tujuh maskapai yang beroperasi pada rute ini juga terlihat sangat kompetitif. Selain itu, tarif penerbangan telah turun 11 persen dari tahun ke tahun menjadi USD44 atau sekitar Rp750 ribuan per orang sekali jalan.
Posisi kedua dan ketiga ditempati dua rute regional Jepang, yakni Sapporo New Chitose (CTS) ke Tokyo Haneda (HND) dan Fukuoka (FUK) ke Tokyo Haneda (HND). Keduanya berhasil mempertahankan posisi "sibuk," meskipun Jepang memiliki jaringan kereta api berkecepatan tinggi yang menjangkau berbagai wilayah.
Sapporo New Chitose (CTS) ke Tokyo Haneda (HND) memiliki 12,1 juta kursi pada tahun 2025, naik satu persen dibandingkan tahun sebelumnya dan hanya tiga persen di bawah volume sebelum pandemi. Angka ini menunjukkan pemulihan yang memuaskan.
Sementara itu, Fukuoka (FUK) ke Tokyo Haneda (HND) berada di posisi ketiga dengan pertumbuhan satu persen dibandingkan tahun 2024 dengan 11,5 juta kursi pada 2025. Angka ini melebihi tahun 2019, yakni sebesar satu persen dan menjadikannya sebagai salah satu dari sedikit rute domestik utama yang melampaui kapasitas sebelum pandemi.
Peringkat rute penerbangan tersibuk di dunia sepanjang 2025

Berikut peringkat rute penerbangan tersibuk di dunia sepanjang 2025, antara lain:
Ternyata bandara tersibuk di dunia dodominasi nasi oleh bandara-bandara regional di wilayah Asia dan Pasifik. Dari bandara-bandara tersebut, kamu pernah ke mana saja, nih?

















