Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Tips Naik Pesawat saat Puasa, Perhatikan Waktu Terbang
ilustrasi naik pesawat (unsplash.com/Suhyeon Choi)
  • Artikel membahas tips agar perjalanan udara saat berpuasa tetap nyaman, mulai dari memilih maskapai hingga mengatur waktu penerbangan yang sesuai dengan kondisi fisik dan ibadah.
  • Penumpang disarankan memilih maskapai dengan layanan sahur dan buka puasa, membawa camilan sendiri jika naik low-cost carrier, serta menyiapkan perlengkapan salat travel size.
  • Pemilihan waktu terbang menjadi faktor penting; penerbangan malam atau setelah berbuka lebih disarankan agar tidak menguras energi dan ibadah tetap lancar selama perjalanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Puasa tentunya bukan penghalang untuk tetap menikmati traveling. Tak hanya itu, kamu juga bisa mencoba pengalaman ngabuburit, buka puasa, hingga salat tawarih di luar negeri guna mengetahui kebiasaan atau budaya masyarakat muslim di sana.

Namun, akan sangat merepotkan saat kamu tidak mempersiapkannya dengan matang. Bahkan, memilih waktu penerbangan yang salah bisa membuat energi terkuras. Agar terhindar dari risiko tersebut, berikut ini tips naik pesawat saat puasa. Catat, ya!

1. Pilih maskapai yang tepat

ilustrasi naik pesawat (unsplash.com/Alev Takil)

Saat akan menghadapi penerbangan jarak jauh, jangan hanya memilih maskapai dengan berpatok pada harga yang murah. Sebaiknya, pilih maskapai yang menyediakan pelayanan khusus selama bulan puasa untuk memenuhi kebutuhan saat akan buka puasa dan sahur.

Beberapa maskapai, seperti Qatar Airways, Etihad Airways, dan Saudia Arlines, menawarkan hidangan sahur dan buka puasa di semua penerbangan jarak jauh. Namun, jika menggunakan maskapai lain, jangan ragu untuk meminta pelayanan tersebut kepada awak kabin saat berpuasa.

2. Bawa camilan

ilustrasi kurma (unsplash.com/ Rauf Alvi)

Jika naik maskapai low-cost, jangan lupa untuk membawa minuman dan camilan, seperti kurma dan air mineral, sendiri ke dalam pesawat. Maskapai low-cost carrier (LCC) umumnya tidak menyediakan makanan gratis dalam harga tiketnya.

Sebagian besar maskapai low-cost menerapkan sistem Buy on Board atau membeli di atas pesawat. Namun, penumpang juga bisa melakukan pre-book makanan untuk buka puasa atau sahur secara daring sebelum keberangkatan dengan biaya tambahan.

3. Bawa peralatan salat versi travel size

ilustrasi tas PVC transparan (pexels.com/Amar Preciado)

Di penerbangan jarak jauh, kamu akan menghabiskan hampir 24 jam di dalam pesawat. Karena itu, sebaiknya bawalah sajadah dan mukena versi travel size di dalam tas kabin agar tetap fleksibel saat akan salat di pesawat atau di bandara saat transit.

Untuk mengetahui waktu salat di pesawat, kamu dapat memantau posisi matahari melalui jendela ataupun menggunakan aplikasi berbasis GPS, seperti Muslim Pro hingga Islamic Finder. Informasi terkait waktu setempat juga biasanya ditampilkan di In-Flight Entertainment (IFE).

4. Perhatikan waktu terbang

ilustrasi naik pesawat (unsplash.com/bady abbas)

Tak hanya maskapai, perhatikan juga waktu keberangkatan pesawat. Pilih jam-jam di luar puasa, seperti saat malam hari atau setelah berbuka puasa. Meski terkesan sepele, pemilihan waktu terbang sangat penting, karena akan berpengaruh terhadap kenyamanan fisik dan kelancaran ibadah selama berpuasa, lho.

Waktu berbuka puasa di pesawat akan mengikuti posisi matahari saat itu, bukan waktu kota asal atau tujuan. Apabila terbang ke arah barat, waktu siang menjadi lebih panjang dan kamu harus berpuasa lebih lama, begitu pun sebaliknya. Jadi, sebaiknya pilih waktu keberangkatan di malam hari agar bebas makan dan minum, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team