Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kebiasaan Kecil yang Bikin Pengemudi Cepat Lelah

3 min read
5 Kebiasaan Kecil yang Bikin Pengemudi Cepat Lelah
ilustrasi sopir yang taksadar sambil menyetir (freepik.com/user18526052)
Share Article

Mengemudi dalam waktu lama memang bisa menguras energi. Namun, rasa lelah tidak selalu muncul karena perjalanan jauh atau kemacetan. Kebiasaan kecil yang dilakukan tanpa sadar juga dapat membuat tubuh dan pikiran bekerja lebih keras.

Masalahnya, beberapa kebiasaan tersebut sering dianggap sepele. Padahal, jika dilakukan terus-menerus, konsentrasi bisa menurun dan pengemudi menjadi lebih cepat kehilangan fokus di jalan.

  1. 1. Duduk terlalu lama dalam posisi yang sama

    ilustrasi sopir (pexels.com/UHGO)
    ilustrasi sopir (pexels.com/UHGO)

    Posisi duduk yang tidak berubah selama perjalanan membuat beberapa bagian tubuh terus menerima tekanan. Punggung, leher, bahu, hingga kaki dapat terasa kaku karena minimnya pergerakan.

    Kondisi tersebut semakin terasa ketika posisi kursi atau sandaran tidak sesuai dengan bentuk tubuh. Kursi yang terlalu rendah, terlalu tinggi, atau posisi setir terlalu jauh dapat membuat otot bekerja lebih keras untuk mempertahankan postur. Mengatur posisi duduk sebelum perjalanan dan melakukan peregangan saat berhenti dapat membantu mengurangi ketegangan.

  2. 2. Terlalu sering mengecek ponsel

    Penggunaan aplikasi navigasi GPS melalui smartphone.
    Penggunaan aplikasi navigasi GPS melalui HP. (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Melihat ponsel saat mengemudi bukan hanya meningkatkan risiko kecelakaan, tetapi juga membuat otak harus membagi perhatian. Bahkan ketika hanya melihat notifikasi sebentar, perhatian harus berpindah dari kondisi jalan ke layar kemudian kembali lagi ke lalu lintas.

    Perpindahan fokus yang berulang dapat membuat mental lebih cepat lelah. Karena itu, notifikasi sebaiknya diminimalkan selama berkendara. Jika memang perlu menggunakan ponsel untuk navigasi, atur rute sebelum perjalanan dan manfaatkan fitur suara agar tidak perlu terus melihat layar.

  3. 3. Mengemudi sambil menahan haus

    ilustrasi sopir yang hilang fokus
    ilustrasi sopir yang hilang fokus (freepik.com/pch.vector)

    Kurang minum dapat membuat tubuh terasa tidak nyaman. Ketika perjalanan berlangsung cukup lama, rasa haus yang ditahan bisa mengganggu konsentrasi karena tubuh terus memberikan sinyal bahwa membutuhkan cairan.

    Bukan berarti pengemudi harus terus minum dalam jumlah banyak selama perjalanan. Cukup sediakan air minum dan berhenti di tempat yang aman jika membutuhkan istirahat atau ke toilet. Membiasakan jeda secara berkala juga membantu tubuh tidak terlalu lama berada dalam posisi statis.

  4. 4. Membiarkan kabin terlalu panas atau dingin

    ilustrasi menghidupkan AC mobil
    ilustrasi menghidupkan AC mobil (pexels.com/UMA media)

    Suhu kabin yang tidak nyaman dapat membuat tubuh bekerja lebih keras untuk beradaptasi. Kabin yang terlalu panas bisa membuat tubuh cepat berkeringat dan terasa lemas, sedangkan suhu yang terlalu dingin juga dapat mengurangi kenyamanan selama perjalanan.

    Pengaturan suhu sebaiknya disesuaikan dengan kondisi penumpang dan lingkungan. Ventilasi juga perlu diperhatikan agar udara di dalam kabin tetap nyaman. Jangan sampai pengemudi terlalu fokus mengatur AC hingga perhatian terhadap jalan justru berkurang.

  5. 5. Memaksakan perjalanan tanpa jeda

    ilustrasi sopir travel (pexels.com/Tobi)
    ilustrasi sopir travel (pexels.com/Tobi)

    Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan adalah terus mengemudi karena merasa perjalanan masih bisa dilanjutkan. Padahal, kelelahan dapat muncul secara bertahap sebelum benar-benar terasa berat.

    Berhenti sejenak di tempat yang aman dapat memberikan kesempatan untuk turun, berjalan sebentar, minum, dan mengistirahatkan mata. Jika sudah muncul rasa kantuk berat, menguap berulang kali, sulit mempertahankan fokus, atau mulai tidak mengingat beberapa bagian perjalanan, jangan memaksakan diri untuk terus berkendara.

    Mengemudi bukan hanya soal kemampuan mengendalikan kendaraan, tetapi juga menjaga kondisi tubuh dan pikiran. Kebiasaan sederhana seperti mengatur posisi duduk, mengurangi distraksi, menjaga kenyamanan kabin, dan mengambil jeda dapat membuat perjalanan terasa lebih ringan sekaligus membantu mempertahankan konsentrasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More