5 Cara Menyusun Itinerary Anti Bolak-balik, Liburan Jadi Lebih Efisien

- Tandai seluruh destinasi di peta agar posisi, jarak, dan rute perjalanan yang paling masuk akal bisa terlihat sebelum menyusun jadwal.
- Kelompokkan tempat berdasarkan area dan jadikan destinasi utama sebagai prioritas, lalu sesuaikan pilihan tambahan dengan lokasi terdekat serta waktu yang tersedia.
- Periksa waktu tempuh berdasarkan transportasi, lalu sisakan jeda antardestinasi untuk makan, istirahat, mencari lokasi, atau menghadapi keterlambatan.
Liburan seharusnya jadi waktu untuk bersantai, bukan sibuk mengejar waktu dari satu tempat ke tempat lain. Oleh karena itu, itinerary yang terlalu padat atau urutannya kurang tepat bisa membuat perjalanan terasa melelahkan. Belum lagi kalau harus bolak-balik melewati jalan yang sama hanya karena destinasi yang berdekatan gak dijadwalkan dalam waktu yang berurutan.
Supaya waktu liburan lebih efisien, menyusun itinerary sebaiknya bukan hanya berdasarkan tempat yang ingin dikunjungi. Jarak serta urutan destinasi juga perlu diperhitungkan agar perjalanan terasa lebih nyaman. Nah, ini dia ada beberapa cara sederhana yang bisa dicoba sebelum menentukan jadwal liburan. Yuk, simak tipsnya berikut ini!
1. Tandai semua destinasi yang ingin dikunjungi

ilustrasi memilih destinasi wisata (unsplash.com/John Matychuk) Sebelum menentukan jadwal, buat dulu daftar tempat yang ingin dikunjungi selama liburan. Setelah itu, tandai semuanya di peta untuk melihat posisi masing-masing destinasi. Cara ini akan memudahkanmu mengetahui tempat mana yang lokasinya berdekatan dan mana yang membutuhkan perjalanan lebih jauh.
Sebaiknya jangan langsung menyusun itinerary berdasarkan urutan tempat yang muncul di media sosial atau rekomendasi orang lain. Karena, kamu tidak bisa mengetahui jarak atau urutan perjalanan sebenarnya.
Dengan melihat seluruh lokasi sekaligus melalui peta, kamu bisa mendapatkan gambaran mengenai rute perjalanan yang paling masuk akal. Setelah itu, kamu bisa menyusunnya dalam itinerary untuk bekal liburan.
2. Kelompokkan destinasi berdasarkan area

ilustrasi menikmati traveling (unsplash.com/Fredrik Öhlander) Setelah mengetahui posisi setiap tempat, cobalah untuk mengelompokkan destinasi yang berada di kawasan berdekatan. Misalnya, beberapa tempat wisata yang masih berada di pusat kota, bisa dikunjungi dalam satu hari.
Sementara itu, destinasi yang berada cukup jauh dari pusat kota sebaiknya dijadwalkan pada hari berbeda. Cara ini dapat mengurangi waktu yang terbuang untuk perjalanan dari satu kawasan ke kawasan lainnya. Selain lebih efisien, mengelompokkan destinasi berdasarkan area juga membuat itinerary terasa lebih santai.
3. Tentukan destinasi yang paling penting

ilustrasi memilih destinasi wisata (unsplash.com/Nick Morrison) Dalam satu perjalanan, biasanya ada beberapa tempat yang memang paling ingin dikunjungi. Kamu bisa menjadikan destinasi tersebut sebagai prioritas utama sebelum memasukkan tempat lain ke dalam itinerary.
Misalnya, kamu punya tiga tempat yang ingin dikunjungi dalam satu hari. Jika salah satunya membutuhkan waktu cukup lama untuk dijelajahi, jangan memaksakan dua destinasi lain yang lokasinya jauh. Destinasi tambahan bisa dipilih berdasarkan lokasi terdekat atau waktu yang tersedia. Dengan begitu, itinerary tetap fleksibel dan gak terasa seperti daftar tugas yang harus diselesaikan dengan cepat.
4. Perhatikan waktu tempuh, bukan hanya jarak

ilustrasi traveling dengan transportasi umum (unsplash.com/Clay Banks) Dua destinasi yang terlihat berdekatan di peta belum tentu bisa ditempuh dalam waktu singkat. Kondisi lalu lintas, pilihan transportasi, akses jalan, hingga waktu menunggu kendaraan bisa memengaruhi durasi perjalanan.
Oleh karena itu, jangan hanya mencatat jarak antar tempat yang ingin dikunjungi. Periksa juga perkiraan waktu tempuh menggunakan transportasi yang akan dipakai. Hal ini penting terutama ketika traveling di kota besar atau destinasi yang memiliki lalu lintas padat. Jarak beberapa kilometer bisa saja membutuhkan waktu jauh lebih lama dibandingkan perkiraan.
5. Sisakan waktu kosong di antara destinasi

ilustrasi menikmati traveling (unsplash.com/Felix Rostig) Kesalahan yang cukup sering dilakukan saat membuat itinerary adalah mengisi jadwal terlalu penuh. Setelah memperkirakan waktu perjalanan, jangan lupa memberikan jeda sebelum menuju destinasi berikutnya. Waktu kosong ini bisa digunakan untuk makan, beristirahat, mencari lokasi, atau menghadapi hal-hal tidak terduga selama perjalanan.
Misalnya, jika perkiraan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain adalah 30 menit, jangan langsung menjadwalkan aktivitas berikutnya tepat 30 menit kemudian. Berikan sedikit waktu tambahan agar satu keterlambatan tidak membuat seluruh itinerary berantakan.
Liburan bukan perlombaan untuk mengunjungi sebanyak mungkin tempat dalam waktu singkat. Itinerary yang baik justru membuat perjalanan terasa lebih nyaman dan memungkinkanmu menikmati setiap destinasi tanpa terburu-buru dengan beberapa cara di atas. Jadi, sebelum memasukkan destinasi ke itinerary, coba lihat kembali petanya agak tidak perlu bolak-balik dan menghabiskan terlalu banyak waktu di perjalanan.




















