Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Kesalahan yang Bisa Membuat Baterai Mobil Listrik Cepat Menurun

3 min read
4 Kesalahan yang Bisa Membuat Baterai Mobil Listrik Cepat Menurun
ilustrasi mobil Tesla (pexels.com/Yehor Andrukhovych)
  • Baterai mobil listrik berharga mahal dan menentukan performa, efisiensi, serta usia pakai kendaraan; kebiasaan pengguna dapat mempercepat penurunan kapasitasnya.
  • Pengisian rutin hingga 100 persen dan membiarkan daya hampir habis berulang kali dapat membebani baterai; pengisian penuh sebaiknya untuk kebutuhan perjalanan jauh.
  • Penggunaan pengisian cepat terus-menerus berpotensi meningkatkan suhu dan menurunkan performa baterai, sementara paparan suhu ekstrem saat parkir juga memengaruhi kondisi sel baterai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Baterai merupakan komponen penting yang ada di dalam mobil listrik karena fungsi utamanya sebagai sumber tenaga kendaraan, sehingga tidak heran apabila komponen ini harganya mahal. Menjaga kondisi baterai tetap optimal atau menjadi salah satu faktor yang dapat menentukan performa, efisiensi, dan usia pakai mobil listrik dalam jangka panjang.

Pola teknologi baterai modern saat ini sudah dirancang agar tetap tahan digunakan selama bertahun, namun kebiasaan yang tidak tepat ternyata bisa berisiko mempercepat penurunan kapasitasnya. Dengan berusaha memahami berbagai kesalahan yang kerap dilakukan para pengguna, maka bisa menjaga kesehatan baterai dan mengurangi risiko biaya perawatan yang lebih besar di masa mendatang.

  1. 1. Terlalu sering mengisi daya hingga 100 persen

    ilustrasi charging mobil listrik
    ilustrasi charging mobil listrik (unsplash.com/smart-me AG)

    Banyak pemilik mobil listrik menganggap bahwa mengisi daya hingga penuh setiap saat merupakan pilihan yang terbaik agar jarak tempuh yang dapat dicapai maksimal. Padahal, untuk penggunaan sehari-hari, baterai lithium-ion pada umumnya akan jauh lebih awet jika tidak terus-menerus berada pada kondisi yang terisi penuh, terutama jika kendaraan memang tidak langsung digunakan.

    Ada beberapa produsen yang Bahkan menyediakan fitur pembatasan pengisian daya harian pada kisaran tertentu agar kesehatan baterai tetap terjaga dengan baik. Pengisian hingga 100 persen sebaiknya dapat dilakukan pada saat memang diperlukan, seperti sebelum melakukan perjalanan jauh, sehingga harus bijak dalam melakukan pola pengisian harian.

  2. 2. Membiarkan baterai terlalu sering berada pada kondisi yang sangat rendah

    ilustrasi mobil Tesla (pexels.com/Matt Weissinger)
    ilustrasi mobil Tesla (pexels.com/Matt Weissinger)

    Selain terlalu sering mengisi daya hingga penuh, ternyata membiarkan kapasitas baterai turun hingga hampir habis secara berulang justru bisa mempengaruhi usia pakainya. Kondisi daya yang sangat rendah justru bisa memberikan beban tambahan pada sel baterai jika hal ini terus terjadi dalam jangka panjang.

    Menjaga tingkat pengisian dalam rentang yang direkomendasikan tentu bisa membantu agar sistem manajemen baterai tetap bisa bekerja dengan lebih optimal. Kebiasaan sederhana ini bisa membantu dalam mengurangi risiko kendaraan kehabisan daya pada saat berada di perjalanan.

  3. 3. Selalu sering menggunakan pengisian daya cepat tanpa kebutuhan

    ilustrasi charging mobil listrik
    ilustrasi charging mobil listrik (unsplash.com/Haberdoedas)

    Teknologi pengisian cepat memang bisa sangat membantu pada saat pemilik mobil memerlukan tambahan daya dalam waktu yang relatif singkat, terutama pada saat melakukan perjalanan jarak jauh. Namun, penggunaan fasilitas pengisian cepat secara terus-menerus ternyata bisa menyimpan risiko tersendiri, termasuk menghasilkan suhu yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan pengisian daya biasa.

    Jika hal ini dilakukan secara terus-menerus tanpa alasan yang jelas, maka kondisi tersebut berpotensi mempercepat penurunan performa baterai dalam jangka panjang. Pengisian daya normal di rumah atau stasiun pengisian standar pada umumnya jauh lebih ramah terhadap kesehatan baterai apabila memang tersedia waktu yang cukup.

  4. 4. Sering memarkirkan mobil di tempat yang bersuhu ekstrem

    ilustrasi mobil listrik
    ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Hyundai Motor Group)

    Suhu lingkungan ternyata memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kondisi baterai pada mobil listrik. Jika kamu membiarkan kendaraan terlalu lama terpapar sinar Matahari secara langsung atau baterai pada suhu yang sangat ekstrem, maka hal ini bisa mempengaruhi kinerja dan juga proses kimia yang terdapat di dalam sel baterai.

    Sebaiknya usahakan untuk memarkirkan mobil di tempat yang teduh atau memiliki pelindung dari paparan sinar Matahari secara langsung. Jika memang kendaraan tidak digunakan dalam waktu lama, maka ikuti rekomendasi produsen terkait tingkat pengisian daya dan juga cara penyimpanannya agar stabilitas suhu baterai tetap terjaga.

    Menjaga kesehatan baterai mobil tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan, namun juga pada kebiasaan dari pemiliknya. Dengan menghindari beberapa hal di atas, maka bisa mempertahankan performa baterai dengan lebih lama. Perawatan yang baik akan membuat baterai mobil listrik bekerja secara optimal dan memiliki usia apakah yang lebih panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More