Liburan singkat sering terasa seperti jeda manis di tengah rutinitas yang padat. Beberapa hari di Bali, Yogyakarta, atau bahkan sekadar staycation di hotel favorit mampu memberi energi baru dan suasana hati yang lebih ringan. Namun, begitu kembali ke meja kerja dan notifikasi mulai berdatangan, rasa hampa perlahan muncul tanpa aba-aba.
Fenomena ini dikenal sebagai post-holiday blues, kondisi emosional ketika semangat liburan belum sepenuhnya hilang, tapi realitas sudah kembali mengetuk. Perasaan lesu, kurang motivasi, bahkan sedikit murung bisa hadir meski liburan terasa menyenangkan. Hal ini wajar secara psikologis karena otak sedang menyesuaikan diri dari suasana santai ke ritme produktif. Supaya transisi terasa lebih halus dan suasana hati tetap stabil, yuk simak beberapa tips berikut!
