Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Umur Baterai EV, Benarkah Bisa Sampai 10 Tahun?
ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Jae P)
  • Baterai EV lithium-ion dirancang menjalani ribuan siklus pengisian; umur pakainya lebih tepat diukur dari penurunan kapasitas daripada sekadar jumlah tahun.
  • Masa pakai 10 tahun atau lebih sangat mungkin dicapai, tetapi dipengaruhi desain, teknologi, lingkungan, pola penggunaan, serta ketentuan garansi produsen.
  • Suhu tinggi dan kebiasaan pengisian memengaruhi degradasi; kapasitas yang menurun terutama mengurangi jarak tempuh, tanpa otomatis berarti baterai harus segera diganti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Baterai mobil listrik bisa dipakai 10 tahun atau lebih. Baterai pelan-pelan jadi kurang kuat, jadi mobil tidak bisa jalan sejauh saat baru. Cuaca panas dan sering isi cepat bisa membuatnya lebih cepat lemah. Tapi baterai yang sudah berkurang tenaganya belum tentu rusak. Mobil masih bisa dipakai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Baterai menjadi komponen paling penting pada mobil listrik karena menentukan jarak tempuh sekaligus menjadi salah satu bagian termahal. Tidak heran jika banyak calon pemilik EV penasaran berapa lama baterai bisa bertahan sebelum kapasitasnya menurun signifikan.

Angka 10 tahun sering muncul ketika membicarakan umur baterai EV. Namun, usia baterai tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan hitungan tahun. Pola penggunaan, temperatur, siklus pengisian, hingga sistem manajemen baterai turut memengaruhi kondisinya.

1. Baterai memang dirancang untuk bertahan lama

penggerak BYD Sealion 7 (byd.com)

Baterai mobil listrik umumnya menggunakan teknologi lithium-ion yang dirancang untuk menjalani ribuan siklus pengisian. Setiap siklus tidak selalu berarti sekali mencolokkan charger, melainkan akumulasi penggunaan energi hingga setara dengan 100 persen kapasitas baterai.

Artinya, penggunaan mobil secara normal tidak langsung membuat baterai kehilangan kemampuan dalam waktu singkat. Kapasitas baterai memang akan berkurang secara bertahap, tetapi kendaraan masih dapat digunakan ketika kapasitasnya sudah tidak lagi seperti kondisi baru. Karena itu, umur baterai lebih tepat dilihat dari penurunan kapasitas daripada sekadar jumlah tahun.

2. Sepuluh tahun bukan angka yang mustahil

interior BYD Sealion 7 (byd.com)

Baterai EV bisa digunakan selama 10 tahun atau bahkan lebih, tergantung desain baterai dan kondisi penggunaannya. Produsen kendaraan biasanya memberikan garansi baterai dalam periode tertentu, termasuk batas minimum kapasitas yang dijamin selama masa tersebut.

Namun, garansi tidak berarti baterai akan berhenti bekerja setelah periode berakhir. Setelah 8 atau 10 tahun, baterai masih mungkin digunakan meskipun kapasitasnya telah mengalami degradasi. Seberapa besar penurunannya berbeda pada setiap kendaraan karena dipengaruhi teknologi baterai, penggunaan, dan kondisi lingkungan.

3. Suhu tinggi bisa mempercepat degradasi

ilustrasi BYD Dolphin (byd.com)

Temperatur merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga umur baterai. Suhu yang terlalu tinggi dapat mempercepat berbagai proses kimia di dalam sel baterai sehingga berpotensi meningkatkan laju degradasi jika terjadi berulang kali atau dalam waktu lama.

Mobil listrik modern umumnya memiliki sistem thermal management untuk mengatur temperatur baterai. Sistem ini membantu menjaga baterai tetap berada pada rentang kerja yang sesuai. Meski begitu, kondisi lingkungan yang panas dan penggunaan kendaraan secara intensif tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

4. Kebiasaan charging ikut menentukan

ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Hyundai Motor Group)

Pola pengisian daya juga berpengaruh terhadap kondisi baterai. Penggunaan fast charging sangat praktis, tetapi proses pengisian dengan daya tinggi dapat menghasilkan panas lebih besar. Sistem kendaraan memang dirancang untuk mengelola kondisi tersebut, tetapi pola penggunaan tetap dapat memengaruhi degradasi dalam jangka panjang.

Selain itu, membiarkan baterai berada pada kondisi sangat penuh atau sangat kosong dalam waktu lama juga sebaiknya dihindari. Pengguna dapat mengikuti batas pengisian yang direkomendasikan produsen, terutama untuk penggunaan sehari-hari dan ketika mobil akan diparkir dalam waktu lama.

5. Degradasi tidak berarti baterai langsung rusak

Mobil Listrik/Unsplash.com

Degradasi baterai merupakan proses alami yang terjadi seiring penggunaan. Ketika kapasitas berkurang, dampak yang paling mudah dirasakan biasanya berupa penurunan jarak tempuh dibandingkan saat kendaraan masih baru.

Baterai yang sudah mengalami degradasi juga tidak otomatis harus langsung diganti. Selama kondisinya masih memenuhi kebutuhan penggunaan dan sistem kendaraan bekerja normal, baterai tetap dapat digunakan. Jadi, klaim bahwa baterai EV hanya mampu bertahan 10 tahun tidak tepat jika dimaknai sebagai batas akhir masa pakainya. Sepuluh tahun lebih tepat dipahami sebagai salah satu periode penggunaan yang sangat mungkin dicapai, dengan kondisi dan pola pemakaian yang berbeda pada setiap kendaraan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article