Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Kota Terbersih di Afrika yang Bikin Takjub

5 Kota Terbersih di Afrika yang Bikin Takjub
ilustrasi kota terbersih di Afrika (unsplash.com/Omar)
Intinya Sih

  • Kigali, Rwanda dinobatkan sebagai kota terbersih di Afrika berkat larangan kantong plastik, tradisi Umuganda, dan kebijakan zona bebas mobil yang menekan polusi.

  • Rabat, Maroko menjaga kebersihan lewat sistem manajemen limbah modern, transisi energi hijau, serta kampanye edukasi publik yang menanamkan kesadaran lingkungan.

  • Cotonou, Tangier, dan Nairobi menunjukkan transformasi kota bersih dengan dukungan warga aktif, revitalisasi infrastruktur besar-besaran, serta tata kelola pemerintahan yang visioner.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Benua Afrika sering kali memiliki citra wilayah yang gersang dan kurang tertata, terutama soal kebersihan. Namun, ada beberapa kota modern yang luar biasa bersih, asri, dan memiliki tata kota yang rapi. Beberapa kota di Afrika bahkan berhasil menerapkan standar kebersihan yang sangat ketat hingga mampu bersaing dengan kota-kota maju di dunia, menyuguhkan pemandangan jalanan yang bebas sampah serta ruang terbuka hijau yang menyejukkan mata.

Saking bersih dan rapinya, ada salah satu kota yang keindahannya kerap dimiripkan dengan kota-kota di Eropa karena arsitekturnya yang menawan dan lingkungannya yang begitu higienis. Mulai dari pelarangan penggunaan kantong plastik secara total hingga budaya gotong royong warga lokal yang solid, kota-kota ini siap mengubah cara pandang terhadap wajah modern Afrika.

Kamu pasti gak percaya, ini adalah lima kota terbersih di Afrika yang dijamin akan membuat takjub!

1. Kigali, Rwanda

Kigali, Rwanda
Kigali, Rwanda (commons.wikimedia.org/BalukuBrian)

Rwanda berhasil menjadi negara dengan pembangunan hijau terbaik di dunia, dengan ibu kotanya, Kigali. Kigali dinobatkan sebagai kota terbersih di Afrika melalui visi ekonomi 2020. Pemerintah Rwanda berkomitmen untuk membangun negara berpenghasilan menengah yang berkelanjutan secara lingkungan. Keberhasilan ini tidak lepas dari kebijakan lingkungan yang berani dan proaktif, seperti larangan total penggunaan kantong plastik sejak 2008 yang disertai sanksi tegas bagi para pelanggarnya.

Dilansir Fair Planet, selain regulasi yang ketat, kunci utama kebersihan Rwanda terletak pada partisipasi aktif masyarakat melalui tradisi gotong royong wajib yang disebut Umuganda. Selain pengelolaan sampah, Rwanda juga menerapkan kebijakan zona bebas mobil di pusat kota Kigali untuk menekan polusi dan menciptakan ruang yang ramah bagi pejalan kaki.

2. Rabat, Maroko

Rabat, Maroko
Rabat, Maroko (commons.wikimedia.org/RACHID BAYA)

Keindahan dan kebersihan kota ini didukung oleh komitmen kuat dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui sistem manajemen limbah modern yang mencakup pemilahan sampah selektif di berbagai kawasan serta kampanye edukasi sipil secara masif. Selain pengelolaan sampah yang adaptif, kebersihan udara dan pelestarian lingkungan di ibu kota Maroko ini dijaga melalui percepatan transisi energi dan mobilitas hijau.

Dilansir Good Move, selain pengelolaan sampah yang adaptif, kebersihan udara dan kelestarian lingkungan di ibu kota Maroko ini dijaga melalui percepatan transisi energi dan mobilitas hijau. Keberhasilan Rabat menjadi kota yang bersih dan hijau juga tidak lepas dari integrasi riset inovatif, tata kelola sumber daya alam yang bijak, serta kerja sama internasional dalam mengatasi perubahan iklim. Kesadaran lingkungan di kota ini dibangun secara kreatif, salah satunya dengan menyebarkan pesan-pesan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di fasilitas publik seperti trem.

3. Cotonou, Benin

Cotonou, Benin
Cotonou, Benin (commons.wikimedia.org/Adoscam)

Kota Cotonou memiliki pengelolaan kebersihan yang luar biasa karena didukung oleh kesadaran serta pola pikir masyarakat lokal yang sangat menjaga lingkungan di sekitar mereka. Berbeda dengan kota-kota besar di beberapa negara tetangga yang cenderung padat dan kacau, para pedagang makanan jalanan hingga warga di Cotonou secara aktif menjaga kebersihan di sekeliling area pantai publik, di mana hampir tidak ditemukan sampah plastik atau limbah berserakan, sehingga memberikan kenyamanan penuh bagi warga maupun wisatawan yang datang.

Berdasarkan kanal YouTube Davud Akhundzada, selain faktor kesadaran warga, tata kota dan infrastruktur di Cotonou dirancang secara matang dan terorganisasi dengan sangat baik oleh pemerintah. Jalan-jalan utama dan jalur layang di kota ini berada dalam kondisi sempurna tanpa berlubang, dilengkapi dengan marka jalan yang jelas, lampu lalu lintas yang berfungsi dengan baik, serta trotoar pejalan kaki yang rapi.

4. Tangier, Maroko

Tangier, Maroko
Tangier, Maroko (commons.wikimedia.org/Ideophagous)

Kota pelabuhan ini sempat terbengkalai, kotor, dan rawan kriminalitas, sehingga menjadi sebuah kota metropolis modern yang bersih dan tertata rapi. Dilansir Epic Travel, di bawah program pembangunan perkotaan intensif yang diprakarsai oleh Raja Mohammed VI dalam kurun waktu sekitar satu dekade terakhir, investasi besar-besaran dialokasikan untuk mengubah citra buruk kota ini.

Infrastruktur jalan diperbaiki secara menyeluruh, kawasan kota tua direvitalisasi, dan lingkungan kota dibersihkan hingga mampu mengubah predikat lama kota ini dari trash to treasure. Perubahan masif ini turut memicu kebangkitan budaya, ekonomi, dan pariwisata yang dinamis tanpa menghilangkan identitas sejarahnya.

5. Nairobi, Kenya

Nairobi, Kenya
Nairobi, Kenya (commons.wikimedia.org/AEira-WMF)

Berdasarkan survei yang dirilis oleh The Africa Report, Nairobi berhasil masuk dalam jajaran kota terbersih di benua Afrika pada 2025. Penilaian ini didasarkan pada survei opini publik di 41 kota di seluruh Afrika, di mana kebersihan kota dinilai sebagai indikator utama dari kualitas tata kelola pemerintahan daerah dan daya tarik wilayah tersebut.

Dalam daftar tersebut, Nairobi berada di peringkat ke-20 dengan skor indeks 5,0. Meskipun menempati posisi tersebut, ada aspek lain yang menjadi keunggulan kota ini. Berdasarkan Indeks Global Nairobi, berhasil mengamankan posisi sebagai kota paling menarik ketiga di seluruh benua Afrika.

Dari tata kota yang rapi, jalanan bebas sampah, hingga arsitektur unik ala Eropa yang dihadirkan di tengah benua hitam, semua itu berhasil mematahkan stereotip lama tentang Afrika yang kumuh dan tidak teratur. Transformasi luar biasa ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan tata kota yang visioner dan regulasi yang tegas mampu menciptakan lingkungan yang nyaman sekaligus memukau di mata dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman

Related Articles

See More