Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips ke Pasar Kakiyah saat Musim Haji, Surga Belanja Murah
ilustrasi pasar (unsplash.com/Damian Kamp)
  • Pasar Kakiyah di Makkah dikenal sebagai pusat grosir favorit jemaah Indonesia dengan harga lebih murah dibanding toko sekitar Masjidil Haram, menawarkan berbagai oleh-oleh seperti sajadah, abaya, dan kurma.
  • Disarankan berbelanja setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji agar fisik lebih tenang, serta tetap menawar harga karena pedagang terbiasa melayani pembeli dari Indonesia.
  • Gunakan taksi atau bus menuju pasar yang berjarak sekitar 8 km dari Masjidil Haram, siapkan uang tunai pecahan kecil, dan selalu berbelanja bersama teman demi keamanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjalankan ibadah haji ke Tanah Suci rasanya kurang lengkap jika tidak membawa buah tangan untuk keluarga di rumah. Kalau kamu mencari tempat belanja oleh-oleh paling lengkap dengan harga miring di Makkah, Pasar Kakiyah atau Souq Al-Ka’kiyah adalah jawabannya.

Pasar ini dikenal sebagai pusat grosir terbesar yang menjadi langganan jemaah Indonesia. Lokasinya memang agak jauh dari Masjidil Haram, tapi barang-barang yang ditawarkan, seperti sajadah, abaya, hingga kurma, dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan toko-toko di sekitar hotel.

Supaya pengalaman belanja kamu makin seru dan tetap hemat, simak tips ke Pasar Kakiyah saat musim haji berikut ini. Pengalaman belanjamu bakal berkesan banget!

1. Datang setelah selesai rangkaian ibadah haji

ilustrasi ka'bah (unsplash.com/ibrahim uz)

Tips pertama yang paling krusial adalah soal waktu. Sangat disarankan untuk datang ke Pasar Kakiyah setelah kamu menyelesaikan seluruh puncak ibadah haji, yaitu rangkaian Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armusna). Kenapa? Karena sebelum Armusna, energi kamu harus benar-benar dijaga untuk ibadah inti yang sangat menguras fisik.

Setelah rangkaian wajib selesai dan kamu sedang menunggu jadwal kepulangan ke tanah air, kondisi fisik biasanya sudah lebih tenang dan pikiran lebih rileks. Kamu pun bisa menikmati waktu belanja tanpa rasa was-was tertinggal dari rombongan ibadah. Belanja di waktu ini juga meminimalisir barang bawaan yang menumpuk di kamar hotel sejak awal kedatangan. Jadi, sabar sedikit, fokus ibadah dulu, baru kemudian borong oleh-olehnya.

2. Tawar-menawar adalah keharusan

ilustrasi pasar (pexels.com/Şevval Pirinççi)

Jangan cepat tergiur dengan harga pertama yang disebutkan oleh pedagang. Meskipun harga di Pasar Kakiyah aslinya sudah murah, kamu tetap harus berani menawar, apalagi kalau kamu berencana membeli dalam jumlah banyak atau grosir. Biasanya, pedagang akan memberikan potongan harga yang lumayan kalau kamu membeli 1 kodi atau lebih.

Uniknya, kamu gak perlu pusing soal kendala bahasa. Pedagang di Kakiyah umumnya sudah sangat terbiasa melayani jemaah dari Indonesia. Banyak dari mereka yang lancar berbahasa Indonesia, bahkan paham bahasa daerah, seperti Jawa atau Sunda. Jadi, gunakan kemampuan negosiasi kamu dengan bahasa yang santai tapi tetap sopan.

3. Gunakan transportasi yang tepa, seperti taksi atau bus

ilustrasi bus (pexels.com/nana liu)

Pasar Kakiyah berjarak sekitar 8 km dari pusat kota atau Masjidil Haram. Karena lokasinya yang cukup jauh, kamu gak mungkin berjalan kaki ke sana. Pilihan paling praktis adalah menggunakan taksi. Kamu cukup menyebutkan "Pasar Kakiyah" atau "Suq Al-Ka'kiyah" kepada sopir taksi. Biasanya, rute yang diambil adalah melalui Jalan Ibrahim Al-Khalil yang merupakan jalur utama.

Kalau mau lebih hemat, kamu bisa patungan dengan teman satu rombongan untuk menyewa satu taksi penuh. Selain taksi, terkadang ada bus khusus atau angkutan lokal yang melewati jalur tersebut, tapi taksi tetap menjadi pilihan paling nyaman jika kamu membawa banyak barang belanjaan nantinya. Pastikan juga kamu sudah tahu patokan jalan pulang agar tidak bingung saat hendak kembali ke hotel.

4. Siapkan uang tunai pecahan riyal

ilustrasi uang riyal (pexels.com/Abdul Muin Humus)

Di zaman serba digital, mungkin kamu berpikir bisa pakai kartu atau cashless. Memang ada beberapa toko besar yang menerima pembayaran digital, tetapi untuk pengalaman belanja yang lebih lancar di Pasar Kakiyah, membawa uang tunai wajib hukumnya. Pastikan kamu membawa uang tunai dalam pecahan riyal kecil, seperti 5, 10, 20, hingga 50 riyal.

Uang pecahan kecil sangat memudahkan transaksi, terutama saat kamu menawar barang di lapak-lapak kecil atau pedagang kaki lima di sekitar pasar. Dengan uang pas, kamu tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan kembalian, dan proses transaksi jadi jauh lebih cepat. Selain itu, pedagang biasanya lebih senang menerima uang tunai dibandingkan dengan harus repot mengurus mesin EDC atau transfer saat suasana pasar sedang ramai-ramainya.

5. Tetap waspada dan bawa teman

ilustrasi pasar (pexels.com/Mohamed hamdi)

Tips terakhir yang gak kalah penting adalah faktor keamanan. Pasar Kakiyah akan sangat ramai dan padat saat musim haji tiba. Lautan manusia dari berbagai negara akan berkumpul di sana, sehingga risiko tersesat atau hal-hal yang tidak diinginkan bisa saja terjadi. Hindari pergi sendirian ke pasar ini.

Sebaiknya, pergilah berkelompok minimal 3—4 orang, atau ajaklah pasangan atau mutawif (pembimbing) yang sudah paham medan. Pergi bersama teman tidak hanya membuat kamu merasa lebih aman, tetapi juga bisa membantu kamu membawa barang belanjaan yang berat.

Selain itu, belanja bareng teman sering kali membuat suasana jadi lebih seru karena bisa saling memberikan masukan soal kualitas barang dan membantu proses tawar-menawar agar dapat harga terbaik.

Itulah lima tips ke Pasar Kakiyah saat musim haji yang perlu kamu tahu. Dengan persiapan yang matang, mulai dari waktu yang tepat sampai urusan transportasi, kegiatan berburu oleh-oleh pasti akan terasa lebih menyenangkan dan efisien. Selamat berbelanja dan semoga ibadah hajinya mabrur!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team