Karena itu kamu perlu segera mengenali sumber getaran agar tidak semakin parah. Dengan melakukan pemeriksaan sejak dini, kamu bisa menjaga mobil tetap nyaman dan aman saat dikendarai. Berikut penyebab getaran body mobil yang umum terjadi.
5 Penyebab Getaran Body Mobil yang Umum Terjadi, Cek!

- Ban tidak seimbang atau aus tidak merata dapat memicu getaran pada kecepatan sedang hingga tinggi, lalu membebani suspensi dan komponen kaki-kaki.
- Velg penyok serta komponen kaki-kaki yang aus atau longgar mengganggu putaran dan kestabilan mobil, sehingga getaran menjalar ke bodi dan kabin.
- Cakram rem tidak rata menimbulkan getaran saat pengereman, sedangkan engine mounting rusak membuat getaran mesin terasa ketika idle atau akselerasi awal.
Munculnya getaran pada body mobil bukan tanpa penyebab yang jelas. Ada sejumlah komponen yang terhubung satu sama lain dan dapat memicu guncangan apabila mengalami kerusakan. Gangguan kecil pada salah satu bagian saja sudah cukup membuat getaran terasa sampai ke kabin.
1. Kondisi ban tidak seimbang

ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Ondrej Trnak) Komponen ban adalah hal pertama yang sebaiknya kamu periksa ketika body mobil terasa bergetar. Balancing roda yang tidak akurat atau permukaan ban yang menipis tidak merata dapat mengganggu kestabilan putaran. Gangguan ini umumnya terasa jelas saat mobil melaju pada kecepatan sedang hingga tinggi.
Dampaknya getaran akan merambat ke seluruh kabin sampai ke bodi mobil. Bila dibiarkan dalam waktu lama, masalah tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan berkendara. Komponen suspensi dan kaki-kaki lain juga berpotensi cepat rusak akibat beban getaran yang terus-menerus.
2. Velg penyok

ilustrasi mobil (pexels.com/Jon Gol) Velg yang sedikit saja mengalami penyok atau bentuknya berubah dapat mengganggu kestabilan putaran roda. Putaran yang tidak presisi akan menimbulkan getaran yang kemudian menjalar ke seluruh body mobil. Getaran ini biasanya muncul bersamaan dengan laju kendaraan.
Kondisi tersebut justru lebih terasa ketika kamu berkendara di jalan yang halus dan rata. Kerusakan pada velg tidak selalu mudah terlihat dengan mata biasa. Oleh sebab itu kamu perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh agar kondisi velg tetap dalam keadaan baik.
3. Komponen kaki-kaki mengalami keausan

ilustrasi mobil (unsplash.com/David Beneš) Kaki-kaki mobil tersusun dari beberapa komponen seperti bushing, tie rod, dan ball joint yang menjaga kestabilan saat berkendara. Jika ada satu bagian yang aus atau longgar, getaran dari jalan akan lebih mudah diteruskan ke body kendaraan. Kondisi ini membuat guncangan terasa sampai ke kabin.
Dampaknya bukan hanya getaran, tetapi mobil juga bisa terasa limbung saat dikemudikan. Karena itu kamu perlu melakukan pengecekan kaki-kaki secara berkala. Pemeriksaan rutin membantu menjaga kenyamanan sekaligus mencegah kerusakan meluas pada sistem suspensi.
4. Terdapat masalah pada sistem pengereman

ilustrasi mobil (unsplash.com/Anees Ur Rehman) Cakram rem yang permukaannya tidak rata juga bisa memicu getaran saat mobil berjalan. Kondisi aus atau bergelombang pada cakram menyebabkan tekanan ke kampas rem menjadi tidak stabil. Guncangan dari proses tersebut kemudian menyebar ke pedal, setir, sampai bodi mobil.
Biasanya getaran paling terasa ketika kamu melakukan pengereman pada kecepatan sedang hingga tinggi. Jika dibiarkan terus-menerus, kemampuan rem untuk menghentikan laju kendaraan akan melemah. Karena itu kamu disarankan segera memeriksa dan meratakan kembali permukaan cakram agar pengereman tetap optimal.
5. Mesin bermasalah

ilustrasi mobil (pexels.com/Ibrahim Bilgin) Engine mounting berperan sebagai peredam yang mencegah getaran mesin langsung masuk ke bodi kendaraan. Bila komponen ini sudah lemah atau mengalami kerusakan, getaran dari mesin akan lebih mudah dirasakan sampai ke kabin. Kondisi tersebut membuat kenyamanan berkendara menjadi berkurang.
Getaran biasanya paling jelas terasa saat mesin berada pada kondisi idle atau ketika kamu melakukan akselerasi pertama. Selain mengganggu kenyamanan, gejala ini juga menunjukkan penyangga mesin sudah tidak bekerja optimal. Karena itu kamu sebaiknya segera melakukan pemeriksaan dan penggantian engine mounting yang rusak.
Getaran pada body mobil bisa berasal dari ban, velg, kaki-kaki, rem, maupun engine mounting. Bila dibiarkan, masalah ini menurunkan kenyamanan dan mempercepat kerusakan komponen lain. Oleh sebab itu kamu perlu cek berkala supaya kendala segera tertangani.
















