Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Deretan Kendaraan Polisi Penghalau Massa Demo, Rantis Sampai Water Cannon

Polda Metro Jaya kerahkan 4 mobil water cannon semprot jalan protokol untuk atasi polusi udara Jakarta. (dok. Humas Polda Metro Jaya)
Polda Metro Jaya kerahkan 4 mobil water cannon semprot jalan protokol untuk atasi polusi udara Jakarta. (dok. Humas Polda Metro Jaya)
Intinya sih...
  • Kendaraan taktis Rantis Brimob, dilengkapi lapis baja dan mesin 3.200 cc
  • Mobil water cannon, dapat menyemburkan air bertekanan tinggi hingga 6.500 liter
  • Motor trail Brimob, termasuk Suzuki DR200 yang tidak dijual secara resmi di Indonesia
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Di tengah ramainya aksi demo di kawasan Jakarta saat ini, aparat kepolisian memiliki beberapa kendaraan yang sering kali diterjunkan untuk menghalau atau membubarkan para pengunjuk rasa.

Kendaraan milik aparat ini biasanya memiliki spesifikasi khusus dengan fitur-fitur yang jarang sekali ditemukan di kendaraan biasa. Berikut ini beberapa kendaraan polisi yang IDN Times rangkum.

1. Kendaraan taktis atau Rantis Brimob

Kendaraan rantis lapis baja dan alutsista yang dikerahkan untuk pengamanan KTT World Water Forum (WWF) di Bali. (Dokumentasi Puspen TNI)
Kendaraan rantis lapis baja dan alutsista yang dikerahkan untuk pengamanan KTT World Water Forum (WWF) di Bali. (Dokumentasi Puspen TNI)

Pertama ada kendaraan taktis atau Rantis Brimob, yang saat ini sedang ramai dibicarakan lantaran pada Kamis (28/8/2025) terlihat satu unit Rantis melindas pengemudi ojek online (ojol) yang sedang berada di tengah kerumunan demo.

Rantis Brimob memiliki ukuran yang besar dengan panjang lebih dari lima meter dan dapat mengangkut hingga 12 orang. Secara eksterior Rantis memang terlihat sangat tangguh, karena bodinya dilapis baja dibekali level proteksi standar STANAG 4569 Level 2 (NATO) seperti tahan peluru.

Dari dapur pacunya, Rantis Brimob menggendong mesin berkapasitas 3.200 cc dan mampu dipacu hingga kecepatan 100 kilometer per jam. Selain itu, mobil ini juga dapat melintasi medan jalan yang ekstrem.

2. Mobil water cannon

Petugas kepolisian Polresta Kediri menyemprotkan cairan disinfektan menggunakan mobil Armoured Water Cannon (AWC) di jalan protokol Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat, 27 Maret 2020. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
Petugas kepolisian Polresta Kediri menyemprotkan cairan disinfektan menggunakan mobil Armoured Water Cannon (AWC) di jalan protokol Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat, 27 Maret 2020. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

Selain Rantis Brimob, mobil milik aparat kepolisian yang kerap terlihat di saat demo adalah mobil water cannon yang dapat menyemburkan air bertekanan tinggi untuk menghalau massa demo.

Mobil water cannon milik kepolisian tanah air salah satunya merupakan produk PT Pindad (Persero) dengan dimensi panjang 7,7 meter, yang mampu menampung sebanyak 5.000 liter air.

Ada juga mobil water cannon keluaran Daejicar asal Korea Selatan, yang punya kapasitas air lebih besar yaitu 6.500 liter.

3. Motor trail Brimob

Ratusan Brimob bersenjata gas air mata bersiaga di Gedung DPR jelang pengesahan RUU Pilkada pada Kamis (22/8/2024). (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Ratusan Brimob bersenjata gas air mata bersiaga di Gedung DPR jelang pengesahan RUU Pilkada pada Kamis (22/8/2024). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Selain kendaraan-kendaraan besar, anggota Brimob juga sering kali terlihat mengendarai sepeda motor berjenis trail. Motor trail Brimob terdiri dari beberapa macam merek, seperti Kawasaki KLX 150 atau KLX 250, namun salah satu yang menarik perhatian adalah Suzuki DR200.

Suzuki DR200 sudah menjadi kendaraan operasional anggota Brimob sejak 2015, dan kendaraan jenis ini tidak dijual secara resmi oleh Suzuki di Indonesia. Sehingga masyarakat tidak bisa membeli motor ini di dealer resmi Suzuki sekalipun.

Suzuki DR200 milik Brimob merupakan motor trail berkapasitas 199 cc, dengan kelir berwarna hitam serta adanya livery Brimob di sisi tangki bensinnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us