Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa yang Harus Dilakukan Saat Gas Air Mata Masuk ke Mobil?

Screen Shot 2025-08-29 at 4.54.49 PM.png
ilustrasi gas air mata (unsplash.com/Dillon Wanner)
Intinya sih...
  • Segera tutup rapat ventilasi dan jendela mobil
  • Jangan panik dan cari rute menjauh dari sumber asap
  • Jika terpapar, lakukan pertolongan pertama dengan air bersih atau larutan saline
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Gas air mata biasanya digunakan aparat untuk mengendalikan kerumunan dalam aksi unjuk rasa atau situasi darurat. Namun, penyebarannya sering kali meluas hingga ke jalan raya dan berpotensi mengenai pengguna kendaraan, termasuk pengemudi mobil. Jika asap gas air mata masuk ke dalam kabin mobil, dampaknya bisa sangat berbahaya karena menyebabkan mata perih, sesak napas, hingga kebingungan saat mengemudi.

Oleh karena itu, penting bagi pengendara untuk memahami langkah-langkah darurat menghadapi kondisi ini. Dengan respon yang tepat, risiko kesehatan bisa ditekan, dan keselamatan berkendara tetap terjaga. Berikut beberapa hal yang sebaiknya dilakukan jika asap gas air mata masuk ke dalam mobil.

1. Segera tutup rapat ventilasi dan jendela

ilustrasi jendela mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi jendela mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Begitu menyadari adanya gas air mata di sekitar kendaraan, langkah pertama adalah menutup semua jendela dan ventilasi udara. Jika mobil memiliki fitur air recirculation, segera aktifkan agar udara di dalam kabin bersirkulasi tanpa menarik udara dari luar. Hal ini membantu meminimalkan masuknya partikel gas tambahan ke dalam mobil.

Jika jendela mobil tidak sepenuhnya rapat atau sistem AC menarik udara dari luar, gunakan kain atau pakaian untuk menutup celah yang ada. Tindakan sederhana ini bisa mengurangi paparan meski tidak sepenuhnya menghilangkan efek gas.

2. Jangan panik dan cari rute menjauh

Ilustrasi navigasi (Pexels/Tima Miroshnichenko)
Ilustrasi navigasi (Pexels/Tima Miroshnichenko)

Gas air mata menimbulkan rasa terbakar pada mata, hidung, dan tenggorokan, sehingga mudah membuat pengendara panik. Namun, sangat penting untuk tetap tenang dan fokus. Jangan menginjak pedal gas atau rem secara mendadak karena bisa membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.

Alihkan perhatian ke peta digital atau petunjuk jalan untuk segera mencari jalur alternatif menjauh dari sumber asap. Jika situasi memungkinkan, nyalakan lampu hazard untuk memberi tanda pada pengendara lain bahwa kamu sedang menghadapi kondisi darurat. Prioritaskan untuk meninggalkan area terpapar secepat mungkin dengan cara yang aman.

3. Jika terpapar, lakukan pertolongan pertama

mitsubishi-motors.co.id
mitsubishi-motors.co.id

Kadang paparan gas air mata tetap terasa meski sudah berusaha menutup rapat kabin. Jika mata mulai perih, usahakan jangan mengucek mata karena bisa memperburuk iritasi. Gunakan air bersih untuk membilas begitu ada kesempatan aman berhenti. Jika tersedia, larutan saline atau air mineral dingin bisa membantu meredakan rasa pedih.

Untuk pernapasan, longgarkan pakaian di sekitar leher dan usahakan bernapas melalui mulut. Jika gejala semakin parah—seperti sesak, pusing, atau mual—segera cari tempat aman untuk berhenti dan minta pertolongan medis. Ingat bahwa gas air mata hanya bersifat sementara, tetapi paparan berlebihan tetap bisa berbahaya, terutama bagi penderita asma atau gangguan pernapasan.

So, asap gas air mata yang menyusup ke kabin memang bukan pengalaman yang biasa, tetapi dengan langkah yang tepat, risiko bisa ditekan. Tutup rapat ventilasi dan gunakan fitur sirkulasi udara, tetap tenang sambil mencari jalan keluar dari area terpapar, lalu lakukan pertolongan pertama jika ada gejala yang muncul.

Kunci utamanya adalah jangan panik. Semakin cepat dan tenang kamu bertindak, semakin besar peluang untuk keluar dari situasi berbahaya dengan selamat. Keselamatan diri dan penumpang adalah prioritas utama di jalan, bahkan dalam kondisi yang tidak terduga sekalipun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us