Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Alasan Velg Mobil Listrik Berdesain Tertutup

Alasan Velg Mobil Listrik Berdesain Tertutup
Geely Panda Mini EV (dok. Geely Global)
Intinya Sih
  • Desain velg tertutup pada mobil listrik dibuat untuk mengurangi hambatan angin, meningkatkan efisiensi aerodinamika, dan memperpanjang jarak tempuh dengan memaksimalkan penggunaan energi baterai.
  • Teknologi regenerative braking menurunkan kebutuhan pendinginan rem, memungkinkan desain velg lebih rapat tanpa risiko panas berlebih sekaligus mendukung efisiensi energi kendaraan listrik.
  • Velg tertutup memakai material ringan seperti aluminium dan aero-cover plastik yang membantu meredam kebisingan jalan serta menjaga kenyamanan kabin mobil listrik yang senyap.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Transformasi industri otomotif dari mesin pembakaran internal menuju motor listrik tidak hanya mengubah konfigurasi dapur pacu, tetapi juga merombak total estetika eksterior kendaraan. Salah satu perbedaan paling mencolok yang sering menjadi pusat perhatian adalah desain velg mobil listrik yang cenderung lebih tertutup atau memiliki palang yang sangat rapat dibandingkan dengan mobil konvensional.

Desain velg yang menyerupai piringan atau cakram padat ini sering kali dianggap aneh oleh sebagian pencinta otomotif yang terbiasa dengan gaya velg jari-jari yang sporti. Namun, di balik tampilan visual yang unik tersebut, terdapat perhitungan aerodinamika dan manajemen energi yang sangat krusial demi memaksimalkan setiap tetes daya yang tersimpan di dalam baterai kendaraan listrik.

1. Optimalisasi aerodinamika demi efisiensi jarak tempuh

ilustrasi BYD Dolphin (byd.com)
ilustrasi BYD Dolphin (byd.com)

Faktor utama yang mendasari desain velg tertutup pada mobil listrik adalah upaya untuk mengurangi hambatan angin atau aerodynamic drag. Pada mobil konvensional, velg dengan rongga besar berfungsi untuk mengalirkan udara guna mendinginkan sistem pengereman, namun lubang-lubang tersebut justru menciptakan turbulensi udara yang besar di area roda saat mobil melaju pada kecepatan tinggi. Udara yang terperangkap di dalam rongga velg akan menahan laju kendaraan, sehingga mesin atau motor listrik harus bekerja lebih keras untuk melawan hambatan tersebut.

Dengan menggunakan desain velg yang lebih tertutup, aliran udara di samping bodi mobil menjadi lebih mulus dan searah. Pengurangan turbulensi di area roda ini mampu meningkatkan efisiensi kendaraan secara keseluruhan hingga sekitar lima sampai sepuluh persen. Bagi sebuah mobil listrik, efisiensi sekecil apa pun sangatlah berharga karena berdampak langsung pada jarak tempuh maksimal yang dapat dicapai dalam satu kali pengisian daya. Velg tertutup membantu membelah angin dengan lebih efisien, memastikan energi baterai digunakan untuk menggerakkan roda, bukan untuk melawan pusaran udara.

2. Kebutuhan pendinginan rem yang lebih rendah

ilustrasi BYD Dolphin (byd.com)
ilustrasi BYD Dolphin (byd.com)

Pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana sistem pengereman tetap dingin jika velg dibuat tertutup rapat tanpa adanya sirkulasi udara yang bebas. Rahasianya terletak pada teknologi regenerative braking yang menjadi standar pada hampir semua mobil listrik modern. Saat pengemudi mengangkat kaki dari pedal gas atau mulai menginjak rem, motor listrik akan berbalik fungsi menjadi generator yang menahan laju kendaraan sekaligus mengisi ulang daya baterai. Proses ini secara otomatis mengurangi beban kerja kampas rem fisik secara signifikan.

Karena rem mekanis (piringan cakram) jarang digunakan secara ekstrem dalam penggunaan sehari-hari, panas yang dihasilkan pun jauh lebih sedikit dibandingkan mobil bensin. Kondisi ini memungkinkan produsen untuk menggunakan velg dengan desain tertutup tanpa khawatir akan terjadi panas berlebih pada sistem pengereman atau brake fade. Dengan berkurangnya kebutuhan akan aliran udara pendingin ke arah piringan rem, desainer memiliki kebebasan lebih luas untuk memprioritaskan aspek aerodinamika demi mencapai efisiensi energi yang optimal.

3. Penggunaan material ringan dan peredaman suara

ilustrasi BYD Dolphin (byd.com)
ilustrasi BYD Dolphin (byd.com)

Selain aspek aliran udara, velg mobil listrik tertutup sering kali didesain dengan mempertimbangkan bobot dan tingkat kebisingan. Banyak velg mobil listrik menggunakan kombinasi material aluminium ringan dengan penutup plastik atau aero-cover yang dapat dilepas pasang. Penggunaan penutup plastik ini memungkinkan struktur velg utama tetap kuat namun ringan, sehingga mengurangi beban yang harus diputar oleh motor listrik (*unsprung weight*). Bobot yang lebih ringan secara langsung berkontribusi pada akselerasi yang lebih responsif dan kenyamanan suspensi yang lebih baik.

Di sisi lain, desain tertutup juga berfungsi sebagai peredam kebisingan jalan yang masuk ke dalam kabin. Mobil listrik yang tidak memiliki suara mesin sangat sensitif terhadap suara gesekan ban dan deru angin di area roda. Velg yang tertutup membantu mengisolasi suara pusaran udara di sekitar ban, sehingga menciptakan suasana kabin yang lebih senyap dan premium. Dengan demikian, desain velg tertutup bukan sekadar tren gaya, melainkan solusi teknis terintegrasi yang menggabungkan efisiensi jarak tempuh, penghematan energi, hingga kenyamanan akustik bagi para penghuni kabin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More