Respons akselerasi menjadi salah satu hal yang paling terasa saat pengemudi mulai menekan pedal gas. Meski sama-sama bertugas menghasilkan tenaga untuk menggerakkan kendaraan, mobil hybrid memiliki karakter akselerasi yang berbeda dari mobil bensin konvensional. Perbedaan tersebut muncul karena sistem penggerak hybrid menggabungkan mesin pembakaran dengan motor listrik dalam satu rangkaian kerja.
Karakter ini membuat mobil hybrid dapat terasa lebih sigap pada kondisi tertentu, terutama saat kendaraan mulai bergerak dari posisi diam. Di sisi lain, sensasi akselerasinya gak selalu identik dengan mobil bensin karena terdapat pengaturan tenaga, perpindahan sumber daya, dan respons pedal yang berbeda. Supaya gak keliru menilai performanya hanya dari angka tenaga mesin, yuk pahami lima faktor yang membuat respons akselerasi keduanya berbeda.
