Momen ketika kendaraan lain mulai menyalip terkadang memunculkan respons spontan yang cukup aneh, yakni menekan pedal gas dan ikut menambah kecepatan. Padahal, tindakan tersebut justru dapat mempersempit ruang bagi kendaraan yang sedang mendahului serta meningkatkan risiko konflik di jalan. Respons semacam ini gak selalu muncul karena pengemudi sengaja ingin menghalangi, tetapi dapat berkaitan dengan ego, persepsi terhadap ancaman, hingga kebiasaan berkendara yang terbentuk tanpa disadari.
Perilaku tersebut menarik dibahas karena menunjukkan bahwa keputusan saat berkendara gak sepenuhnya lahir dari pertimbangan rasional. Emosi dan respons otomatis dapat mengambil peran besar dalam hitungan detik, terutama ketika pengemudi merasa posisi atau kemampuannya seolah sedang ditantang oleh pengguna jalan lain. Supaya lebih sadar terhadap respons diri sendiri dan mampu menjaga keselamatan bersama, yuk pahami alasan pengemudi dapat refleks menambah kecepatan ketika disalip di jalan.
