Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Penjualan BYD Tertekan, Ekspor Naik di Tengah Krisis Baterai!

Penjualan BYD Tertekan, Ekspor Naik di Tengah Krisis Baterai!
BYD M6 DM (byd.com)
  • Pendapatan BYD semester pertama 2026 turun 7,13 persen menjadi 344,815 miliar yuan, sementara laba bersih merosot 20,54 persen akibat penjualan NEV yang melemah.
  • Penjualan NEV BYD mencapai 1,8085 juta unit, turun 15,72 persen, terkait keterbatasan pasokan Blade Battery generasi kedua yang kapasitas produksinya masih ditingkatkan.
  • Ekspor BYD melonjak 67,8 persen menjadi 792.000 kendaraan dan menyumbang hampir 44 persen penjualan, sementara persaingan domestik menguat dengan selisih penjualan Geely yang menipis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

BYD menghadapi situasi yang cukup kontras pada paruh pertama 2026. Di satu sisi, penjualan kendaraan energi baru atau NEV perusahaan mengalami penurunan. Di sisi lain, ekspor ke pasar luar China justru melonjak tajam dan menjadi salah satu penopang kinerja perusahaan.

Berdasarkan laporan interim yang dirilis BYD pada 28 Agustus 2026 dan dikutip CarNewsChina.com, pendapatan perusahaan pada semester pertama mencapai sekitar 344,815 miliar yuan atau sekitar Rp50,6 triliun, turun 7,13 persen secara tahunan. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham juga merosot 20,54 persen menjadi sekitar 12,32 miliar yuan.

  1. 1. Penjualan BYD turun akibat kendala baterai

    penggerak BYD Sealion 7 (byd.com)
    penggerak BYD Sealion 7 (byd.com)

    Sepanjang Januari hingga Juni 2026, BYD mencatat penjualan kumulatif NEV sekitar 1,8085 juta unit. Angka tersebut turun 15,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan penjualan tersebut salah satunya dikaitkan dengan keterbatasan pasokan baterai generasi kedua Blade Battery.

    Chairman sekaligus Presiden BYD, Wang Chuanfu, mengatakan kapasitas produksi baterai generasi terbaru tersebut masih dalam tahap peningkatan. “This year’s sales depend on battery production,” kata Wang seperti dikutip CarNewsChina.com. Kapasitas produksi memang sudah meningkat setelah dilakukan peningkatan lini selama enam bulan, tetapi pasokannya masih terbatas.

    Kondisi tersebut turut memengaruhi bisnis otomotif BYD. Pendapatan dari kendaraan dan produk terkait otomotif tercatat sekitar 275,34 miliar yuan, turun 8,98 persen secara tahunan. Meski demikian, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan pendapatan divisi otomotif pada semester pertama 2025 yang berada di kisaran 228,317 miliar yuan.

  2. 2. Ekspor BYD justru melonjak tajam

    BYD Sealion 7 (byd.com)
    BYD Sealion 7 (byd.com)

    Di tengah tekanan pasar domestik, kinerja ekspor BYD menunjukkan perkembangan yang jauh lebih positif. Berdasarkan data China Association of Automobile Manufacturers, BYD mengekspor sekitar 792.000 kendaraan pada semester pertama 2026. Jumlah tersebut melonjak 67,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Ekspor kini menyumbang hampir 44 persen dari total penjualan BYD. Perusahaan juga optimistis dapat melampaui target penjualan luar negeri sebanyak 1,5 juta unit sepanjang 2026. Pertumbuhan ini menunjukkan strategi ekspansi global BYD mulai memberikan kontribusi semakin besar terhadap bisnis perusahaan.

    Selain ekspor, merek premium di bawah BYD juga mencatat pertumbuhan. Penjualan gabungan Denza, Fang Cheng Bao, dan YangWang mencapai sekitar 228.000 unit atau meningkat 61 persen. Ketiga merek tersebut kini menyumbang sekitar 12,6 persen dari total penjualan BYD.

  3. 3. BYD mulai mendapat tekanan dari Geely

    potret dimensi Geely EX5 (global.geely.com)
    potret dimensi Geely EX5 (global.geely.com)

    Meski ekspor berkembang pesat, BYD tetap menghadapi tekanan di pasar domestik China. CarNewsChina.com mencatat penjualan domestik BYD sepanjang enam bulan pertama 2026 berada di kisaran 1,016 juta unit.

    Pada periode yang sama, penjualan domestik Geely Auto, termasuk kendaraan bermesin pembakaran internal, mencapai sekitar 950.000 unit. Selisih yang semakin tipis membuat posisi BYD sebagai produsen mobil China dengan penjualan terbesar mulai mendapat tantangan serius.

    Namun, kinerja kuartal kedua memberikan sedikit angin segar. Laba bersih BYD pada periode tersebut meningkat 30 persen secara tahunan, sementara margin kotor mencapai 18,9 persen, level tertinggi dalam satu tahun. Dengan produksi Blade Battery generasi kedua yang terus ditingkatkan dan ekspor yang semakin kuat, perkembangan BYD pada paruh kedua 2026 akan menjadi periode penting untuk melihat apakah perusahaan mampu kembali meningkatkan penjualannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More