Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Kesalahan Umum Pengemudi Pemula saat Berkendara di Jalan

3 Kesalahan Umum Pengemudi Pemula saat Berkendara di Jalan
Ilustrasi setir mobil yang kurang responsif (freepik.com/diana.grytsku)
  • Pengemudi pemula perlu rutin memantau kaca spion samping dan tengah agar mengetahui pergerakan kendaraan lain, terutama sebelum berpindah jalur atau berbelok.
  • Pengereman mendadak akibat panik berisiko membuat kendaraan tidak nyaman dan memicu tabrakan dari belakang; jaga jarak aman serta antisipasi arus lalu lintas.
  • Posisi duduk terlalu tegang dan genggaman kemudi berlebihan dapat mempercepat kelelahan serta menghambat respons; atur jok ideal dan pegang kemudi santai namun sigap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Belajar mengemudikan kendaraan merupakan proses yang membutuhkan konsentrasi serta pembiasaan diri secara bertahap. Pengemudi pemula sering kali merasa gugup saat harus berhadapan langsung dengan arus lalu lintas yang padat di jalan raya.

Rasa canggung dan minimnya pengalaman di jalan kerap memicu pengambilan keputusan yang kurang tepat saat mengendalikan kendaraan. Pemahaman mengenai kesalahan umum yang sering terjadi dapat membantu meningkatkan kewaspadaan demi menjaga keselamatan bersama.

  1. 1. Kurang memanfaatkan penggunaan kaca spion secara berkala

    ilustrasi setir mobil
    ilustrasi setir mobil (unsplash.com/Noah Gremmert)

    Pengemudi pemula cenderung terfokus penuh pada kondisi jalanan di area depan kendaraan tanpa memantau situasi sekitar. Kebiasaan mengabaikan fungsi kaca spion samping dan tengah dapat membuat pengemudi buta terhadap pergerakan kendaraan lain di area blind spot.

    Kondisi tersebut sangat membahayakan terutama saat hendak berpindah jalur atau melakukan manuver berbelok di persimpangan. Pemantauan kaca spion secara berkala wajib dibiasakan agar koordinasi arah dan posisi kendaraan tetap aman dari potensi benturan.

  2. 2. Penggunaan rem yang terlalu sering dan mendadak

    ilustrasi setir mobil (freepik.com/pvproduction)
    ilustrasi setir mobil (freepik.com/pvproduction)

    Keraguan dalam mengontrol kecepatan sering membuat pemula menginjak pedal rem secara mendadak akibat rasa panik. Pengoperasian rem yang tidak halus ini membuat pergerakan kendaraan menjadi terputus-putus dan tidak nyaman bagi para penumpang.

    Kebiasaan menginjak rem secara agresif juga berisiko tinggi memicu kecelakaan tabrak belakang dari kendaraan di belakang. Pengaturan jarak aman serta antisipasi laju lalu lintas dari kejauhan merupakan kunci utama untuk pengereman yang lebih halus.

  3. 3. Posisi duduk dan genggaman kemudi yang terlalu tegang

    Setir mobil
    ilustrasi setir mobil (pexels.com/ Matheus Ferrero)

    Postur tubuh yang terlalu maju ke depan serta genggaman tangan yang terlampau kuat pada roda kemudi menjadi ciri khas pengemudi baru. Posisi tegang ini justru akan mempercepat rasa lelah pada area otot bahu, leher, dan punggung saat berkendara.

    Selain memicu kelelahan fisik, posisi tubuh yang tidak rileks juga menyulitkan pergerakan tangan saat harus merespons situasi darurat. Pengaturan posisi jok yang ideal serta genggaman kemudi yang santai namun sigap akan membantu menjaga kendali kendaraan secara maksimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More