Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Teknik Menghangatkan Tubuh Tanpa Api saat Camping

ilustrasi api unggun
ilustrasi api unggun (pexels.com/Igor Cibulsky)
Intinya sih...
  • Manfaatkan sistem layering pakaian untuk menjaga suhu tubuh
  • Aktif bergerak dengan intensitas ringan agar metabolisme meningkat
  • Isolasi dari tanah dan udara dingin dengan matras camping thermal dan emergency blanket
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Camping di alam bebas gak selalu identik dengan api unggun. Ada banyak kondisi yang bikin kamu gak bisa menyalakanapi, mulai dari hujan deras, angin kencang, sampai aturan konservasi alam yang melarang api terbuka. Namun tenang, tubuh tetap bisa hangat tanpa harus bergantung pada api, kok.

Kalau kamu camping di dataran tinggi, hutan lembap, atau area pesisir seperti wilayah Sulawesi dan pegunungan tropis Indonesia, suhu dingin bisa terasa ekstrem saat malam. Kalau gak ditangani dengan teknik yang tepat, kondisi ini bisa berbahaya dan berujung hipotermia.

Nah, berikut ini lima teknik menghangatkan tubuh tanpa api saat camping yang terbukti efektif, realistis, dan cocok untuk kondisi alam Indonesia. Jangan diremehkan, karena bisa sangat berguna, lho!

1. Manfaatkan sistem layering pakaian

ilustrasi camping sendiri
ilustrasi camping sendiri (pexels.com/Thirdman)

Teknik ini jadi yang paling dasar, tapi sering diremehkan. Sistem layering atau berlapis itu bukan soal banyak baju, tapi soal fungsi tiap lapisan. Struktur layering yang benar:

  • Base layer: menyerap keringat (dry-fit, thermal, polyester)
  • Mid layer: menyimpan panas tubuh (fleece, sweater, jaket bulu sintetis)
  • Outer layer: tahan angin dan air (windproof dan waterproof jacket)

Hindari katun untuk lapisan dalam, karena menyimpan air dan bikin tubuh cepat dingin. Kalau base layer kamu basah, suhu tubuh bakal turun cepat meskipun pakai jaket tebal.

2. Aktif bergerak dengan intensitas ringan

ilustrasi tenda single layer
ilustrasi tenda single layer (pixabay.com/tangbiqi520)

Tubuh manusia itu “mesin pemanas alami”. Saat kamu bergerak, metabolisme meningkat dan panas tubuh ikut naik. Namun, jangan sampai berlebihan. Gerakan ringan yang efektif beberapa di antaranya adalah:

  • Jalan kecil di sekitar tenda.
  • Squat ringan.
  • Stretching.
  • Gerakan tangan dan kaki.
  • Naik-turun tangga alam kecil.

Intinya bukan olahraga berat, tapi aktivasi sirkulasi darah. Kalau kamu diam terlalu lama, tubuh cepat kehilangan panas, apalagi di malam hari.

3. Isolasi dari tanah dan udara dingin

ilustrasi pendaki dengan tenda double layer
ilustrasi pendaki dengan tenda double layer (pixabay.com/mostafa_meraji)

Banyak orang fokus jaket, tapi lupa bahwa tanah adalah sumber dingin terbesar saat camping. Lakukan beberapa solusi isolasi berikut ini, ya!

  1. Gunakan matras camping thermal.
  2. Tambahkan emergency blanket (mylar).
  3. Gunakan daun kering sebagai lapisan tambahan.
  4. Lipat sleeping bag jadi lapisan ganda.
  5. Jangan langsung tidur di tanah tanpa alas.

Tanah menyerap panas tubuh jauh lebih cepat dibanding udara. Isolasi yang baik bisa meningkatkan suhu tubuh secara signifikan meski tanpa api.

4. Konsumsi makanan dan minuman penghangat

ilustrasi makan saat camping
ilustrasi makan saat camping (pexels.com/Ivan Samkov)

Tanpa api bukan berarti tanpa panas. Tubuh bisa menghasilkan panas dari dalam lewat metabolisme makanan. Ini beberapa makanan atau minuman yang bantu tubuh menjadi hangat.

  1. Karbohidrat kompleks (nasi, oatmeal, roti gandum).
  2. Lemak sehat (kacang, cokelat, energy bar).
  3. Minuman hangat dari termos.
  4. Madu dan jahe instan.
  5. Sup instan dari air termos.

Proses pencernaan menghasilkan panas internal (thermogenesis). Itulah kenapa makan sebelum tidur bisa bantu tubuh lebih hangat saat malam.

5. Manajemen kelembapan tubuh

ilustrasi pendaki yang di depan tenda
ilustrasi pendaki yang di depan tenda (pexels.com/Kampus Production)

Kelembapan adalah musuh utama suhu tubuh. Tubuh basah bisa membuat suhu turun cepat. Yang harus kamu lakukan adalah berikut ini:

  1. Ganti baju basah segera.
  2. Keringkan kaki dan tangan.
  3. Simpan baju kering khusus tidur.
  4. Gunakan kaos kaki thermal.
  5. Hindari keringat berlebihan.

Menghangatkan tubuh saat camping tanpa api itu bukan mitos, tapi soal strategi. Dengan layering yang tepat, isolasi yang baik, manajemen kelembapan, asupan energi, dan gerak tubuh ringan, kamu tetap bisa bertahan dan nyaman meskipun tanpa api unggun. Camping itu bukan soal gaya, tapi soal manajemen kondisi tubuh. Api hanyalah salah satu alat, bukan satu-satunya solusi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Travel

See More

5 Rute Walking Tour di Kyoto, Menyusuri Kota Seribu Kuil

08 Feb 2026, 07:28 WIBTravel