Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Alasan Kenapa Ban Mobil Listrik Lebih Keras, Ternyata Ini Penyebabnya

4 min read
Alasan Kenapa Ban Mobil Listrik Lebih Keras, Ternyata Ini Penyebabnya
ilustrasi ban mobil listrik (unsplash.com/Mason Jones)
  • Ban mobil listrik terasa lebih keras karena harus menopang bobot baterai, yang dapat membuat kendaraan 20–30% lebih berat dibanding mobil bensin sekelas.

  • Sidewall yang lebih kaku menjaga stabilitas saat akselerasi, menikung, dan melintasi jalan tidak rata, sementara desain tapak serta konstruksi internal membantu meredam kebisingan.

  • Compound ban yang lebih keras menghadapi torsi instan dan menekan hambatan gulir demi efisiensi jarak tempuh; penggunaan ban biasa berisiko mempercepat kerusakan, meningkatkan kebisingan, dan mengurangi range.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Alasan kenapa ban mobil listrik lebih keras sering kali menjadi pertanyaan besar bagi para pemilik mobil listrik atau mereka yang baru saja melakukan test drive. Mungkin kamu menyadari bahwa saat berkendara dengan mobil listrik, respon jalannya terasa sedikit berbeda, cenderung lebih kaku atau "keras" dibandingkan mobil bensin. Padahal, secara kasat mata, bentuk dan ukurannya tampak sama saja.

Sebenarnya, perbedaan rasa berkendara ini bukan karena suspensi yang disetel salah, melainkan karena ban yang digunakan memang dirancang secara fundamental berbeda. Mari kita bedah fakta teknis di baliknya agar kamu lebih paham!

  1. 1. Ban mobil listrik harus menopang bobot kendaraan yang lebih besar

    Efek Jika Tekanan Angin Ban Mobil Berlebih
    ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Velito)

    Perlu kamu ketahui, kalau baterai menjadi salah satu komponen dengan bobot terbesar pada mobil listrik. Penambahan bobot ini membuat ban harus bekerja lebih keras untuk menopang kendaraan, terutama ketika mobil membawa penumpang dan barang.

    Karena itu, ban mobil listrik biasanya dirancang dengan konstruksi yang lebih kuat. Tujuannya bukan hanya menjaga kemampuan membawa beban, tetapi juga mempertahankan kestabilan dan daya tahan ban ketika digunakan sehari-hari.

    Konstruksi tersebut dapat membuat karakter ban terasa lebih kokoh dibandingkan ban yang digunakan pada sebagian mobil ICE dengan ukuran dan spesifikasi yang serupa.

  2. 2. Konstruksi sidewall (dinding ban) yang lebih kuat

    Efek Jika Tekanan Angin Ban Mobil Berlebih
    ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Jimmy Nilsson Masth)

    Ini adalah alasan utama kenapa kamu merasakan karakter ban yang lebih "keras". Sidewall atau dinding samping ban pada kendaraan listrik harus dibuat jauh lebih kaku dan kuat dibandingkan ban mobil biasa.

    Mengapa? Karena bobot mobil listrik yang berat (bisa selisih 20-30% lebih berat dari mobil bensin di kelas yang sama) memberikan tekanan luar biasa pada ban. Komponen ini membantu menopang beban kendaraan sekaligus menjaga bentuk ban ketika menerima tekanan dari berbagai arah.

    Pada mobil listrik, sidewall perlu memiliki konstruksi yang lebih kuat untuk menghadapi bobot kendaraan yang lebih besar. Kekuatan tersebut juga membantu menjaga kestabilan mobil ketika berakselerasi, menikung, atau melewati permukaan jalan yang tidak rata.

    Karena konstruksinya lebih kokoh, karakter ban bisa terasa lebih kaku. Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan mengapa ban mobil listrik dapat terasa lebih keras ketika digunakan.

  3. 3. Ban mobil listrik harus tetap senyap

    ilustrasi mobil listrik Hyundi Ioniq 5 N (dok. Hyundai)
    ilustrasi mobil listrik Hyundi Ioniq 5 N (dok. Hyundai)

    Selain harus kuat, ban mobil listrik juga memiliki tuntutan lain, yaitu menghasilkan suara yang lebih rendah. Berbeda dengan mobil bensin yang memiliki suara mesin dan sistem pembuangan, mobil listrik bekerja jauh lebih senyap.

    Akibatnya, suara yang berasal dari ban dan gesekan dengan permukaan jalan menjadi lebih mudah terdengar di dalam kabin. Produsen ban kemudian perlu mengembangkan desain yang dapat mengurangi kebisingan tersebut.

    Karena itu, ban mobil listrik biasanya memperhatikan pola tapak, material, dan konstruksi internal untuk membantu meredam suara serta getaran. Tujuannya agar karakter berkendara mobil listrik yang senyap tetap terasa nyaman bagi penumpang.

  4. 4. Ban mobil listrik dirancang untuk menghadapi torsi instan

    ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Hyundai Motor Group)
    ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Hyundai Motor Group)

    Mobil listrik dapat menghasilkan torsi secara cepat sejak kendaraan mulai bergerak. Putaran roda yang tiba-tiba dan agresif ini akan dengan cepat mengikis ban jika menggunakan compound karet yang terlalu lunak atau empuk. Oleh karena itu, ban mobil listrik menggunakan campuran karet yang lebih keras di bagian tapaknya agar tahan terhadap gesekan ekstrem dan tidak cepat habis.

    Selain itu, compound yang lebih keras dan struktur ban yang kaku juga bertujuan untuk menekan Rolling Resistance (hambatan gulir). Semakin rendah hambatan gulir, semakin sedikit energi yang terbuang untuk menggerakkan ban. Ini adalah formula wajib untuk menjaga efisiensi baterai agar jangkauan tempuh (range) mobil listrik tidak cepat drop.

    Karakter ini membuat ban harus mampu menghadapi gaya yang lebih besar ketika pengemudi melakukan akselerasi. Jika konstruksi ban tidak sesuai, beban kerja pada ban dapat meningkat, terutama ketika pengemudi sering melakukan akselerasi secara agresif.

  5. 5. Apakah ban mobil listrik bisa diganti dengan ban mobil biasa?

    ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Hoyoun Lee)
    ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Hoyoun Lee)

    Berdasarkan penjelasan di atas, jawabannya adalah sangat tidak disarankan.

    Meskipun secara fisik bisa terpasang, menggunakan ban mobil konvensional (ICE) pada mobil listrik akan memunculkan beberapa masalah serius. Ban biasa tidak akan mampu menopang bobot baterai secara optimal, yang berisiko membuat sidewall cepat rusak atau pecah.

    Selain itu, kamu akan menghadapi masalah suara kabin yang sangat bising, ban yang cepat habis akibat torsi instan, hingga penurunan jarak tempuh baterai yang signifikan karena rolling resistance yang tidak sesuai.

    Memahami alasan kenapa ban mobil listrik lebih keras membuat kita sadar bahwa kendaraan listrik membutuhkan komponen pendukung yang memang didesain khusus (EV-specific). Investasi pada ban yang tepat bukan hanya soal kenyamanan, melainkan menyangkut keselamatan, efisiensi energi, dan performa keseluruhan dari mobil listrikmu.

    Nah, sekarang kamu sudah tahu kan alasan teknis di balik karakter ban mobil listrik yang terasa lebih keras? Sebagai pemilik atau calon pengguna mobil listrik, pastikan kamu pasti lebih bijak dalam memilih dan merawat komponen penting ini ya!

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More