Alat Penghemat BBM Mobil, Benarkah Bisa Bikin Irit?

Beragam alat penghemat BBM, dari octane booster hingga piggyback, diklaim bekerja lewat aditif, stabilisasi listrik, atau pengaturan ECU.
Mayoritas alat seperti kapsul, zat aditif, stiker, kartu, dan voltage stabilizer dinilai tidak terbukti efektif; beberapa bahkan berisiko.
Efisiensi lebih dipengaruhi BBM sesuai rekomendasi, gaya berkendara, oli, mode Eco, dan perawatan rutin.
Untuk menghemat BBM, beberapa pemilik mobil menyematkan maupun menggunakan berbagai alat khusus pada kendaraannya. Voltane stabilizer, octane booster, dan piggyback adalah beberapa alat penghemat BBM mobil yang cukup populer digunakan. Tiap alat memiliki metode penggunaan dan bentuk berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Namun, apakah semua alat tersebut efektif dan benar-benar terbukti bisa menghemat BBM? Selain itu, bagaimana cara kerja dari tiap alat tersebut? Yuk, simak artikel berikut buat tahu jawaban lengkapnya!
Table of Content
1. Alat penghemat BBM mobil

ilustrasi mesin mobil (unsplash.com/Tim Mossholder) Seperti namanya, alat penghemat BBM mobil adalah perangkat tambahan yang klaimnya bisa membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat. Alat penghemat BBM konon juga mampu meningkatkan performa. Tidak ada standarisasi yang mutlak terkait alat penghemat BBM mobil karena tiap komponen memiliki jenis dan bentuk berbeda.
Nah, beberapa alat terpopuler adalah octane booster, magnet khusus, voltage stabilizer (stabilisator aki), nano penghemat BBM, mincon, hurricane, eco energy capsule, BRQ, dan piggyback. Ada yang bentuknya cairan atau zat aditif, perangkat khusus berukuran besar, chip, stiker atau kartu, hingga berbentuk kapsul.
2. Cara kerja alat penghemat BBM mobil

ilustrasi isi bensin mobil (unsplash.com/fr0ggy5) Tiap alat pengemat BBM mobil memiliki cara kerja berbeda, tergantung jenis dan bentuknya. Alat berbentuk cairan, seperti octane booster, digunakan dengan cara memasukannya ke dalam tangki secara langsung. Zat aditif yang ada di dalamnya konon bisa mengurangi knocking dan akhirnya bikin BBM makin awet.
Nah, alat berbentuk kapsul (eco energy capsule) juga sama, digunakan dengan cara memasukannya ke tangki bahan bakar. Kapsul tersebut akan larut, membantu ionisasi, membantu molekul bahan bakar jadi lebih kecil, dan bensin terbakar dengan sempurna.
Ada juga voltage stabilizer yang dipasang pada aki. Alat tersebut klaimnya bisa menstabilkan tegangan listrik, mengurangi beban mesin, dan sekaligus menghemat konsumsi bahan bakar. Alat berbentuk stiker atau kartu dipakai dengan cara ditempelkan pada kendaraan.
Untuk alat seperti piggyback biasanya akan bekerja sama dengan ECU. Kerja sama tersebut bisa mengoptimalkan pengapian, mengurangi jumlah bahan bakar, dan akhirnya BBM makin irit.
3. Apakah alat penghemat BBM mobil benar-benar efektif?

ilustrasi isi BBM (unsplash.com/Erik Mclean) Meski terlihat meyakinkan, alat penghemat BBM sebenarnya tidak efektif untuk menghemat bahan bakar. Banyak alat yang metode penghematannya tidak terbukti secara ilmiah, klaimnya palsu, dan justru merupakan scam.
Salah satunya adalah alat penghemat BBM berbentuk kapsul, zat aditif, dan stiker atau kartu. Namun, beberapa alat seperti piggyback terbukti bisa menghemat BBM, tapi penghematannya tak terlalu signifikan dan sangat bergantung pada penyetelannya.
Jika menggunakan alat penghemat BBM yang tidak terbukti, mesin mobil justru bisa rusak. Contohnya pada kasus zat aditif yang bisa mengikis tangki bahan bakar. Alat berbentuk kapsul dan pil juga tidak disarankan dipakai karena bisa menyumbat saluran bahan bakar.
Untuk alat berbentuk stiker atau kartu sama sekali tidak ada gunanya karena cara kerjanya yang tak masuk akal. Volt stabilizer juga kurang direkomendasikan karena pengaruhnya yang tidak signifikan.
4. Faktor yang lebih berpengaruh terhadap konsumsi BBM mobil

ilustrasi mobil di jalan (unsplash.com/Miles Loewen) Daripada menggunakan alat penghemat BBM, kamu disarankan untuk lebih cermat dalam mengendarai mobil. Pasalnya, ada banyak faktor yang lebih berpengaruh terhadap konsumsi BBM.
Faktor paling utama adalah menggunakan BBM berkualitas sesuai rasio kompresi dan bahan bakar yang disarankan oleh produsen. Misalnya, jika produsen menyarankan menggunakan Pertamax maka kamu harus menaatinya.
Metode berkendara juga harus diperhatikan. Usahakan kendarai mobil dengan stabil dan jarang sering ngebut atau stop and go agar BBM makin hemat. Pemilihan oli juga berpengaruh terhadap konsumsi BBM. Semakin bagus dan cocok olinya maka BBM bisa lebih hemat sekaligus menjaga kinerja mesin.
Mobil modern umumnya memiliki mode hemat BBM seperti Mode Eco. Nah, manfaatkan mode tersebut di situasi tertentu agar BBM makin hemat. Perawatan mobil seperti membersihkan filter, ganti oli secara rutin, dan servis berkala juga penting agar BBM semakin hemat.
Itulah seluk-beluk terkait alat penghemat BBM mobil yang ternyata tidak sesuai klaimnya. Karena itu, berhati-hatilah menggunakan semua alat tersebut apalagi mobil modern sejatinya juga sudah dilengkapi fitur penghemat BBM yang lengkap dan sesuai standar.

























