Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Uzbekistan Wajib Masuk Bucket List Liburanmu?

ilustrasi traveling ke Uzbekistan
ilustrasi traveling ke Uzbekistan (unsplash.com/Chi Lok TSANG)
Intinya sih...
  • Beberapa alasan mengapa Uzbekistan harus masuk ke dalam daftar liburanmu:
  • Bebas visa untuk pemegang paspor Indonesia, memudahkan perjalanan tanpa ribet urusan birokrasi.
  • Biaya traveling terjangkau, mirip di Indonesia, dengan nilai tukar mata uang yang bersahabat.
  • Negara ini memiliki empat musim yang kontras dan menawarkan arsitektur estetik dengan nilai sejarah tinggi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama ini, destinasi populer seperti Jepang, Korea Selatan, atau negara-negara Eropa selalu menjadi primadona bagi wisatawan Indonesia. Namun, ada satu negara di Asia Tengah yang punya pesona layaknya negeri dongeng, tapi belum banyak terjamah turis. Negara itu adalah Uzbekistan.

Uzbekistan dikenal sebagai jantung Jalur Sutra yang menyimpan sejarah panjang peradaban Islam serta kemegahan arsitektur yang tiada dua. Jika kamu masih ragu menjadikannya tujuan liburan, berikut lima alasan kenapa Uzbekistan wajib masuk ke dalam bucket list liburanmu selanjutnya!

1. Bebas visa untuk paspor Indonesia

ilustrasi paspor
ilustrasi paspor (unsplash.com/Nicole Geri)

Salah satu pertimbangan utama saat merencanakan liburan ke luar negeri adalah urusan visa. Beruntungnya, pemerintah Uzbekistan memberikan fasilitas bebas visa kunjungan hingga 30 hari bagi pemegang paspor Indonesia.

Kebijakan ini tentu menjadi keuntungan besar, karena kamu bisa menghemat waktu dan biaya pengurusan visa yang biasanya cukup mahal. Cukup siapkan paspor, tiket pesawat, dan bukti penginapan, kamu sudah bisa langsung berangkat. Praktis dan cocok bagi traveler yang ingin liburan tanpa ribet urusan birokrasi.

2. Biaya traveling terjangkau, mirip di Indonesia

ilustrasi nasi plov
ilustrasi nasi plov (pexels.com/Алексей Вечерин)

Banyak orang mengira liburan ke negara bekas Uni Soviet pasti menguras kantong. Padahal, Uzbekistan justru dikenal sebagai salah satu destinasi yang ramah anggaran bagi wisatawan Indonesia. Mata uang Som Uzbekistan (UZS) memiliki nilai tukar yang relatif bersahabat dengan Rupiah.

Misalnya, untuk urusan kuliner, kamu bisa menikmati seporsi plov yang merupakan nasi berbumbu khas Uzbekistan atau shashlik dengan harga mulai dari Rp35.000-an di restoran lokal. Transportasi umum, seperti kereta cepat Afrosiyob yang menghubungkan kota-kota besar juga dibanderol dengan harga masuk akal. Secara keseluruhan, biaya harian di Uzbekistan tidak jauh berbeda dengan pengeluaran di Jakarta.

3. Negara ini punya empat musim

ilustrasi musim salju di Uzbekistan
ilustrasi musim salju di Uzbekistan (unsplash.com/Dasha Novikova)

Berbeda dengan Indonesia yang hanya memiliki musim hujan dan kemarau, Uzbekistan menawarkan empat musim yang kontras. Ini tentu menjadi daya tarik bagi kamu yang ingin merasakan suasana berbeda, termasuk bermain salju.

Musim semi pada bulan Maret—Mei adalah waktu terbaik untuk menikmati bunga bermekaran dengan cuaca sejuk. Sementara itu, musim panas yang jatuh pada bulan Juni—Agustus sangat ideal bagi kamu yang ingin menjelajah situs sejarah dengan dukungan langit cerah.

Berlanjut ke musim gugur pada bulan September—November, kamu akan disuguhi pemandangan pepohonan berwarna keemasan yang cantik. Bagi pencinta salju, musim dingin di bulan Desember—Februari menghadirkan suasana kota tua yang tertutup salju putih seperti film klasik Eropa.

4. Arsitektur estetik dengan nilai sejarah tinggi

Registan Square
Registan Square (pexels.com/AXP Photography)

Bagi pencinta fotografi dan sejarah, Uzbekistan bisa dibilang sebagai surga dunia. Kota-kota seperti Samarkand, Bukhara, dan Khiva ibarat museum terbuka dengan bangunan megah berkubah biru dan mozaik detail yang memukau.

Ikon seperti Registan Square atau kompleks Shah-i-Zinda menawarkan sudut-sudut estetik yang sarat nilai sejarah. Uzbekistan juga menjadi rumah bagi tokoh-tokoh besar dunia Islam seperti Imam Bukhari dan Ibnu Sina. Berjalan di kota-kota ini serasa melakukan perjalanan waktu ke masa kejayaan Jalur Sutra.

5. Aman untuk solo traveler dan penduduknya sangat ramah

ilustrasi Shah-i-Zinda
ilustrasi Shah-i-Zinda (pexels.com/AXP Photography)

Keramahan penduduk lokal menjadi nilai tambah tersendiri saat berlibur ke Uzbekistan. Warganya dikenal hangat, sopan, dan sangat menghormati tamu. Meski terkadang terkendala bahasa, mereka tak segan menyapa atau mengajak berbincang.

Budaya menjamu tamu pun masih sangat kuat, mulai dari menawarkan teh hingga roti non khas Uzbekistan. Kehangatan ini membuat perjalanan terasa aman dan nyaman, termasuk bagi solo traveler. Ditambah lagi, Uzbekistan dikenal memiliki tingkat kriminalitas yang relatif rendah dan lingkungan yang aman bagi wisatawan mancanegara.

Itulah lima alasan kenapa Uzbekistan wajib masuk ke dalam bucket list liburanmu. Setidaknya sekali seumur hidup, negara ini layak kamu kunjungi untuk merasakan pengalaman traveling yang berbeda dari biasanya. Jadi, sudah siap mengemas koper dan terbang ke Tashkent?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Travel

See More

[QUIZ] Cari Tahu Festival Tahun Baru Imlek yang Paling Cocok Kamu Kunjungi!

07 Feb 2026, 14:30 WIBTravel