ilustrasi kualitas baterai mobil listrik (unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦)
Penggunaan elektrolit padat juga menjadi alasan teknologi ini dianggap menarik dari sisi keamanan. Baterai lithium-ion konvensional menggunakan elektrolit cair yang mudah terbakar. Sementara itu, sejumlah rancangan solid-state menggunakan material elektrolit yang lebih tahan terhadap risiko kebakaran sehingga secara teori dapat mengurangi salah satu sumber bahaya pada baterai.
Meski demikian, bukan berarti mobil dengan baterai solid-state otomatis bebas dari risiko kebakaran atau kerusakan. Baterai tetap menyimpan energi dalam jumlah besar dan dapat mengalami masalah akibat benturan, cacat produksi, suhu ekstrem, atau kegagalan komponen lainnya. Karena itu, tingkat keamanan akhirnya tetap bergantung pada desain baterai dan sistem perlindungan kendaraan.
Jika teknologi ini berhasil diproduksi secara massal dengan biaya kompetitif, solid-state berpotensi mengubah sejumlah keterbatasan mobil listrik sekaligus. Jarak tempuh yang lebih panjang, pengisian lebih cepat, dan peningkatan aspek keamanan dapat membuat EV semakin praktis digunakan sehari-hari. Namun, teknologi ini masih membutuhkan pengembangan sebelum benar-benar menjadi standar baru industri.