Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tips Menentukan No Plan Day saat Traveling biar Gak Capek
ilustrasi liburan di sebuah tempat (pexels.com/Marina Gr)
  • No plan day cocok disesuaikan dengan durasi perjalanan: untuk liburan 2–3 hari, cukup sisihkan beberapa jam; perjalanan empat hari atau lebih dapat memakai satu hari santai.

  • Waktu terbaik menempatkan no plan day adalah setelah agenda paling menguras energi, seperti city tour, hiking, atau perjalanan antarkota, agar tubuh pulih sebelum aktivitas berikutnya.

  • Hari tanpa rencana sebaiknya minim aktivitas wajib: pilih satu kegiatan ringan, menginap di lokasi strategis, dan hindari mengejar destinasi, reservasi, atau jadwal padat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Liburan yang terlalu padat kadang punya jebakan sendiri. Hari pertama masih semangat bangun pagi, mengejar sunrise, lanjut ke beberapa tempat, kulineran, lalu mencari spot foto sampai malam. Hari berikutnya, alarm berbunyi, tapi rasanya ingin pura-pura tidak mendengarnya.

Padahal, tujuan traveling bukan mengubah liburan menjadi lomba untuk mengunjungi sebanyak mungkin tempat. Di sinilah konsep no plan day bisa dicoba, di mana ada satu hari dalam perjalanan yang sengaja dibuat tanpa itinerary padat. Kamu bisa bangun lebih siang, nongkrong santai di sekitar penginapan, jalan-jalan ringan tanpa tujuan, atau bahkan gak pergi ke mana-mana.

Lantas, bagaimana menentukan waktu yang tepat untuk melakukannya? Ini dia lima tips untuk menentukan no plan day saat traveling!

1. Sesuaikan dengan durasi perjalanan

ilustrasi traveling dengan orang terdekat (pexels.com/George Pak)

Durasi perjalanan bisa menjadi patokan pertama. Kalau kamu hanya traveling selama 2 atau 3 hari, mengalokasikan 1 hari penuh untuk bersantai mungkin justru membuat waktu eksplorasi terasa terlalu sedikit. Kamu cukup menyisihkan beberapa jam untuk bersantai menikmati waktu luang. Namun, untuk perjalanan 4 hari atau lebih, satu no plan day bisa menjadi pilihan.

Pada dasarnya, gak ada aturan baku soal berapa banyak waktu yang harus digunakan untuk bersantai. Kamu bisa menyesuaikan dengan kondisi tubuh, jenis perjalanan, serta seberapa padat itinerary yang dibuat.

2. Letakkan setelah hari yang paling padat

ilustrasi menghabiskan liburan dengan hiking (pexels.com/Yasin Onuş)

No plan day bisa ditempatkan setelah 1 atau 2 hari dengan aktivitas yang cukup menguras energi. Misalnya, setelah city tour seharian, hiking, atau perjalanan antarkota, hari berikutnya bisa dibuat lebih longgar.

Cara ini memberikan kesempatan untuk beristirahat sebelum kembali menjalani agenda berikutnya. Terlebih jika perjalananmu melibatkan perbedaan zona waktu. Jet lag dapat menyebabkan gangguan tidur, kantuk, kesulitan berkonsentrasi, hingga rasa tidak nyaman.

3. Jangan jadwalkan banyak aktivitas di no plan day

ilustrasi santai di kafe (pexels.com/Gu Ko)

No plan day sebaiknya benar-benar menjadi waktu untuk mengurangi aktivitas, bukan memindahkan semua agenda ke hari yang lebih santai. Karena itu, hindari membuat daftar tempat yang harus dikunjungi atau menetapkan terlalu banyak kegiatan sejak pagi hingga malam.

Cukup pilih satu aktivitas ringan yang sifatnya opsional dalam no plan day. Di antaranya seperti sarapan di kafe sekitar penginapan, berenang, jalan santai di area hotel, atau menikmati kuliner lokal. Kalau ternyata tubuh masih ingin beristirahat di kamar, kamu juga tidak perlu memaksakan diri untuk keluar. Dengan begitu, no plan day tetap memberi ruang untuk bersantai sekaligus menikmati perjalanan tanpa dikejar target.

4. Pilih penginapan dengan lokasi yang nyaman

ilustrasi suasana di sekitar penginapan (pexels.com/Philippe F.)

Lokasi penginapan juga bisa menentukan kualitas no plan day. Kamu dapat memilih tempat yang berada dekat kafe, restoran, minimarket, taman, atau transportasi umum, sehingga tetap punya pilihan aktivitas tanpa harus bepergian jauh.

Misalnya, daripada membuat target mengunjungi lima tempat di seluruh kota, cukup berjalan kaki di sekitar kawasan tempat menginap. Kalau menemukan kedai atau toko menarik, bisa mampir sebentar. Jika tidak menemukan apa-apa, pulang kembali ke penginapan juga tidak masalah. Dengan begitu, kamu bisa keluar sebentar jika bosan, lalu kembali beristirahat tanpa menghabiskan banyak waktu di perjalanan.

5. Jangan merasa harus memaksimalkan setiap menit

ilustrasi jalan santai menikmati suasana (pexels.com/Mevlütcan Rüzgar)

Salah satu tujuan no plan day adalah memberikan ruang untuk beristirahat tanpa target tertentu. Kamu gak harus mengunjungi tempat viral, mengejar banyak spot foto, atau memenuhi daftar destinasi yang sudah dibuat.

Jika perlu, kamu bisa membuat aturan sederhana seperti tidak memasang alarm terlalu pagi, tidak membuat reservasi di sebuah tempat, atau tidak merasa wajib mengunjungi tempat yang sedang ramai. Dengan begitu, hari santai tetap seperti bagian dari perjalanan, bukan sekadar waktu kosong.

Menyisipkan no plan day saat traveling bisa menjadi cara sederhana untuk membuat liburan terasa lebih nyaman dan tidak terlalu melelahkan. Kamu tidak harus mengisi setiap jam dengan destinasi baru. Beri ruang untuk beristirahat, menikmati suasana sekitar, serta melakukan sesuatu secara spontan. Dengan begitu, itinerary bukan hanya membantu menentukan tempat yang ingin dikunjungi, tetapi juga memberi waktu untuk benar-benar menikmati perjalanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article