Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Dampak Menggunakan Ban Mobil yang Sudah Kedaluwarsa
ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Jimmy Nilsson Masth)
  • Ban kedaluwarsa kehilangan elastisitas dan daya cengkeram, sehingga mobil lebih sulit dikendalikan saat hujan, pengereman mendadak, atau kecepatan tinggi serta meningkatkan risiko selip dan pecah ban.
  • Tekanan ban yang tidak stabil membuat mesin bekerja lebih keras, menyebabkan konsumsi bahan bakar lebih boros, akselerasi melambat, dan tenaga kendaraan terasa berkurang.
  • Karet yang mengeras akibat usia pakai rentan benjol dan retak, sementara tapak sulit membuang air sehingga risiko aquaplaning serta kehilangan kendali di jalan basah meningkat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ban mobil yang sudah tua bisa berbahaya. Karetnya jadi keras dan tidak kuat menempel di jalan. Mobil bisa selip saat hujan, susah berhenti, atau bannya pecah. Ban juga bisa benjol dan retak. Mesin jadi bekerja lebih keras, jadi bensin cepat habis. Ban tua harus sering dicek dan diganti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penggunaan ban mobil yang sudah kedaluwarsa dapat membahayakan keselamatan kamu saat berkendara. Ban dengan usia pakai yang telah melebihi batas cenderung mengalami penurunan elastisitas dan daya cengkeram. Akibatnya, performa kendaraan menjadi tidak optimal dan berpotensi menimbulkan masalah.

Berbagai dampak negatif bisa muncul apabila kamu tetap memakai ban yang sudah kedaluwarsa. Mulai dari risiko selip, pecah ban saat melaju kencang, hingga jarak pengereman yang menjadi lebih panjang. Berikut rincian dampak penggunaan ban mobil kedaluwarsa.

1. Keselamatan terancam

ilustrasi ban (pexels.com/Denys Novikov)

Dampak paling serius dari penggunaan ban mobil kedaluwarsa adalah terancamnya keselamatan kamu. Ban yang sudah melewati masa pakai akan mengalami penurunan kualitas karet dan daya rekat terhadap jalan. Kondisi tersebut membuat kendaraan lebih sulit dikendalikan, terutama saat hujan atau pengereman mendadak.

Selain itu, performa ban yang menurun juga meningkatkan risiko pecah ban ketika digunakan dalam kecepatan tinggi. Hal ini dapat menyebabkan kehilangan kendali dan berpotensi menimbulkan kecelakaan. Karena itu, kamu sebaiknya segera mengganti ban yang sudah kedaluwarsa agar keamanan berkendara tetap terjaga.

2. Bahan bakar cepat habis

ilustrasi ban (pexels.com/Artem Podrez)

Tekanan udara pada ban yang sudah kedaluwarsa cenderung tidak stabil dan mudah berubah. Kondisi ini membuat ban tidak dapat menopang beban kendaraan secara optimal. Akibatnya, mesin mobil harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan laju.

Beban kerja mesin yang meningkat secara otomatis membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Kamu juga akan merasakan akselerasi yang lebih lambat dan tenaga yang terasa kurang. Oleh karena itu, memeriksa kondisi ban secara rutin dapat membantu menjaga efisiensi bahan bakar dan kinerja mesin tetap baik.

3. Ban mobil benjol

ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Luke Miller)

Karet pada ban mobil yang sudah kedaluwarsa umumnya menjadi lebih keras dan getas. Kondisi ini membuat struktur ban tidak lagi elastis sehingga rentan mengalami benjol. Jika dibiarkan, benjolan tersebut dapat mengganggu kestabilan kendaraan saat melaju.

Risiko tersebut akan semakin besar apabila kamu mengendarai mobil dan menghantam benturan yang kuat. Contohnya adalah melintasi jalan berlubang dengan kecepatan tinggi. Oleh karena itu, kamu sebaiknya memeriksa kondisi fisik ban secara berkala agar potensi kerusakan dapat dicegah lebih awal.

4. Struktur ban mudah retak

ilustrasi ban mobil (pexels.com/Vitali Adutskevich)

Karet ban mobil yang sudah melewati masa pakainya akan mengalami proses oksidasi. Proses tersebut membuat kompon karet menjadi lebih keras dan kehilangan elastisitasnya. Akibatnya, permukaan ban menjadi lebih rentan muncul retakan.

Retakan awal biasanya berukuran sangat halus dan sulit terlihat dari luar. Namun seiring waktu, kerusakan itu dapat merambat ke bagian dalam struktur ban. Oleh karena itu, kamu perlu memeriksa usia dan kondisi ban secara berkala agar potensi pecah ban bisa dihindari.

5. Mudah mengalami aquaplaning

ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Nischal Kanishk)

Urat karet pada ban yang sudah mengering akan membuat tapak ban kehilangan fungsinya. Alur pada tapak tidak lagi mampu membuang air dengan baik saat melewati permukaan basah. Kondisi ini membuat daya cengkeram ban terhadap jalan menurun secara signifikan.

Akibatnya, mobil dapat mengalami gejala aquaplaning ketika melintasi genangan air. Pada saat itu ban seperti mengapung dan kehilangan kontak dengan aspal. Dalam hitungan detik kamu bisa kehilangan kendali, sehingga mengganti ban sebelum kedaluwarsa menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article