Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tips Menghindari Copet di Tempat Padat Turis saat Berlibur di Eropa
ilustrasi pencopetan (unsplash.com/Geoffrey Crofte)

Eropa menjadi salah satu destinasi impian banyak wisatawan karena menawarkan kota-kota bersejarah, museum kelas dunia, hingga pemandangan yang indah. Namun, di balik pesonanya, beberapa destinasi wisata populer juga dikenal memiliki kasus pencopetan yang cukup tinggi, terutama di area yang dipadati turis. Oleh karena itu, setiap wisatawan perlu meningkatkan kewaspadaan agar liburan tetap berjalan aman dan menyenangkan.

Pickpocket atau copet pada umumnya mengincar wisatawan yang lengah karena sibuk menikmati suasana atau terlalu fokus mengambil foto. Aksi mereka sering berlangsung sangat cepat sehingga korban baru menyadari barangnya hilang beberapa saat kemudian. Agar tidak menjadi sasaran, berikut lima tips untuk menghindari pencopetan di tempat padat turis saat berlibur ke Eropa.

1. Gunakan tas anti maling dan selalu pakai di bagian depan tubuh

ilustrasi memakai tas di bagian depan tubuh (magnific.com/azerbaijan_stockers)

Saat mengunjungi destinasi wisata yang ramai di Eropa, seperti alun-alun kota, stasiun kereta, atau tempat wisata populer, sebaiknya gunakan tas anti maling (anti-theft bag). Pilih tas dengan resleting yang tersembunyi, bahan yang sulit disayat, serta tali yang kuat agar lebih aman dari aksi pencopetan. Selain itu, biasakan mengenakan tas di bagian depan tubuh agar isi tas selalu berada dalam pengawasan.

Jangan meletakkan dompet, paspor, atau ponsel di kantong belakang celana maupun saku jaket yang mudah dijangkau orang lain. Kebiasaan sederhana ini dapat mengurangi risiko kehilangan barang berharga saat berada di tengah keramaian. Semakin sulit akses menuju barang berharga milikmu, semakin kecil kemungkinan pencopet menjadikannya sebagai target.

2. Hindari terlalu fokus pada ponsel atau kamera

ilustrasi terlalu fokus pada ponsel (magnific.com/jcomp)

Banyak wisatawan sibuk mengambil foto atau merekam video hingga tidak menyadari kondisi di sekitarnya. Situasi seperti ini sering dimanfaatkan pencopet untuk mendekat tanpa menimbulkan kecurigaan. Karena itu, tetaplah waspada meskipun sedang menikmati pemandangan atau membuat konten perjalanan.

Jika ingin mengambil foto dalam waktu lama, usahakan berdiri di tempat yang relatif aman dan tidak terlalu padat. Setelah selesai menggunakan ponsel atau kamera, segera simpan kembali ke dalam tas. Hindari membawa perangkat elektronik di tangan lebih lama dari yang diperlukan, terutama saat berjalan.

3. Waspadai modus pengalihan perhatian

ilustrasi pencopetan (unsplash.com/Geoffrey Crofte)

Pencopet di kawasan wisata sering bekerja secara berkelompok dengan berbagai modus untuk mengalihkan perhatian korban. Misalnya ada yang tiba-tiba meminta tanda tangan, menjatuhkan barang di depanmu, menawarkan bantuan yang tidak diminta, atau bahkan sengaja menabrak saat berjalan. Ketika perhatianmu terpecah, anggota kelompok lain bisa mengambil barang berharga tanpa disadari.

Jika menghadapi situasi seperti itu, tetap tenang dan segera pastikan tas serta barang berhargamu masih berada di tempatnya. Tidak ada salahnya menolak dengan sopan lalu menjauh apabila merasa situasinya mencurigakan. Sikap waspada jauh lebih penting daripada merasa tidak enak kepada orang asing.

4. Simpan uang dan dokumen penting di tempat terpisah

ilustrasi menyimpan uang dan dokumen di tempat terpisah (magnific.com/jcomp)

Jangan menyimpan seluruh uang tunai, kartu bank, paspor, dan dokumen penting dalam satu tas atau satu dompet. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan, kamu masih memiliki cadangan sehingga perjalanan tidak langsung terganggu. Membagi penyimpanan barang berharga merupakan salah satu langkah keamanan yang banyak disarankan bagi wisatawan.

Kamu juga bisa menggunakan money belt atau dompet tipis yang dikenakan di balik pakaian untuk menyimpan paspor dan sebagian uang tunai. Sementara itu, bawalah uang secukupnya di dompet utama untuk kebutuhan sehari-hari. Cara ini membuat kerugian menjadi lebih kecil apabila terjadi pencurian.

5. Kenali lokasi yang paling sering menjadi target pickpocket

ilustrasi wisatawan sedang antre masuk tempat wisata (unsplash.com/Meizhi Lang)

Aksi pencopetan paling sering terjadi di tempat-tempat yang dipenuhi wisatawan, seperti transportasi umum, stasiun kereta, terminal bus, kawasan belanja, hingga antrean masuk objek wisata. Di lokasi seperti ini, orang cenderung saling berhimpitan sehingga pencopet lebih mudah beraksi tanpa menarik perhatian. Oleh karena itu, tingkatkan kewaspadaan setiap kali memasuki area yang sangat ramai.

Sebelum berangkat, luangkan waktu untuk mencari informasi mengenai daerah yang dikenal rawan pencopetan di kota tujuanmu. Dengan mengetahui lokasi-lokasi tersebut, kamu bisa lebih siap menjaga barang bawaan dan menghindari kebiasaan yang berisiko. Liburan pun akan terasa lebih tenang karena kamu sudah mengantisipasi kemungkinan yang bisa terjadi.

Mencegah selalu lebih baik daripada mengatasi kehilangan barang berharga saat sedang menikmati liburan. Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana di atas, risiko menjadi korban pickpocket bisa diminimalkan. Jadi, kamu bisa menjelajahi berbagai destinasi indah di Eropa dengan rasa aman dan lebih fokus menciptakan pengalaman liburan yang menyenangkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article